Konformitas Terhadap Perilaku Agresif Pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i1.5672Keywords:
Konformitas, Perilaku agresifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konformitas terhadap perilaku agresif pada remaja di Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 60 remaja yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala perilaku agresif dan konformitas. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis regresi sederhana dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 20 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif konformitas terhadap perilaku agresif dengan koefisien beta (β) = 0.544, serta nilai t hitung > t tabel (4.944 > 2.002 dan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan semakin tinggi konformitas maka semakin tinggi perilaku agresif, sebaliknya semakin rendah konformitas maka semakin rendah perilaku agresif.References
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2017). Statistik Kriminal 2017. Jakarta: Katalog BPS. Diakses dari http://www.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Statistik-Kriminal-2017.pdf
Baron, R. A. & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial jilid 2 (edisi ke-10). Jakarta: Erlangga.
Chaplin, J. P. (2008). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Damayanti, R.S., Sovitriana, R., Nilawati, E., & Widyayani, F.A. (2018).
Konformitas dan kematangan emosi dengan perilaku agresi pada siswa SMK di Jakarta Timur. Jurnal Sosial dan Humaniora, 2 (3).
Hadi, S. (2000). Statistik jilid II. Yogyakarta: Andi Offset.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Kekerasan Terhadap Anak dan Remaja Edisi 2018. Jakarta: Infodatin. Diakses dari http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/Kekerasan-terhadap-anak.pdf
Levianti. (2008). Konformitas dan bullying pada siswa. Jurnal Psikologi. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul. 6 (1).
Maryati, K. & Suryawati, J. (2012). Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XII. Jakarta: ESIS.
Myers, G. D. (2012). Psikologi sosial buku 2 (edisi ke-10). Jakarta: Salemba Humanika.
Ozkol, H., Zucker, M., & Spinazzola, J. (2011). Pathways to aggression in urban elementary school youth. Jurnal of Community Psychology, 39 (6): 733-748.
Parasayu, Z. (2018). Hubungan antara konformitas dan perilaku agresif pada remaja. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Purwanto. (2010). Metodologi penelitian kuantitatif untuk psikologi dan pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Santrock, J. W. (2010). Remaja jilid 2 (edisi ke-11). Jakarta: Erlangga.
Santrock, J. W. (2013). Perkembangan masa hidup. Jakarta: Erlangga.
Saputri, Y. A. (2015). Hubungan antara konformitas dengan perilaku agresi pada remaja. (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Muhamadiyah Surakarta, Surakarta.
Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Sears, D. O. (2004). Psikologi sosial jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Setiyani, R. Y. (2018). Perilaku agresif remaja. Diakses pada tanggal 17 Maret 2019 dari https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/78696/perilaku-agresif-remaja
Suranto. (2009). Metodologi penelitian dalam pendidikan dengan program SPSS. Semarang: CV. Ghiyyas Putra.
Utami, F. N. H., & Silalahi, B. Y., (2013). Hubungan antara identitas sosial dan konformitas pada anggota komunitas virtual kaskus regional Depok. Jurnal Proceeding Psikologi, 5.