Kesepian dan Kecenderungan Perilaku Menyakiti Diri Sendiri pada Remaja dari Keluarga Tidak Harmonis
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i2.5978Keywords:
Kesepian, Perilaku Menyakiti Diri Sendiri Remaja, Keluarga Tidak HarmonisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesepian dan kecenderungan perilaku menyakiti diri sendiri pada remaja dari keluarga tidak harmonis. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat subjek yaitu subjek SZ, ANK, SNM, dan ANA dalam penelitian ini merasakan kesepian terkait dengan kondisi keluarganya yang tidak harmonis. Kesepian tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu kepribadian, keinginan sosial, dan depresi. Ditemukan kesamaan bentuk perilaku menyakiti diri sendiri pada keempat subjek yaitu menggores tangannya menggunakan peniti. Adapun beberapa faktor mempengaruhi perilaku menyakiti diri sendiri yang paling dominan adalah tumbuh di dalam keluarga yang kacau balau, kurang kasih sayang ataupun kurang perhatian, pernah mengalami kekerasan dalam keluarga, dan adanya komunikasi yang kurang baik dalam keluarga.References
Creswell, J. W. (2013). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed edisi ketiga. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Glenn, C. R., & Klonsky, D. (2013). Nonsuicidal self injury disorder: an empirical investigation in adolescent psychiatric patients. Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology, 0 (0), 1-12.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2019). Situasi dan Pencegahan Bunuh Diri. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI
Romas, M. Z. (2010). Self-injury remaja ditinjau dari konsep dirinya. Jurnal Psikologi-ISSN:1858-3970, 8, 40-51.
Santrock, J. W. (2003). Adolescence: perkembangan remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga. Alih bahasa oleh: Shinto B. A. dan S. Saragih
___________. (2007). Remaja. Jilid 1. Edisi 11 Jakarta: Erlangga
Sarbini, W., & Wulandari, K. (2014). Kondisi psikologi anak dari keluarga yang bercerai (the conditions of child psychology toward family divorced). Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 1(1), 1–5.
Sarwono, S.W., & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sutopo. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta
Walsh, B. W. (2012). Treating self-injury, second edition: a practical guide. New York: The Guilford Press.