Makna Kultural Umpasa Pada Upacara Pernikahan Batak Toba Di Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v9i1.18803Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna kultural keturunan dalam umpasa masyarakat Batak Toba, khususnya dalam konteks upacara adat pernikahan. Umpasa sebagai bentuk seni verbal tradisional mencerminkan nilai-nilai sosial, spiritual, dan filosofi hidup masyarakat Batak Toba. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis etnosemantik. Data diperoleh melalui observasi, kajian literatur, dan dokumentasi umpasa yang digunakan dalam upacara adat pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keturunan memiliki makna kultural yang mendalam dalam umpasa. Keturunan dianggap sebagai penerus tradisi, penjaga marga, dan simbol keberlanjutan kehidupan keluarga. Umpasa juga mengungkapkan harapan dan doa untuk kesejahteraan, kebahagiaan, dan keberhasilan generasi penerus. Filosofi hidup masyarakat Batak Toba terlihat pada umpasa yang menekankan pentingnya anak sebagai aset berharga, keseimbangan peran anak laki-laki dan perempuan, serta tanggung jawab keluarga dalam membentuk generasi yang berbudi luhur. Penelitian ini menegaskan bahwa umpasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai media pelestarian nilai-nilai budaya. Makna kultural keturunan dalam umpasa mencerminkan pandangan hidup masyarakat Batak Toba yang mengutamakan keluarga, solidaritas, dan harmoni. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami hubungan antara ekspresi verbal dan nilai-nilai budaya, sekaligus menggarisbawahi pentingnya melestarikan umpasa sebagai bagian dari warisan budaya Batak Toba. Kata kunci: umpasa, batak toba, makna kulturalReferences
Abdullah, Wakit. 2014. (2014). Etnolinguistik: Teori, Metode, dan Aplikasinya. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
BPS. (2010). Sensus Penduduk tahun 2010.
Butarbutar, R. (2023). Analisis makna referensial dan nonreferensial dalam umpasa Batak Toba. Kalistra, 1(3), 305–312.
Eglin, Peter. (1980). Talk And Taxonomy: A Methodological Comparison of Ethnosemantics and Ethnomethodology with Reference to Terms for Canadian Doctors. Johns Benjamins Publishing Company.
Endraswara, Suwardi. (2015). Etnologi Jawa. CAPS (Center for Academic Publishimg Service).
Inoue, T. (2023). Toward an ecological model of language: from cognitive linguistics to ecological semantics. Language Sciences, 100. https://doi.org/10.1016/j.langsci.2023.101582
Lakoff, G., & Johson, M. (1980). Metaphors we live by. University Chicago Press.
Pasaribu, A. (2023). The function and meaning of umpasa in toba batak’s traditional wedding ceremony. The Explora, 9(1), 1–9.
Shaari, R. (1993). Memahami Gaya Bahasa. Dewan Bahasa Pustaka.
Siagian, G. (2023). Peran dalihan na tolu dalam meningkatkan pendidikan ipa pada etnosains: perspektif filsafat. Jurnal Muara Pendidikan, 8(1), 152–157.
Sidabutar, L., Harahap, R., & Wuriyani, E. (2022). Umpasa dalam ritual saur matua budaya batak toba (kajian semiotika). Sintaks Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia, 2(1), 142–145.
Sinambela, M. (2022). Analisis makna leksikal dan gramatikal umpasa batak toba. . Asas Jurnal Sastra, 1(2).
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan. Duta Wacana University.
Tarigan, H. G. (2016). Pengajaran semantik. Angkasa.
Wijana, I. D. P. (2020). POETIC FUNCTION OF TRUCK CONTAINER SIGNS IN INDONESIA. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 9(2), 202–211.
Yuhdi, A., & Pandiangan, G. (2021). The use of deixis in the traditional pantun (umpasa mangampu) of batak toba. . Linglit Journal Scientific Journal for Linguistics and Literature, 2(3), 127–131.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).