Kualitas Biourin dari Limbah Ternak Sapi Bali dengan Penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbahan Limbah Kulit Nanas dengan Konsentrasi Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.30872/jn41zn44Keywords:
Biourin, MOL, kulit nanas, urin sapi, pupuk organik cair.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas biourin dari limbah ternak sapi Bali melalui proses fermentasi dengan penambahan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan dasar limbah kulit nanas dalam konsentrasi berbeda. MOL kulit nanas digunakan sebagai bioaktivator untuk meningkatkan kandungan hara dan menurunkan pH biourin agar lebih sesuai sebagai pupuk organik cair. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan: tanpa MOL (P0), MOL 20% (P1), dan MOL 40% (P2), masing-masing dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, kandungan nitrogen (N), fosfor (P₂O₅), kalium (K₂O), karbon organik (C), dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan MOL kulit nanas berpengaruh signifikan terhadap penurunan pH dan peningkatan kandungan fosfor (P₂O₅), dengan perlakuan P2 memberikan hasil terbaik. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada kandungan C organik, nitrogen, dan rasio C/N antar perlakuan. Disimpulkan bahwa penggunaan MOL kulit nanas efektif meningkatkan kualitas biourin, terutama pada aspek pH dan fosfor, sehingga berpotensi sebagai pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
References
Sains J., Lingkungan T., Wahyu B., Ika R., Putra H., and Ratnawati D. (2019). “Pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah dengan penambahan bioaktivator EM4,” Surabaya, Jan.
D. Novia, Mardhiyetti, H. Susanty, A. A. Putra, R. Sriagtula, and A. Sandra. (2022). “Pemanfaatan MOL (Mikroorganisme Lokal) kulit buah nanas dalam pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi di Sipujuk Farm,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 5, no. 2.
S. Syamsia, A. Idhan, and D. Rosanna. (2023). “Akselerasi Hasil Penelitian dan Optimalisasi Tata Ruang Agraria untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan’ Peningkatan Kualitas Pupuk Organik Cair (POC) Urine Sapi Menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) Nenas.”
A. J. Kinardi, A. Yanto, A. Gazali, U. Islam Kalimantan, M. A. Arsyad Al Banjari, P. Studi Agroekoteknologi, and F. Pertanian. “Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair.”
N. F. Abd Ghapar, R. A. Samah, M. S. A. Wahab, S. A. Rahman, and M. H. D. Othman. (2024). “An Insight Into Pineapple Peel Waste Adsorbent for Iron Contaminated Water Through Kinetic and Isotherm Study,” Malaysian Journal of Analytical Sciences, vol. 28, no. 2, pp. 397–411.
E. P. Rachmawati Via Titania. (2021). “Pemanfaatan Kulit Nanas dan Kulit Pisang sebagai Pupuk Organik Cair,”
H. Setyawati, S. Anjarsari, L. T. Sulistiyono, and J. V. Wisnurusnadia. “Pengaruh variasi konsentrasi EM4 dan jenis limbah kulit buah pada pembuatan pupuk organik cair (POC): Effect of EM4 concentration variations and types of fruit skin waste on the production of liquid organic fertilizer (POC).”
I. Saputri. (2021). “Analisis NPK Pupuk Organik Cair dari Berbagai Jenis Air Cucian Beras dengan Metode Fermentasi yang Berbeda,” NPK analysis of liquid organic fertilizer from various types of rice washing water with different fermentation methods.
Hernadianto, S. Supawanhar, S. Sepika, Sunarni, and Yusmaniarti. (2022). “Peningkatan Pendapatan Ekonomi Melalui Pengolahan Limbah Urine Sapi Menjadi POC Bagi Kelompok Tani Desa Air Sulau,” Jurnal Dehasen Mengabdi, vol. 1, pp. 7–12.
B. F. Nimas Sari et al. (2023). “Pelatihan bagi masyarakat Desa Bikang dalam mengolah limbah kulit nanas (Ananas sp.) sebagai pupuk cair,” Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 438–445,
A. Mariana et al. (2021). “Pemberian Mol Nasi Basi dengan Mol Limbah Buah Pepaya dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terong (Solanum Melogena L.),” Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian, vol. 6, no. 2.
A. Adriani and A. Novra. (2018). “Peningkatan Kualitas Biourin Dari Ternak Sapi Yang Mendapat Perlakuan Trychoderma harzianum The Increase of Biourine Quality From Cow Treated With Trychoderma harzianum,” Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, vol. 20, no. 2, pp. 77–84, doi: 10.22437/jiiip.v20i2.4716.
A. N. Adriani. (2017). “Peningkatan Kualitas Biourin Dari Ternak Sapi Yang Mendapat Perlakuan Trychoderma harzianum The Increase of Biourine Quality From Cow Treated With Trychoderma harzianum.”
