Analisis Potensi Pengembangan Populasi Ternak Ruminansia Berdasarkan Ketersediaan Hijauan Pakan di Kabupaten Bulungan 

Authors

  • Hermansyah Lany Mulawarman University
  • Apdila Safitri Mulawarman University

DOI:

https://doi.org/10.30872/jbey7m22

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi pengembangan sapi potong di Kabupaten Bulungan berdasarkan ketersediaan hijauan pakan yang berasal dari limbah pertanian, lahan tanaman pangan, dan perkebunan melalui analisis Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR) dan Location Quotient (LQ). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sumber data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa Kabupaten Bulungan memiliki potensi pengembangan yang besar dengan total hijauan mencapai 67.311,76 Mg BK th⁻¹ dan kapasitas tampung 29.506,52 ST, sementara populasi riil baru 6.337,64 ST, sehingga masih tersedia peluang peningkatan hingga ±23.168,88 ST. Kecamatan Tanjung Palas Timur merupakan wilayah dengan potensi tertinggi dengan total hijauan 26.116,35 Mg BK th⁻¹, kapasitas tampung 11.448,26 ST, dan peluang peningkatan 10.620,44 ST, diikuti Sekatak, Tanjung Palas Tengah, Peso, dan Tanjung Palas Utara. Analisis LQ mengidentifikasi empat kecamatan basis, yaitu Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Tengah, dan Tanjung Palas Utara. Secara keseluruhan, wilayah yang paling layak dijadikan sentra pengembangan sapi potong di Kabupaten Bulungan adalah Tanjung Palas Timur. 

Downloads

Published

2026-03-30