Hubungan Optimisme Dengan Produktivitas Kerja Pada Mitra Go-Car
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v7i4.4841Keywords:
produktivitas kerja, optimismeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan produktivitas kerja mitra GO-Car di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah Go-Car partner di Kota Samarinda. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 mitra Go-Car. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala optimisme dan produktivitas kerja. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji korelasi Pearson R, dengan bantuan program Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) 21.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara optimisme dengan produktivitas kerja, dengan nilai r = 256 dan Sig = 0,010 (p <0,05). Artinya, semakin tinggi optimisme menjadi partner GO-CAR maka akan semakin tinggi pula tingkat produktivitas kerjanya. Sebaliknya jika semakin rendah optimisme mitra GO-CAR maka tingkat produktivitas kerja akan semakin rendah.References
Ali, M., Kharis, A., & Karlina, D. (2018). Faktor-Faktor Yang Menjadi Pertimbangan Dalam Penggunaan Jasa Ojek Online (Go-Jek) Di Kota Mataram. Jurnal Jip. 6(2) 75-84
Carver, C. S., & Scheier, M. F. (2002). Optimism Handdbook Of Positive Psychology. New York: Oxford University Press
Goleman, D. (2002). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than Iq For Character, Healthy, And Life Long Achievement. New York: Bantam Books.
Ide, P. (2010). Imunisasi Mental Untuk Bangkitkan Optimisme. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Khalatbari, J. (2012). The Relationship Between Optimism and Mental Healt In A Non-Profit Student Branch Of Tonekabon. Indian Journal Of Fundamental And Applied Life Sciences, 2(2), 304-311
Kusnendi, (2003). Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Pput
Margaret, H. G., & Arakawa, D. (2006). Optimistic Managers & Their Influence on Productivity & Employee Engagement in A Technology Organization. Journal A Penn Libraries University of Pennsylvania, 2 (1), 1-32.
Saksono, S. (1997). Administrasi Kepegawaian. Yogyakarta: Kanisius.
Safaria, T. (2007). Optimismtic Quotient. Yogyakarta: Pyramid Publisher.
Schermerhorn, J. R., Hunt, J. G., Osborn, R. N., & Uhl, M. (2010). Organizational Behavior 11th Edition. New Jersey: John Wiley & Sons.
Sedarmayanti. (2009). Sumber Daya Manusia Dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju.
Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Dan Pengembangan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Simamora, H. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Stie Ykpn.
Seligman, M. (2008). The Optimistic Child. Bandung: Pt. Mizan Pustaka.
Siagian, S. P. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi. Pertama). Jakarta: Binapura Aksara.
Sinungan, M. (2011). Produktivitas Apa Dan Bagaimana. Jakarta: Penerbit Bumiaksara.
Sutrisno. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Kencana.
Sofia, L. (2012). Hubungan Konsep Diri Dan Kematangan Emosi Dengan Motivasi Berprestasi. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 1(2), 81-90.
Tjakranegara, S. (2010). Hukum Pengangkutan Barang Dan Penumpang. Jakarta: Rineka Cipta.
Wellins, R. S., Bernthal, P., & Pleps, M. (2008). Employee Engagement: The Key to Realizing Competitive Advantage. Journal of Happiness Studies. 2(2), 2-27.
Zulhanafi, A. H., & Efrizal. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Dan Tingkat Pegangguran, Jurnal Kajian Ekonomi, 2 (3), 2-16.