Peran Penyanyi Daerah Dalam Pelestarian Nyanyian Rijoq Suku Dayak Benuaq Di Kutai Barat
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v9i2.18903Abstract
Penelitian ini berfokus pada kajian musik rijoq dari masyarakat Dayak Benuaq, sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai tradisional. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah penurunan minat dalam memahami dan melestarikan tradisi musik ini. Seiring dengan globalisasi, warisan musik tradisional semakin terpinggirkan, sehingga diperlukan upaya revitalisasi agar tetap relevan dan lestari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam peran nyanyian tradisional rijoq dalam konteks sosial budaya masyarakat Dayak Benuaq serta mengidentifikasi langkah-langkah strategis dalam upaya pelestarian dan inovasi musik tradisional ini melalui pendekatan teori revitalisasi budaya yang dikemukakan oleh Alwasilah (2006). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pelaku budaya, pengamat seni, dan musisi tradisional yang terlibat dalam komunitas musik Dayak Benuaq, serta melalui observasi langsung pada acara-acara budaya seperti Festival Dahau Sendawar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teori revitalisasi budaya yang mencakup tiga tahapan: pemahaman untuk meningkatkan kesadaran, perencanaan kolektif, dan peningkatan untuk mendorong kreativitas budaya. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali cara-cara efektif dalam menjaga eksistensi rijoq dan mengintegrasikannya ke dalam kehidupan masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik rijoq memiliki peran penting dalam identitas budaya Dayak Benuaq, terutama dalam ritual-ritual adat dan acara komunitas. Namun, upaya pelestarian yang lebih terstruktur diperlukan untuk menjaga relevansinya di era modern. Salah satu hasil penting dari penelitian ini adalah ditemukannya potensi inovasi dalam pengembangan musik rijoq melalui kolaborasi dengan genre musik modern, tanpa menghilangkan unsur-unsur tradisionalnya. Selain itu, peningkatan partisipasi dalam kegiatan budaya lokal melalui festival dan pendidikan musik tradisional menjadi salah satu langkah strategis yang diusulkan dalam perencanaan kolektif untuk pelestarian musik rijoq.Downloads
Published
2025-04-28
Issue
Section
Articles
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).