Hubungan Empati Dengan Altrurisme Pada Anggota Gerakan Pramuka
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v7i4.4840Keywords:
empati, altrurismeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan altrurisme pada anggota Gerakan Pramuka Kota Samarinda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap elemen (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Untuk pengambilan sampel ditentukan dengan simple random sampling, yaitu pengambilan sampel anggota dari suatu populasi dilakukan secara acak tanpa memandang strata yang ada dalam populasi tersebut. Jumlah sampel yang digunakan sebagai penelitian adalah 95 anggota Gerakan Pramuka Kota Samarinda. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala altruisme dan skala empati. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji korelasi Pearson R, sebelum memasuki uji korelasi Pearson R perlu dilakukan uji asumsi normalitas dan linieritas dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 21.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara empati dan altruisme pada anggota Gerakan Pramuka Kota Samarinda, dengan r = 0,626 dan nilai Sig = 0,000 (p <0,05).References
Adriansyah, M. A., Rama, T. A., Anggara, A., Kridani, M. S., & Afani, A. A. (2016). Pengaruh Pelatihan Meditasi dan Self Hypnosys Untuk Meningkatkan Empati. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 5(1), 29-38.
Aqib, Z., & Sujak. (2011). Panduan dan Aplikasi Pendidikan Karakter. Jakarta: Gaung Persada Press
Andreasson, P. (2010). Emotional Empathy, Facial Reactions, and Facial Feedback. Upsala: Acta Universitatis Upsaliensis press.
Arikunto, S. (2013). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Asih, G. Y., & Pratiwi, M. M. S. (2010). Perilaku Prososial Ditinjau Dari Empati Dan Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus. 1(1), 33-42.
Batson, C. D., (2008). Empathy- Induced Altruistic Motivation, Journal Personality And Social Psychology. 2(4). 1-30.
Baron,R. A., & Byrne. D. (2005). Psikologi Sosial Jilid 2 Edisi Sepuluh. Jakarta: Erlangga. Bungin, B. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif. Rajawali Pers. Jakarta.
Dayakisni, T., & Hudaniah. (2009). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.
Farsides, T. (2007). The Psychology Of Altruism. Journal Of Department Psychology. 20(8), 474-477
Faturochman. (2006). Pengantar Psikologi Sosial. Yogyakarta: Pinus.
Garliah, L., & Wulandari, B. (2003). Hubungan Antara Religiusitas dengan Altruisme pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang Beragama Islam. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 1(2) 115-127.
Gailliot, T. M., & Maner, K. J., (2007). Altruism And Egoism : Prosocial Motivations For Helping Depend On Relationship Context, European Journal Social Psychology, 37, 347-358
Garton, A.F., & Gringart, E. (2005). The Development Of a Scale to Measure Empathy in 8- and 9 year Old Children. Australian Journal Education and Development psycology.112 (2), 275-281.
Ghozali, I. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. (Edisi Ke 4). Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Howe, D. (2015). Empati makna dan pentingnya perilaku menolong. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pareek, S., &Jain, M. (2012). Subjective Wellbeing In Relation To Altruism And Forgiveness Among School Going Adolescents. International Journal Psychology And Behavioral Sciences. 2(5), 138-141.
Magdalena. (2012). Pengaruh Empati terhadap Perilaku Altruisme sesama Pengendara Sepeda Motor. Jurnal Psikologi Indonesia, 2(7), 120-144.
Myers, D. G. (2012). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Salemba Humanika.
Nurhidayati, T. (2012). Empati Dan Munculnya Perilaku Altruistik Pada Masa Remaja (Studi Analisis Dunia Remaja). Journal Edu-Islamika. 4(1), 101-123
Nashori., & Fuad. (2008). Psikologi Sosial Islami. Jakarta: PT Refika Aditama
Sabiq, Z., & Djalali, M. A. (2012). Kecerdasan Emosi, Kecerdasan Spiritual & perilaku altruistic Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Pamekasan. Persona Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2), 53- 65.