Hubungan Kecerdasan Menghadapi Kesulitan Dengan Intensi Berwirausaha Pada Anggota Mulawarman Youth Entrepreneur
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v8i1.4851Keywords:
kecerdasan menghadapi kesulitan, intensi berwirausahaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan menghadapi kesulitan dengan niat berwirausaha pada teknik penentuan sampel anggota Mulawarman Young Entrepreneur (MYE) dalam penelitian ini menggunakan total sampling sedangkan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 anggota MYE. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala niat berwirausaha dan skala kecerdasan menghadapi kesulitan. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji korelasi product moment.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan signifikan antara kesulitan menghadapi kecerdasan dengan niat berwirausaha pada anggota MYE Mulawarman University, dengan nilai r = 0,606 dan Sig = 0,034 ( P <0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan. Artinya, semakin tinggi kecerdasan menghadapi kesulitan yang dirasakan anggota maka semakin tinggi pula niat berwirausaha. Sebaliknya semakin rendah kecerdasan menghadapi kesulitan yang dirasakan anggota maka semakin rendah pula tingkat niat berwirausaha.References
Ajzen, I., & Fishbein. (2005). Attitudes and Attitude Change. Chicago: Psychology Press
Arikunto. (2013). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Azwar, S. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Bungin, M. (2008). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Prenadamedia
Drucker, P. F. (1985). Manajemen Tugas Tanggung Jawab dan Praktek. Jakarta: PT. Gramedia
Hadi, S. (2005). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kurniasih, A. L., & Herminingsih. (2013). Persepsi Mahasiswa Terhadap Kuliah Kewirausahaan dan Pengaruhnya Terhadap Sikapda Intensi Berwirausaha Mahasiswa. Jurnal Ekonomi dan Sosial. 2(2), 129-146.
Kusuma, A. R., Adriansyah, M. A., & Prastika, N. D. (2013). Pengaruh Daya Juang, Kecerdasan Emosional, dan Modal Sosial Terhadap Organizational Citizenship Behavior Dengan Persepsi Keadilan Organisasi Sebagai Variabel Moderasi. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 2(2), 100-116.
Kourilsky, M. L., & Walstad, W. B. (2008). Entrepre-neurship and Female Youth: Knowledge, Attitudes, Gender Differences and Educational Practices. Journal of Business Venturing, 13 (1) 77-88.
Leman. (2007). Memahami Adversity Quotient. Journal Anima Indonesian Psychological. 17(1),12-21
Liano, A. J. (2009). The University Environtment and Academic Enterpreneurship: A BehavioralModel for Measuring Environtment Success. Journal Technology Management. 2(4), 1-15
Mahesa., & Rahardja, E. (2012). Analisis Faktor-Faktor Motivasi Yang. Mempengaruhi Minat Berwirausaha. Jurnal Manajemen. 1(1), 120-137.
Meredith, A. (2002). Kewirausahaan Teori dan Praktek. Jakara: PT. Pustaka Binaman Presindo
Nashori, S. (2007). Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Prasasta, Z. D. (2018). Hubungan Antara Adversity Quotient Dengan Intensi Berwirausaha Pada Mahasiswa Psikologi Tingkat Akhir. Jurnal Psikologi Indonesia. 2(2), 21-36
Peng., & Zhengxia. (2012). Entrepreneurial Intention And Its Influencing Factors: A Survey Of The University Sains Malaysia (Usm). Journal Of Management And Entrepreneurship. 1(2), 8-20
Pekerti, A. (2000). Mitos da Teori dalam Pengembangan Kewirausahaan. Semarang: PT. Bumi Aksara
Rahardjo, P., & Darmawan, A. (2014). Hubungan Kemandirian Dan Motivasi Berpretasi Pada Intensi Berwirausaha Pada Mahasiswa. Jurnal penelitian Humaniora. 2(1), 41-56
Riyanti, B. P. (2003). Kewirausahaan dari Sudut pandang Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT. Gasindo.
Sabri. (2013). Strategi Belajar Mengajar. Padang: PT. Penerbit Quantum
Saiman, L. (2009). Kewirausahaan, Teori: praktik dan kasus-kasus. Jakarta: Salemba Empat
Stoltz, P. (2000). Adversity Quotient (Terjemahan): Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: PT. Gasindo
Sutrisno. (2003). Manajemen Keuangan. Teori konsep dan aplikasi, edisi pertama. Yogyakarta: EKONISIA.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatf, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta
Suharti., & Sirine. (2011). Faktor yang Berpengaruh Terhadap Niat Kewirausahaan. Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis. 1(2), 76-91
Vemmy, S. C. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intensi Berwirausaha Siswa Smk Di Jogjakarta. Jurnal Pendidikan Vokasi. 2(1), 117-125
Wahyono, A. (2013). Analisis Perkiraan Nilai Ganti kewirausahaan. Jurnal Manajemen Ekonomi. 1(2), 12-28
Watts, G. W. (2000). Psychologist-Enterpreneurs: Roles, Roll-Ups, And Rolodexes. Journal the Psychologist-Manager. 4(1), 79-90
Wijaya, T. 2007. Hubungan Adversity Intelligence dengan Intensi Berwirausaha (Studi Empiris pada siswa SMK 7 Yogyakarta. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. 9(3), 117-127
Yuwono., Susatyo., & Partini. (2010). Pengaruh Pelatihan KewirausahaanTerhadap Tumbuhnya Minat Berwirausaha. Jurnal Penelitian Humaniora. 9(2), 119 – 127
Zahreni, S., & Pane, R, S. (2012). Pengaruh Adversity Quotient terhadap Intensi Berwirausaha. Jurnal Ekonom. 15(4), 21-48
Zimmerer, W. T. (2002). Essential of Enterpreneurship and Small Business Management. Third Edition. New York: Prentice-Hall.