Tradisi Mabbaca-baca Adat Suku Bugis Di Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur: Kajian Antropolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v8i2.11590Keywords:
Antropolinguistik, Mabbaca-baca, suku BugisAbstract
Tradisi Mabbaca-baca Adat suku Bugis di Kecamatan Kaliorang merupakan tradisi yang masih sering dilakasanakan oleh beberapa masyarakat suku Bugis di Kecamatan Kaliorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk performansi, indeksikalitas, dan partisipatif yang terdapat pada tradisi Mabbaca-baca.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan dari informan. Sumber data diperoleh dari tiga informan yang berasal dari Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, catat, rekam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penarikan data, penyajian data dengan mengklasifikasi data ke dalam bentuk performansi, indeksikalitas, dan partisipatif, kemudian dilakukan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tradisi Mabbaca-baca terdapat performansi, yaitu marobbi pabbaca, mannasu-nasu, mappalenne, mabbaca, dan manre-manre , indeksikalitas diperoleh dari simbol, bahan dan alat yang digunakan pada saat melaksanakan Mabbaca-baca, yaitu colo, roko', dupa, kemenyan, nasu manu/nasu likku, nanre si penne , sokko, sewong tello, wae rinung si kaca disertai akkonnyong, kaluku lolo, dan utti siseppe, serta ditemukannya partisipasi yaitu orang yang berpartisipasi dalam kegiatan Mabbaca-baca , yaitu punna gau, pabbaca,dan keluarga dan tetangga yang diundang. Selain itu, ditemukan nilai budaya dalam tradisi Mabbaca-baca adat suku Bugis di Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur, yaitu nilai rasa syukur, nilai kepercayaan, dan nilai pelestarian.
References
Duranti, A. 1997. Linguistic Anthropology. Cambridge: University Press.
Fajrin, Syarifah Nur. 2022. “Makna Simbolik Ritual Mabbaca-baca di Kelurahan Ujung Tanah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone” dalam Jurnal Pendidikan, Volume X, Issu, Januari, hlm 58-61.
Humaeni, Ayatullah. Dkk. 2016. Etnis Bugis Di Banten. Banten: LP2M IAIN SMH Banten.
Moleong, 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rofiq, Ainur. 2019. “Tradisi Slametan Jawa dalam Perpektif Pendidikan Islam” dalam Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, Volume 15, No. 2, September, hlm 96-97.
Salim, M. (2016). Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat Kedepan. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan.
Sibarani, Robert. & Peranging-angin, Alemina Br. 2016. “Teori Duranti Dalam Tradisi Mengket Rumah Mbaru Pada Masyarakat Karo” dalam Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaiora, Volume 2, No. 1, November, hlm 62-68.
Sibarani, Robert. 2015. “Pendekatan Antropolinguistik Terhadap Kajian Tradisi Lisan” dalam Jurnal Ilmu Bahasa, Volume 1, No. 1, April, hlm 2-14.
Mubarok, A. (2020). Merawat Nalar dan Bahasa.Samarinda:Fakultas Ilmu Budaya UniversitasMulawarman. https://books.google.co.id/books?hl=id&=qq0ZEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA29&ots=Tt2WhVf_fb&sig=QeBIg_zF5wWZiWCCmjQOJzxKZq4&redir_esc=y-v=onepage&q&f-false
Wekke, Ismail Suardi. (2013). Islam dan Adat: Tinjauan Akulturasi Budaya dan Agama dalam Masyarakat Bugis. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 13 (1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).