Hubungan Konflik Peran Ganda dan Tipe Kepribadian DISC Terhadap Sindrom Kelelahan (Burnout)
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v7i1.4705Keywords:
konflik familly kerja, tipe kepribadian DISC, burnoutAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik keluarga kerja dan kepribadian DISC terhadap burnout dengan karyawan wanita menikah di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan quota sampling dan purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah 200 karyawan wanita menikah di Kalimantan Timur. Metode pengumpulan data menggunakan burnout skala ordinal dan konflik keluarga, dan satu set tes psikologi yaitu tes DISC untuk mengukur tipe kepribadian DISC. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan uji kruskal wallis dan korelasi kendall tau dengan bantuan Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) 20.0 untuk program windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara konflik keluarga dengan burnout melalui uji korelasi kendall tau dengan hasil R sebesar 0,056 dan nilai signifikan 0,000 (p <0,05) dan ada hubungan positif dan signifikan antara tipe kepribadian DISC dengan burnout terhadap Pegawai wanita menikah di Kalimantan Timur ini dapat dilihat dengan hasil uji komparasi kruskal wallis dengan nilai signifikan 0,000 (p <0,05).References
Apollo & Andi C. (2012). Konflik peran ganda perempuan menikah yang bekerja ditinjau dari dukungan sosial keluarga dan penyesuaian diri. Jurnal Widya Warta, 1 (2), 254-271.
Badan Pusat Statistik. (2013). Keadaan angkatan kerja di Indonesia Februari 2013. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2017). Keadaan angkatan kerja di Indonesia Februari 2017. Jakarta: BPS.
Daroni. (2013). Perilaku organisasi (Jilid I). Samarinda: UPTD PPHH Wilayah Tengah.
Dewi, L. S., & Pramesti P. P. (2012). Tingkat burnout ditinjau dari karakteristik demografis (usia, jenis kelamin dan masa kerja) guru SDN inklusi di Surabaya. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1 (2), 102-115.
Fassa, A. A. & Miftahuddin. (2014). Pengaruh work-family conflict, self-efficacy dan faktor demografik terhadap burnout. Tazkiya Journal of Psychology 20 (1), 27-41.
Frone, M.T., Russell M., & Cooper M. (1992). Antecedents and outcomes of work-family conflict: testing a model of the work-family interface. J. Appl. Psychol, 77 (2), 65-78.
Islami, Z. N. & Lindawarti K. (2016). Analisis tingkat burnout guru mts assa ‘idiyyah ditinjau dari tipe kepribadian DISC. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 7 (1), 48-62.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2016). Statistik Gender Tematik – Potret Ketimpangan Gender dalam Ekonomi. Jakarta: KPPPA.
Leiter, M. P. & Christina, M. (2003). Areas Of Worklife: A structured Approach to Organizational Predictors of Job Burnout. Journal Research in Occupational Stress and Well Being, 3 (1), 91-134.
Mutiasari. (2010). Strategi mengatasi burnout di tempat kerja. Jurnal Pro Bisnis, 3 (1), 40-47.
Permana, M., Z. (2017). Panduan praktis personality assessment. Jakarta: Raih Asa Sukses.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sofia, L. (2013). Hubungan kualitas komunikasi dengan konflik peran ganda istri yang bekerja. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 2(1), 37-45.
Tusianti, E. (2016). Peran Ganda Ibu Masa Kini dalam Angka. Diakses dari https://www.kompasiana.com/tusianti/peran-ganda-ibu- masa-kini-dalam-angka_585c5d5c43afbd27359f62cd.Ema.Tusianti. 2016.
Wibowo. (2015). Perilaku dalam organisasi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Wirakristama, R. C. (2011). Analisis Pengaruh Konflik Peran Ganda (Work-Family Conflict) Terhadap Kinerja Karyawan Wanita Pada PT Nyonya Meneer Semarang dengan Stres Kerja Sebagai Variabel Intervening (Skripsi). Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.