R. Ullya, G. Mely, A. Haidina, and I. K. Ramadaniati. (2019). “Efektivitas Penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) Buah Maja Sebagai Aktivator dalam Pembuatan Kompos: Effectiveness of Adding Local Microorganisms (MOL) from Maja Fruit as Activators in Compost Making.”
A. Kpéra, A. G. Houngbèmè, F. A. Gbaguidi, S. Gandaho, and C. B. Gandonou. (2019) “Effect of different doses of the dung of cow, human urine and their combination on water and vitamins contents of pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) in southern Benin,” Int J Biol Chem Sci,
A. Ayob et al. (2021), “Pineapple Waste as an Adsorbent to Remove Lead from Synthetic Wastewater Pineapple Waste as an Adsorbent to Remove Lead from Synthetic Wastewater,”
A. Suresh et al. (2019), “Feasibility of cattle urine as nutrient medium for the microalgal biomass production,” Global Journal of Environmental Science and Management.
Rahmawati Ullya, Gustiana Mely, Ali Haidina, And Ismi Khoirul Ramadaniati,(2019) “Efektivitas penambahan mikroorganisme lokal (MOL) buah maja sebagai aktivator dalam pembuatan kompos: Effectiveness of adding local microorganisms (MOL) from maja fruit as activators in compost making.,”
Amiroh, A., Prastyo, A. A., Lestari, M. W., & Puspitorini, P. (2021). Increasing Soybean (Glycine max. L.Merrill) Crop Production by Using Biourine and Organic Mulch. Agro Bali: Agricultural Journal, 4(2), 276–285. doi: 10.37637/ab.v4i2.731.
Andrisma, S. H. W. Y. (2007). Pengaruh Jenis Dekomposer Dan Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Pupuk Cair (Biourine) Kelinci. Pembagian Harta Waris Dalam Adat Tionghoa Di Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang, 1(14), 1–13.
Gurawal, I., Rawendra, R., Warnaen, A., & Jaliyah, A. K. (2021). Pertumbuhan dan Kandungan Nutrien Fodder Jagung (Zea mays) dengan Penyiraman Biourine Sapi. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science).
Hanum, F., Raka, I. D. N., Pandawani, N. P., & Martiningsih, N. G. A. G. E. (2021). The effect of cow biourine concentration on growth and production of mustard plants (Brassica juncea L.). International Journal Segce, 4(2), 146–163.
Jumadi Kinardi, A., Yanto, A., Gazali, A., Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, P., Studi Agroekoteknologi, & Pertanian, F(2021). Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair.
Kinardi, A. J., Yanto, A., Gazali, A., Islam Kalimantan, M. A., & Banjarmasin, P. (2021). Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair. Agroekoteknologi.
M. Santosa, A. Suryanto, & M. D. Maghfoer. (2015). Application of Biourine on growth and yield of shallot fertilized with inorganic and organic fertilizer in Batu, East Java. Agrivita, 37(3), 290–295. doi: 10.17503/Agrivita-2015-37-3-p290-295.
Nugroho, U., Syaban, R. A., & Ermawati, N. (2017). Uji Efektivitas Ukuran Umbi dan Penambahan Biourine Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bibit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences, 1(2), 118–125. doi: 10.25047/agriprima.v1i2.38.
Prastio, P. R., & Farmia, A. (2022). Pemberian Berbagai Macam Pupuk Kandang Dan Dosis Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.). Agropross: National Conference Proceedings of Agriculture, 124–131. doi: 10.25047/agropross.2022.281.
Setyowati, N., Sitompul, N. S. W. N., Muktamar, Z., Barchia, F., & Inoriah, E. (2021). Vermicompost and Biourine Doses Effect on Soil pH, Shallot Growth, and Yield in Ultisol. Journal of Agricultural Science, 3(9), 44–53.
Siregar, S., Sepriani, Y., & Saragih, S. H. Y. (2021). Efek Pemberian Solid Dan Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Mahasiswa Agroteknologi (Jmatek), 2(1), 21–27.
Supriyanto. (2016). Pengaruh Fermentasi Limbah Organik dengan Mikroorganisme Kulit Nanas terhadap Kandungan Unsur Hara. Jurnal Teknologi Pertanian.
Vebriyanti, E., Arief, I., & Dewi, P. (2022). Karakteristik mikroorganisme, pH dan unsur hara urin sapi perah di daerah Bogor, Jawa Barat. Jurnal Agripet, 22(2), 133–140.
Suryani, Y., Hernaman, I., & Ningsih, N. (2017). Pengaruh Penambahan Urea Dan Sulfur Pada Limbah Padat Bioetanol Yang Difermentasi Em-4 Terhadap Kandungan Protein Dan Serat Kasar. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 5(1), 13.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 farhan - mustakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis by http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/ptk/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
