Efektivitas Terapi Menulis Ekspresif Dalam Menurunkan Public Speaking Anxiety Pada Korban Bullying
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i2.5986Keywords:
Terapi Menulis Ekspresif, Kecemasan Berbicara di Depan UmumAbstract
Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji efektivitas metode terapi menulis ekspresif dalam menurunkan public speaking anxiety. Ini merupakan penelitian berjenis eksperimen dengan memakai desain One Group Pretest-Posttest dengan jumlah subjek 20 orang yang dipilih menggunakan Purposive Sampling. Data yang diperoleh diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Paired Sample T-Test menggunakan IBM Statistics 25 for Windows. Uji Paired Sample T-Test yang dilakukan menghasilkan signifikansi Paired Sample Test 0.007 (p<0.05) dengan demikian terbukti bahwa terapi menulis ekspresif efektif dalam menurunkan public speaking anxiety pada siswa-siswi korban bullying kelas XI SMA Methodist Antiokhia Pancur BatuReferences
Acquah, E. O., Topalli, P. Z., Wilson, M. L., Junttila, N., & Niemi, P. M. (2016). Adolescent loneliness and social anxiety as predictors of bullying victimisation. International Journal of Adolescence and Youth, 21(3), 320–331. https://doi.org/10.1080/02673843.2015.1083449
Amali, B. A. (2020). Upaya meminimalisasi kecemasan siswa saat berbicara di depan umum dengan metode expressive writing therapy. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 8(2), 109–118. https://doi.org/10.22219/jipt.v8i2.12306
Aminuddin, D., & Mulyadi, M. (2019). Efektivitas layanan informasi karir dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karir siswa. Consilium, 6(2), 52–56. https://doi.org/10.37064/consilium.v6i2.6365
Basuki, A. T. (2014). Penggunaan SPSS dalam statistik. Yogyakarta: Danisa Media.
Bayhaqi, A. Z., Murdiana, S., & Ridfah, A. (2017). Metode expressive writing untuk menurunkan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa. Psikoislamedia, 2(2), 146–154.
Bolton, G., Howlett, S., Lago, C., & Wright, J. K. (2004). Writing cures: An introductory handbook of writing in counselling and psychotherapy. New York: Brunner-Routledge.
Coloroso, B. (2003). The bully, the bullied, and the bystander. New York: Harper Collins.
Fikri, H. T. (2012). Pengaruh menulis pengalaman emosional dalam terapi ekspresif terhadap emosi pada remaja. Humanitas, 9(2), 103–122. https://doi.org/10.26555/humanitas.v9i2.339
Humaidi, A., Putri, P., Aulia, T. F., & Suhesty, A. (2020). Tweetdiary: Untuk menurunkan tingkat kecemasan berbicara di depan umum. Psikostudia, 9(2), 88–96. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v9i2.3902
KPAI. (2020, February 10). Sejumlah kasus bullying sudah warnai catatan masalah anak di awal 2020, begini kata komisioner KPAI. KPAI. http://kpai.go.id/publikasi/sejumlah-kasus-bullying-sudah-warnai-catatan-masalah-anak-di-awal-2020-begini-kata-komisioner-kpai
Levianti. (2008). Konformitas dan bullying pada siswa. Jurnal Psikologi, 6(1), 1–9.
Martha, L., & Suzanne, V.-F. (2019). Lifespan development: A psychological perspective (2nd ed.). USA: College of Lake Country Foundation.
Morreale, S. P., Spitzberg, B. H., & Barge, K. J. (2007). Human communication. Belmont: Thomson Learning, Inc.
Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2018). Abnormal psychology in a changing world. USA: Pearson Education, Inc.
Niman, S., Saptiningsih, M., & Tania, C. (2019). Pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat kecemasan remaja korban bullying. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(2), 179–184.
Novita, I. (2020). Pengembangan bahan ajar menulis teks cerpen berdasarkan teknik storyboard pada siswa kelas XI SMA. Diglosia, 3(1), 46–52. https://doi.org/10.30872/diglosia.v3i1.29
Onyekuru, B. U., & Ugwu, C. J. (2017). Bullying as a correlate of anxiety among secondary school students in imo state: The counselling implications. American Journal of Educational Research, 5(1), 103–108. https://doi.org/10.12691/education-5-1-16
Papalia, D. E., OldS, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development. New York: McGraw-Hill.
Pörhölä, M., Almonkari, M., & Kunttu, K. (2019). Bullying and social anxiety experiences in university learning situations. Social Psychology and Education, 22(3), 723–742. https://doi.org/10.1007/s11218-019-09496-4
Rice, F. P. (1975). The adolescent: Development, relationship, and culture. Boston: Allyn and Bacon, Inc.
Rochmat, A. P. (2016). Analisis statistik ekonomi dan bisnis dengan SPSS. Ponorogo: Wade Group.
Sandri, R. (2015). Perilaku bullying pada remaja panti asuhan ditinjau dari kelekatan dengan teman sebaya dan harga diri. Jurnal Psikologi Tabularasa, 10(1), 43–57.
Shidiqi, M. F., & Suprapti, V. (2013). Pemaknaan bullying pada remaja penindas (the bully). Jurnal Psikologi Kepribadian Dan Sosial, 2(2), 90–98.
Slee, P. T., & Skrzypiec, G. (2016). Well-being, positive peer relations and bullying in school settings. Switzerland: Springer International Publishing.
Sullivan, K., Cleary, M., & Sullivan, G. (2005). Bullying in secondary schools. London: Paul Chapman Publishing.
Susanti, R., & Supriyantini, S. (2013). Pengaruh expressive writing therapy terhadap penurunan tingkat kecemasan berbicara di muka umum pada mahasiswa. Jurnal Psikologi, 9(2), 119–129.
Tresnawati, F., & Musthafa, B. (2016). Expressive writing in minimizing students public speaking anxiety. International Conference of Sociology Education. https://doi.org/10.2991/icse-15.2016.85
Wekoadi, G. M., Ridwan, M., & Sugiarto, A. (2018). Writing therapy terhadap penurunan cemas pada remaja korban bullying. Jurnal Riset Kesehatan, 7(1), 37–46. https://doi.org/10.31983/jrk.v7i1.3232