Media Sosial dengan Sikap Pemilih Pemula

Authors

  • Diana Diana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus

DOI:

https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i4.6789

Keywords:

Media Sosial, Sikap Pemilih Pemula, Pemilu

Abstract

Diusia muda dan terbatasnya wawasan politik, menyebabkan pemilih pemula mudah terikut arus dan mudah mengubah pilihannya. Terlebih lagi, pada saat ini penggunaan media sosial akan membuat pemilih pemula terhasut akan ujaran kebencian, hoaks, dan meme yang dapat memicu konflik dalam Pilkada. Tujuan penelitian ini ialah mengganalisis hubungan antara media sosial dengan sikap pemilih pemula. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, adapun pendekatan yang digunakan adalah korelasi dan komparasi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester I Program studi Admintrasi Negara yang berjumlah 74 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu Library research dan Field Work research. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis pearson r correlation pada tabel 4.12 didapatkan hasil tidak terdapat hubungan antara media sosial dengan sikap pemilih pemula, dengan nilai korelasi sebesar 0.114 dan nilai Sig sebesar 0.335 (P < 0.05), yang menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang kuat media sosial dengan sikap pemilih pemula. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang kuat media sosial dengan sikap pemilih pemula pada pemilihan gubernur Kalimantan Timur.

References

Azwar. (2008). Mencerdaskan pemilih pemula.http://www.ressay_wordpress.com.

Beritagar.id. (2018). Hampir Sepertiga Calo Pemilih Pilkada Pengguna Media Sosial. www.beritagar.id. https://beritagar.id/artikel/berita/hampir-sepertiga-calon-pemilih-pilkada-pengguna-media-sosial

Bisnis.com. (2018). Separuh Populasi Indonesia Aktif di Medsos. www.m.bisnis.com, 31 Januari. http://industri.bisnis.com/read/20180131/105/732548/separuh/populasi-indonesia-aktif-di-medsos.

Chavez, J. (2012). #Fail: The Misuse of Social Media Campaign in the 2012 US PresidentialCampaign.http://www.tcd.ie/policyinstitute/assets/pdf/PL_.

Faridhian, A. F. (2013). Komunikasi Politik di Era Media Sosial. Jurnal komunikasi. ISSN 1907-898X. 8 (1) 13 – 29.

Hadi, S. (2004). Metodologi Research, Jilid 2.

Kharisma, D. (2015). Peran Pendidikan Politik Terhadap Partisipasi Politik Pemilih Muda. Jurnal Politico. 1 (7) 15 – 25.

Komarudin, A. (2004). Perilaku danPartisipasi Plitiki. Jakarta: Rineke Cipta.

Kompas.com. (2018). Riset Ungkap Pols Pemakaian Medsos Orang Indonessia. www.tekno.kompas.com, 1 Maret. https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia.

Kristiadi, J. (2004). Administrasi/ Manejemn Pembangunan. Jurnal Ilmu Politik dan Pembangunan. Volume 6 (1) April 2004.

Rudini. (1994). Atas Nama Demokrasi. Jakarta: Bigraf Publishing.

Santrock, J.W. (2007) Child development. 11th Edition. McGraw-Hill: Boston.

Stieglitz, Stefan & Dang-Xuan, Linh. (2014). Social Media and Political Communication - A Social Media Analytics Framework. Social Network Analysis and Mining. 3. 1277-1291. 10.1007/s13278-012-0079-3.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Yudaruddin, R. (2014). Statistik Ekonomi Aplikasi Dengan Program SPSS Versi 20. Yogyakarta: Interpena.

Downloads

Published

2021-12-27

How to Cite

Media Sosial dengan Sikap Pemilih Pemula. (2021). Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(4), 829-838. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i4.6789