Keterampilan Sosal Dengan Pemujaan Selebriti Pada Penggemar K-Pop Dewasa Awal
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v8i3.5364Keywords:
Pemujaan Selebriti, Keterampilan sosial, PenggemarAbstract
Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan sosial dengan pemujaan selebriti pada penggemar K-Pop dewasa awal di kota Samarinda. Pemujaan selebriti adalah sebuah bentuk identitas yang terdapat di dalam diri para penggemar K-Pop dewasa awal yang merupakan bentuk kekaguman yang tidak biasa dan penghormatan terhadap idola K-Pop tersebut. Keterampilan sosial adalah keterampilan untuk berkomunikasi, menyesuaikan diri, dan keterampilan untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain sesama penggemar K-Pop. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian berjumlah 100 orang. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu keterampilan sosial dan pemujaan selebriti. Analisa data yang digunakan dengan uji analisis korelasi kendall’s tau-b dengan bantuan program Statistical Package for Sosial Sciences (SPSS) 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara keterampilan sosial dengan pemujaan selebriti pada penggemar K-Pop dewasa awal di kota Samarinda dengan nilai hasil r = -0.394 dan p = 0.000 (p < 0.05) yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keterampilan sosial dengan pemujaan selebriti. Sehingga dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima.References
Azwar, S. (2013). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Alwisol. (2014). Psikologi kepribadian. Malang: UMM Press
Budiman, N. (2006). Memahami perkembangan anak usia sekolah dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Darfianti, D., & Bagus Ani Putra, M. G. (2012). Pemujaan terhadap idola pop sebagai dasar intimate relationship pada dewasa awal: sebuah studi kasus. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial. 1 (2) 53-59.
Dyana., P. K. S. D. & Komang. R (2019). Gambaran celebrity worship pada penggemar K-Pop usia dewasa awal di Bali. Jurnal Psikologi Udayana. Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. 6 (2) 291-300.
F., Azizah, Nahrussalwa, Lisnawati, R.A., Sari, & R., Rifayanti. (2016). Tari enggang sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri. Jurnal Psikostudia Universitas Mulawarman. 5 (2), 174-193.
Liza, D. & Maltby, J. (2011). Celebrity Worship and Incidence of Elective cosmetic Surgery: Evidence of a link among young Adults. Journal. Journal of Adolenscent Health. 49 (5), 483-489.
Maltby, J., Houran, M.A., & McCutcheon, L.E. (2003). A clinical interpretation of attitudes and behaviors associated with celebrity worship. The Journal of Nervous and Mental Deseases. 191 (1), 25-29.
Majorsy, U., Kinasih, A. D., Andriani, I., & Lisa, W. (2013). Hubungan antara keterampilan sosial dan kecanduan. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil), 5, 78-84.
Raviv, A., Tal, B., & Horin, B. (1995). Adolescent idolazition of pop singer: Cause, Expression and Reliance. Youth and Adolescene.
Santrock, J. (2006). Life-Span Development: Perkembangan masa hidup. Jakarta: Erlangga.
Wu, S. (2008). Social skill in the workplace: what is social skill and how does it matter. Columbia: University of Missouri.