Pertumbuhan dan Produksi Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) di Lahan Pasca Growth and Production of Pakchong Grass (Pennisetum Purpureum cv Thailand) on Post-Mine Land on Difeerent of chicken manure 

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/svpr7852

Keywords:

Kadar protein, Lahan pasca tambang, Pupuk kandang ayam, rumput pakchong

Abstract

Lahan pasca tambang memiliki kesuburan tanah yang rendah. Hal ini dikarenakan ketersediaan kandungan unsur hara makro dan mikro dalam tanah, bahan organik, dan pH yang rendah, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh secara optimal. Pemberian pupuk kandang merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan untuk meningkatkan produksi hijauan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dosis pupuk kandang ayam (0, 1, 2, dan 3 kg petak-1) dan enam kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar, bahan kering, rasio daun dan batang, serta kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam secara signifikan (P<0,05) mempengaruhi variabel diameter batang, dengan hasil terbaik pada dosis 2 kg petak-1. Variabel lainnya, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar, berat kering, dan rasio berat kering daun dan batang, tidak menunjukkan perbedaan signifikan (P>0,05). Kandungan protein kasar rumput Pakchong mengikuti tren perlakuan dosis pupuk kandang ayam yang diberikan. Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 2 kg petak-1 mampu meningkatkan diameter batang dalam pertumbuhan Rumput Pakchong pada lahan pasca tambang.

References

Abror, M., & Fuadi, M. T. (2022). Effect Nutrient "N" Dose on Growth and Protein Content of Napier Pakchong Grass and Zanzibar Napier Grass. Jurnal Nabatia, 10(1), 45–57.

Budiman, B., & Nurjaya, N. (2022). Pengaruh Level Pemberian Pupuk Eco Farming (Ef) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Cv. Pakchong): Effect of Eco-Farming (EF) Fertilizer Levels on Growth and Production of Elephant Grass (Pennisetum purpureum Cv. Pakchong). Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak, 16(1).

Buntoro, B. H., Rogomulyo, R., & Trisnowati, S. (2014). Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Temu Putih (Curcuma Zedoaria L.). Vegetalika, 3(4), 29-39

Daru, T. P., et al. (2019). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Jarak Tanam Terhadap Produksi Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). Jurnal Pertanian Terpadu, 7(1), 38–46.

Iskandar, S., & Suryaningtyas, D. T. (2012). Reklamasi Lahan-Lahan Bekas Tambang: Beberapa Permasalahan Terkait Sifat-Sifat Tanah dan Solusinya. Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi.

Kastalani, K. (2017). Pengaruh pemberian pupuk bokashi terhadap pertumbuhan vegetatif rumput gajah (Pennisetum purpureum). Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 42(2), 123-127.

Li, Y., et al. (2022). Nitrogen Management in Forage Grasses: A Review. Journal of Agricultural Science, 15(3), 45–56.

Marianos, F., Sari, R. M., & Surtina, D. (2024). The Effect of Different Types of Manure on the Content of NDF, ADF, Hemicellulose, and Cellulose in Elephant Grass (Pennisetum purpureum) Cv. Taiwan at the First Cutting. Journal of Animal Nutrition and Production Science, 3(01), 170-182.

Nguyen, T., et al. (2021). Optimizing Fertilizer Doses for Sustainable Forage Production. Sustainable Agriculture Reviews, 12(2), 89–104.

Roidah, I. S. (2013). Manfaat Penggunaan Pupuk Organik untuk Kesuburan Tanah. Jurnal Bonorowo, 1(1), 30–43.

Said, N. I., & Yudo, S. (2021). Status Kualitas Air di Kolam Bekas Tambang Batubara di Tambang Satui, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 22(1), 048-057.

Samal, I., Mansur, I., Junaedi, A., & Kirmi, H. (2020). Evaluasi Pertumbuhan Aren (Arenga Pinnata (Wurmb)) di Lahan Pasca Tambang Pt Berau Coal Kalimantan Timur. Media Konservasi, 25(2), 103-112.

Sonny, S., & Wardhana, I. (2020). Pertambangan Dan Deforestasi: Studi Perizinan Tambang Batubara di Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Renaissance, 5(2), 681-690

Suthipradit, S., et al. (2020). Organic Fertilizer Application on Marginal Land: A Case Study of Pakchong Grass. Journal of Sustainable Agriculture, 34(4), 112–125.

Suherman, D. (2021). Karakteristik, Produktivitas Dan Pemanfaatan Rumput Gajah Hibrida (Pennisetum Purpureum Cv Thailand) Sebagai Hijauan Pakan Ternak. Maduranch: Jurnal Ilmu Peternakan, 6(1), 37-45.

Syauqie, A., Hatta, G. M., Priatmadi, B. J., & Kissinger, K. (2019). Pengaruh Pemberian Kompos dan Posisi Lereng Terhadap Pertumbuhan Sengon (Paraserianthes falcataria) di Lahan Revegetasi Bekas Tambang Batubara. EnviroScienteae, 15(2), 146-153.

Wijaya, A. K. (2021). Introduksi Budidaya dan Fermentasi Rumput Packhong 1 Sebagai Pakan Ternak di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sinergi, 2(1), 25-30.

Downloads

Published

2025-09-30