Bahasa Sarkasme Warganet dalam Kolom Komentar pada Akun Instagram @tasyafarasya : Kajian Pragmatik
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v7i3.11900Keywords:
bahasa sarkasme, Instagram, komentar, pragmatik, warganetAbstract
Unggahan Tasya Farasya di Instagram mengundang respons negatif dari warganet dikarenakan perseteruan dengan saudarinya, Tasyi Athasyia. Permasalahan tersebut yang melatarbelakangi warganet melontarkan kata dan kalimat kasar untuk menghujat dan menyindir Tasya Farasya dalam unggahan akun Instagram miliknya. Komentar warganet ini termasuk bahasa sarkasme, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis sarkasme dan makna implikatur bahasa sarkasme warganet dalam kolom komentar pada akun Instagram @tasyafarasya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian yaitu kata, frasa, dan kalimat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu akun media sosial Instagram @tasyafarasya yang menunjukkan jenis sarkasme Elizabeth Camp. Data diperoleh dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik sadap berupa tangkapan layar, dan teknik catat. Selanjutnya diklasifikasikan menggunakan kartu data berbentuk tabel data. Analisis data dalam kajian pragmatik ini menggunakan metode padan ekstralingual atau pemaknaan interpretasi berdasarkan konteks. Hasil penelitian yang ditemukan dalam kolom komentar pada akun Instagram @tasyafarasya, di antaranya yaitu sarkasme proposional, sarkasme leksikal, sarkasme like prefixed, dan sarkasme ilokusi. Jenis sarkasme yang lebih dominan ditemukan dalam kolom komentar pada akun Instagram @tasyafarasya, yaitu sarkasme leksikal karena terdapat penggunaan kata atau kalimat yang memuji kemudian menghina. Makna implikatur yang ditemukan hanya makna konvensional karena penggunaan bahasa sarkasme warganet yang ditemukan bersifat umum diketahui oleh masyarakat. Hasil analisis jenis sarkasme dan makna implikatur bahasa sarkasme warganet dalam kolom komentar pada akun Instagram @tasyafarasya dilatarbelakangi dengan konteks permasalahan pribadinya.
References
Camp, E. (2011). “Sarcasm, pretense, and the semantics/pragmatics distinction”. Noûs, 46(4), 587–634.
Mahsun, M. (2017). “Metode Penelitian Bahasa. Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya”. Rajawali Press.
Pratiwi, D. E. (2017). “Implikatur Tuturan Para Tokoh dalam Novel Populer Indonesia Tahun 2007 sampai 2016: Kajian Pragmatik”. Skripsi. Universitas Sanata Dharma.
Putri, L. M. (2021). “Sarkasme dalam Novel Kami Bukan Jongos Berdasi Karya Jombang Santani Khairen”. Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Jember.
Rahardi, Kunjana. (2018). Pragmatik. Jakarta: Penerbit Airlangga
Ulfatun, U. (2021). “Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Sarkasme Netizen di Media Sosial Instagram”. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 7(2), 411–423.
Wiryotinoyo, M. (2006). “Analisis pragmatik dalam penelitian penggunaan bahasa”. Jurnal Bahasa Dan Seni, 34(2), 153–154.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).