Analisis Biaya Produksi dan Pendapatan Usaha Penggemukan Sapi Potong: Studi Kasus Peternakan “Kandang Hijau” di Samarinda

Authors

  • Muhammad Ihzanoor Alfarid Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Mulawarman University
  • Dinar Anindyasari Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Mulawarman University
  • Dede Aprylasari Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Mulawarman University

DOI:

https://doi.org/10.30872/68c32q85

Abstract

Sistem penggemukan sapi potong secara intensif pada skala kecil dan menengah memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan daging lokal dan mendukung stabilitas ekonomi regional di Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya produksi, penerimaan kotor, pendapatan bersih usaha, dan kelayakan ekonomi peternakan sapi potong intensif "Kandang Hijau" yang berlokasi di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2026 menggunakan pendekatan studi kasus tunggal secara komprehensif dengan data yang diperoleh melalui pemantauan lapangan primer, catatan teknis, dan wawancara terstruktur dengan pengelola peternakan. Parameter keuangan dianalisis dengan menghitung total biaya tetap, total biaya operasional variabel, penerimaan kotor tahunan, laba bersih, dan indeks kelayakan finansial menggunakan Revenue-Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil empiris menunjukkan bahwa peternakan mengoperasikan sistem penggemukan intensif dengan total 1.000 ekor sapi potong per tahun yang terbagi dalam 4 siklus produksi, masing-masing 250 ekor selama periode 3 bulan. Total biaya produksi tahunan sebesar Rp13.471.166.667,00, yang didominasi oleh biaya variabel (99,81%), dengan pengadaan sapi bakalan sebagai komponen biaya utama. Total penerimaan kotor tahunan mencapai Rp16.780.000.000,00, yang diperoleh dari penjualan sapi Bali standar dan sapi persilangan eksotik berukuran besar dengan harga premium. Kinerja keuangan tersebut menghasilkan pendapatan bersih usaha tahunan sebesar Rp3.308.833.333,00 bagi pemilik. Nilai R/C Ratio sebesar 1,25 menunjukkan bahwa usaha agribisnis peri-urban ini layak secara ekonomi, efisien, dan memiliki ketahanan struktural terhadap fluktuasi harga input yang dipengaruhi kondisi pasar.

Downloads

Published

2026-03-30