Efektifitas Kitosan Limbah Kulit Udang dan Alum Sebagai Koagulan dalam Penurunan TSS Limbah Cair Tekstil

Ika Meicahayanti, Marwah Marwah, Yunianto Setiawan

Abstract


Alum merupakan koagulan yang umum digunakan untuk menurunkan TSS dalam air. Fungsi koagulan adalah untuk mendestabilisasikan partikel koloid sehingga dapat menurunkan kandungan partikel terlarut dan tersuspensi. Koagulan dapat berasal dari bahan alami, seperti kitosan, yang dibuat dari limbah. Limbah kulit udang yang dihasilkan oleh salah satu perusahaan di Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 4,5 ton per bulan. Jumlah yang cukup besar tersebut mendorong pemanfaatan limbah menjadi kitosan sebagai koagulan limbah cair tekstil yang memiliki kandungan TSS melebihi baku mutu, yaitu 518-620 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kitosan sebagai koagulan, serta membandingkannya dengan koagulan alum dalam menurunkan TSS. Kitosan dibuat melalui proses preparasi, deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Pengontakkan koagulan dengan limbah cair tekstil menggunakan jartest dengan 100 rpm selama 3 menit dan 40 rpm selama 12 menit. Konsentrasi koagulan kitosan yang digunakan adalah 100, 120, dan 150 mg/L, sedangkan untuk koagulan alum menggunakan dosis optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan mampu menurunkan TSS mencapai 89,5% atau 555 mg/L, dengan dosis optimum 150 mg/L. Pada dosis optimum, koagulan tawas mampu menurunkan hingga 91,9% atau 570 mg/L. Efisiensi tawas yang sedikit lebih tinggi dari kitosan menunjukkan bahwa kitosan mampu berperan sebagai koagulan limbah cair tekstil seperti halnya alum.


Kata Kunci : kitosan, limbah cair, alum, tekstil, TSS


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30872/cmg.v2i1.1630

Refbacks

  • There are currently no refbacks.