Kecerdasan Emosi dan Strategi Penyelesaian Masalah Pada Orang Tua Tunggal

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v6i3.4660

Keywords:

kecerdasan emosional, strategi koping, orang tua tunggal

Abstract

Penelitian tentang kecerdasan emosional dan strategi pemecahan masalah ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional dan strategi pemecahan masalah pada wanita orang tua tunggal, bagaimana orang tua tunggal yang memiliki berbagai macam masalah mampu mengelola emosi dan keputusannya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Masalah yang mereka hadapi, kondisi seperti ini tentunya akan semakin sulit ketika mereka harus menjalankan peran ganda bagi anaknya. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden diambil berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan tiga subjek. Hasil penelitian deskripsi kecerdasan emosional yang dimiliki subjek NE menunjukkan bahwa dirinya merasa kecewa, marah dengan kondisinya saat ini, namun subjek NE berusaha menerima kenyataan dan memotivasi dirinya untuk segera menyelesaikan masalah yang dihadapi keluarganya. Gambaran emosional subjek MB menunjukkan bahwa subjek merasa marah, terpuruk, sedih sehingga menutup diri dari lingkungan, hal ini membuat subjek memilih untuk menanggung masalahnya sendiri daripada harus meminta bantuan seseorang. Gambaran emosi pada subjek MS menunjukkan bahwa subjek MS merasa sedih, kecewa karena status yang ada pada dirinya, namun hal ini tidak membuat subjek MS berlarut-larut dalam kesedihan, subjek perlahan mulai menerima kehidupan barunya dan memilih untuk segera mencari solusi dalam setiap masalah.

References

Anggraeni, N., & Nova, A, S. (2015). Strategi Bertahan Hidup Dari Ibu Tunggal Pedagang Kelas Menengah Di Surabaya. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, Vol. 01, No. 03, Hal. 286-300. Diakses pada tanggal 27 September 2016

Bell, R. (1991). Marriage and family interaction. 3rd edition. Illionis: The Dorsey Press.

Cahyono, R., & Astri, T. P. (2014). Coping Pada Ibu Yang Berperan Sebagai Orangtua Tunggal Pasca Kematian Suami. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, Vol. 3, No. 1. Diakses pada tanggal 16 September 2015

Creswell, J. W. (2010). Research Design: Quantitative And Qualitative Approach. London: Sage.

Diana, T., & Listyanti, E. (2014). Regulasi Emosi Pada Ibu Single Parent. Jurnal Psikologi Integratif, Vol. 2, No. 1, Juni 2014, Hal. 86 – 92.

Kusuma, A. R., Adriansyah, M. A., & Prastika, N. D. (2013). Pengaruh Daya Juang, Kecerdasan Emosional, dan Modal Sosial Terhadap Organizational Citizenship Behavior Dengan Persepsi Keadilan Organisasi Sebagai Variabel Moderasi. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 2(2), 100-116.

Kotwal, N., & Prabhakar, B. (2009). Problem faced by single mother. Journal of Social Scince, 21 (3), 197-204.

Miranda, D. (2013). Strategi Coping dan Kelelahan Emosional Pada Ibu Yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. eJournal Psikologi, Vol. 1, No. 2, Hal. 133-145.

Nur, A. K. (2014). Stres Ibu Tunggal Yang Memiliki Anak Autis. Jurnal Psikologi, Vol. 2, No. 7. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2016

Nova, A., Edy, S., & Nyoman, T. H. (2014). Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Minat Membaca Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntasi Dengan Kepercayaan Diri Sebagai Variabel Moderasi. E-Jurnal S1 Ak, Vol 2, No. 1. diakses pada tanggal 25 September 2015

Pranandari, K. (2008). Kecerdasan Adversitas Ditinjau Dari Pengatasan Masalah Berbasis Permasalahan Dan Emosi Pada Orangtua Tunggal Wanita. Jurnal Psikologi, Vol. 1, No. 2. diakses pada tanggal 25 September 2015

Putri, W. A. (2015). “Analisis Pengaruh Kecerdasan Emosi Terhadap Perencanaan Karir Individual Pada Wanita Yang Memiliki Konflik Peran Ganda”.Vol. 4,No.1.

Salovey, P., & Mayer, J. D. (1993). “The Intellegence of Emotional Intellegence”. Journal of Educational Psychology, 17, 433-442.

Saptoto, R. (2010). Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Kemampuan Coping Adaptif. Jurnal Psikologi. Vol: 37, No. 1, 13 – 22.

Downloads

Published

2018-09-07