Overview of Depression Levels in Elderly People at Tresna Werdha Nirwarna Puri Samarinda Social Home

Nada Octavia Rusman, Muhammad Aminuddin

Abstract


Background : Depression is a mental disorder characterized by a mood that experiences stress, loss of pleasure or interest, feelings of guilt or low self-esteem, impaired eating or sleeping, reduced energy and concentration (Narulita, 2009). One tool for measuring depression is using the Geriatric Depression Scale (GDS) scale. Objective : To determine the incidence of depression in the elderly that occurred at the Tresna Werdha Nirwana Social Home Puri Samarinda. Method : The study design used a descriptive research type with a survey approach. Performed in May 2019 with 30 respondents at the Tresna Werdha Nirwana Social Home Puri Samarinda. Results : 23 elderly did not experience depression and 7 elderly experienced mild depression. Conclusion : Older people who are not depressed may be caused by coping and good social support. And the elderly who experience mild depression are caused by poor social support, a history of illness and age.

Keywords : Depression, elderly

Full Text:

PDF

References


Anton, B; Nursalim; Rauf, S. (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Depresi pada Lansia di Panti Sosial Theodora Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, Vol.5 No.5, 550–554.

Ardianto, E. (2010). Metodologi penelitian untuk public relations kuantitatif dan kualitatif. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Azizah, L. M. (2011). Keperawatan lanjut usia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ballo, I. R., Kaunang, T. M. D., Munayang, H., & Elim, C. (2012). Profil lanjut usia dengan depresi yang tinggal di balai penyantunan lanjut usia senja cerah manado. Jurnal Biomedik, 4, 59–67.

Basuki, W. (2015). Faktor-faktor penyebab kesepian terhadap tingkat depresi pada lansia penghuni panti sosial tresna werdha nirwana puri kota samarinda. EJournal Psikologi, 4(1), 713–730.

Bhayu, A., Ratep, N., & Westa, W. (2014). Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat depresi pada lanjut usia di wilayah kerja puskesmas kubu ii januari-februari 2014. Universitas Udayana.

Budiman. (2011). Penelitian kesehatan buku pertama. Bandung: PT Refika Aditama.

Dewi, S. R. (2014). Buku ajar keperawatan gerontik. Yogyakarta: Deepublish.

Fox-Spencer, R., & Young, A. (2010). Solusi praktis : mengenali, mengatasi dan mengantisipasi depresi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

G.H.W, T. W. (2009). Menghadapi stress dan depresi, seni menikmati hidup agar selalu bahagia. Yogyakarta: Tugu Publisher.

Junaidi, I. (2012). Anomali jiwa. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Kartinah, & Sudaryanto, A. (2008). Masalah psikososial pada lanjut usia. Berita Ilmu Keperawatan, 1, 93–96.

Kurnianto, S., Purwaningsih, & Nihayati, H. E. (2011). Penurunan tingkat depresi pada lansia dengan pendekatan bimbingan spiritual. Jurnal Ners, 6, 156–163.

Kuswati, A. (2016). Penyakit fisik, mental, sosial kultural yang terjadi pada lanjut usia dan penatalaksanaannya. In Asuhan keperawatan gerontik. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Lubis, N. L. (2009). Depresi : tinjauan psikologis. Jakarta: Kencana.

Maramis, M. M. (2014). Depresi pada lanjut usia, 2(1), 27–28.

Muhith, A., & Siyoto, S. (2016). Pendidikan keperawatan gerontik. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Narulita, R. (2009). Perbedaan tingkat depresi antara lansia yang memiliki keluarga dengan lansia yang tidak memiliki keluarga the difference of depression level between geriatric who have family and elderly who don’t Have family. Mutiara Medika Edisi Khusus, 9(2), 101–107.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Olivia, S. (2015). Deteksi dini psikologi balita hingga manula. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Pae, K. (2017). Perbedaan tingkat depresi pad alansia yang tinggal di panti werdha dan yang tinggal di rumah bersama keluaraga. Jurnal Ners Lentera, 5(1), 21–32.

Pandji, D. (2012). Menembus dunia lansia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Parasari, G. A. T., & Lestari, M. D. (2015). Hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di kelurahan sading. Jurnal Psikologi Udayana, 2(1), 68–77.

Prabhaswari, L., & Ariastuti, N. L. P. (2015). Gambaran kejadia depresi pada lanjut usia di wilayah kerja puskesmas petang 1 kabupaten badung bali 2015. Jurnal Intisari Sains Medis, 7(1), 2–7.

Santoso, H., & Ismail, A. (2009). Memahami krisis lanjut usia uraian medis dan pedagogis-pastoral. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Saputri, M. A. W., & Indrawati, E. S. (2011). Hubungan antara dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia yang tinggal di panti werda wening wardoyo jawa tengah. Jurnal Psikologi Undip, 9 (3).

Semium, Y. (2006). Kesehatan mental 2. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sugiyono. (2008). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2010). Metode penelitian administrasi dilengkadi dengan metode r&d. Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi penelitian keperawatan. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Swarjana, I. K. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Taamu, T., Nurjannah, N., Bau, A. S., & Banudi, L. (2017). Penyebab depresi pada usia lanjut di panti sosial tresna werdha minaula. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Wibowo, A. (2014). Metodologi penelitian praktis bidang kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.

Wijayanti, R. (2016). Pengkajian asuhan keperawatan gerontik. In Asuhan keperawatan gerontik. Yogyakarta: Penerbit Andi.




DOI: http://dx.doi.org/10.30872/j.kes.pasmi.kal.v3i2.5087

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :

 https://upload.unmul.ac.id/uploads/e2a1Google-Scholar.pnghttps://upload.unmul.ac.id/uploads/e2a1Garuda.pnghttps://upload.unmul.ac.id/uploads/6e88Ios.pnghttps://upload.unmul.ac.id/uploads/6e88Base.png