Pengaruh Konformitas dan Regulasi Emosi Terhadap Perilaku Cyberbullying

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v6i4.4672

Keywords:

cyberbullying, kesesuaian, regulasi emosi

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konformitas dan regulasi emosi terhadap perilaku cyberbullying siswa SMKN 15 Samarinda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 siswa dengan pengambilan sampel secara acak sederhana. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku cyberbullying, konformitas, dan skala regulasi emosi. Data dianalisis dengan model regresi. Hasil penelitian dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa: (1) tidak ada pengaruh konformitas terhadap perilaku cyberbullying siswa SMK, nilai yang diperoleh adalah () = 0,137, nilai t <t tabel (1,750 <1,980) dan p value = 0,083 (p> 0,05); (2) terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku cyberbullying siswa SMK, nilai yang diperoleh adalah (), nilai t <t tabel (-7,299 <1,980) dan p value = 0,000 (p <0,05); (3) terdapat kesesuaian dan regulasi emosi terhadap perilaku cyberbullying siswa SMK, nilai yang diperoleh adalah F hitung> F tabel (26,655> 3,073) dan p value = 0,000 (p <0,05). Sumbangan variabel (R2) kesesuaian dan regulasi emosi terhadap perilaku cyberbullying siswa SMK sebesar 31,3%.

References

Adriansyah, M. A., & Hidayat, K. (2013). Pengaruh harga diri dan penalaran moral terhadap perilaku seksual remaja berpacaran. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 2(1), 1-9.

Adriansyah, M. A., & Rahmi, M. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Moralitas Remaja Awal. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 1(1), 1-16.

Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Ang, R. P., & Goh, D. H. (2010). Cyberbullying among adolescents: The role of affective and cognitive empathy and gender. Child Psychiatry Hum Dev, 42 (4), 387-397.

Anggraeny, N. (2014). Rational Emotive Berhaviour Therapy (REBT) Untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Pada Remaja Korban Kekerasan Seksual. Tesis. Sumatera Utara: Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2016). Survei Internet 2016. Diakses pada tanggal 19 Agustus 2017.

Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi Sosial. Jilid 2. Edisi kesepuluh. Alih Bahasa: Ratna Djuwita. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Budiarto, T. H., & Ervina, I. (2013). Hubungan Antara Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying pada Remaja. Jurnal Psikologi, 9 (1), 31-45.

Cowie, H., & Jennifer, D. (2008). New Perspectives on Bullying. New York: Open University Press.

Eisenberg, N., Fabes, R. A., Guthrie, I. K., & Reiser, M. (2000). Dispositional Emotionality and Regulation: Their Role in Predicting Quality of Social Functioning. Journal of Personality and Social Psychology, 78 (1), 136-157.

Gross, J. J., & Thompson, R. A. (2007). Emotion Regulation Conceptual. Handbook of Emotion Regulation. Edited By James J. Gross. New York: Guilfors Publication.

Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2010). Cyberbullying and Self-esteem. Journal of School Health, 80 (12), 614-621.

Irianto, B. R, Yusanto., & Putri, B. (2015). Pengaruh Penggunaan Instant Messaging Line terhadap Efektifitas Komunikasi Interpersonal. e-Proceeding of Management Journal, 2 (3), 4216-4222.

Kowalski, M., Limber, S., & Agatston, P. W. (2012). Cyberbullying: Bulling in the Digital Age. Second Edition. USA. Wiley Blackwell.

Levianti. (2008). Konformitas dan Bullying pada Siswa. Jurnal Psikologi, 6 (1),1-9.

Mawardah, M., & Adiyanti, M. G. (2014). Regulasi Emosi dan Kelompok Teman Sebaya Pelaku Cyberbullying. Jurnal Psikologi, 41 (1), 60-73.

Mishna, F., Saini, M., & Solomon, S. (2009). Ongoing and Online: Children and Youth’s Perceptions of Cyberbullying. Journal of children and Youth Service Review, 31 (1), 1222-1228.

Myers, D. G. (2005). Social Psychology. (5th ed). USA: McGraw-Hill Companies, Inc.

Oetomo, S. D. (2007). Pengantar Teknologi Informasi Internet: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset.

Sartana., & Afriyeni, N. (2017). Perundungan Maya pada Remaja Awal. Jurnal Psikologi Insight, 1 (1), 25-39.

Sears, D. O. (2005). Psikologi Sosial Edisi Ke-5. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV Alfabeta.

Taylor, E. S., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2009). Psikologi Sosial (Edisi ke XII). Jakarta: Kencana Prenanda Media Grup.

Umasugi, S. (2013). Hubungan antara Regulasi Emosi dan Religiusitas dengan Kecenderungan Perilaku Bullying pada Remaja. Jurnal Psikologi, 2 (1).

Varjas, K., Talley, J., Meyers, J., Parris, L., & Cutts, H. (2010). High School Students Perceptions of Motivations for Cyberbullying: An Exploratory Study. Western Journal of Emergency Medicine, 11 (3), 269-273.

Wade, C., & Tavris. (2007). Psikologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Widuri, E. L. (2010). Kepribadian Big Five dan Strategi Regulasi Emosi Ibu Anak ADHD (Atenttion Deficit Hyperectivity Disorder). Jurnal Humanistik, 7 (2), 124-137.

Willard, N. (2005). Cyberbullying and cyberthreats. Washington: U.S. Department of Education.

Williams, J. L. (2012). Teens, Sexts, & Cyberspace: The Constitutional Implications of Current Sexting & Cyber-bullying Laws. Williams & Mery Bill of Right Journal, s20 (3), 1017-1050.

Downloads

Published

2018-12-10