Hubungan Kepercayaan Diri dan Kecerdasan Emosi Dengan Perilaku Merokok
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v6i2.4560Keywords:
perilaku merokok, kepercayaan diri, kecerdasan emosi.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dan kecerdasan emosi terhadap perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 40 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 80 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku merokok, skala kepercayaan diri, dan skala kecerdasan emosi dengan model skala likert. Data penelitian dianalisis dengan regresi linier berganda dengan program Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) 20.0 untuk Windows. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepercayaan diri dan kecerdasan emosi terhadap perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 40 Samarinda dengan R = 0,235, Fvalue = 2,247 (Fvalue <Ftabel = 3,0718), R2 = 0,055 dan p = 0,113 (p> 0,05). Selain itu, dari hasil model analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepercayaan diri terhadap perilaku merokok dengan beta = -0,013, nilai tv = 0,-0,093 (nilai tv <ttabel = 1,991), dan p = 0,926 (p > 0,05). Kemudian, analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional terhadap perilaku merokok, dengan beta = -0.226; nilai t = -1,579 (nilai t <t tabel = 1,991) dan p = 0,118 (p> 0,05).References
Ali, M., & Asrori, M. (2012). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Brackett, M., Rivers, S., & Salovey, P. (2011). Emotional intelligence: Implications for personal, social, academic, and workplace success. Journal of Social and Psychology, 5(1), 88-103.
Chaplin, J. P. (2011). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Rajawali Press.
Fatimah, E. (2006). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Pustaka Setia.
Hakim, T. (2002). Mengatasi rasa tidak percaya diri. Jakarta: Puspa Swara.
Kauma, F. (2003). Sensasi remaja di masa puber. Jakarta: Kalam Mulia.
Kusuma, A. R., Adriansyah, M. A., & Prastika, N. D. (2013). Pengaruh Daya Juang, Kecerdasan Emosional, dan Modal Sosial Terhadap Organizational Citizenship Behavior Dengan Persepsi Keadilan Organisasi Sebagai Variabel Moderasi. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 2(2), 100-116.
Masaong, A. K., & Tilome, A. A. (2011). Kepemimpinan berbasis multiple intelligence. Bandung: Alfabeta.
Nasution, I. K. (2007). Perilaku merokok pada remaja. Tesis (Tidak diterbitkan): Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara.
Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas). (2013). Badan penelitian dan pengembangan kesehatan kementrian ri tahun 2013. Artikel. Diakses dari https://www.google.co.id/search?q=riskerdas+2013&oq=riskerdas+2013&aqs=chrome..69i57j0l5.2899j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF-8#
Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J. W. (2007). Remaja. Jilid 2 (Edisi Ke-11). Jakarta : Erlangga.
Suseno, T. A. (2009). EQ orang dewasa VS EQ anak. Yogyakarta: Locus.
Tim Harmoni. (2013). Uji dan asah EQ anda. Jakarta: Harmoni.
Tsaousis, I., & Nikolaou, I. (2005). Exploring the relationship of emotional intelligence with physical and psychological health function. Stress and Health, 21(2), 77-86.
Widyastuti, Y. (2009). Kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya.
World Health Organization. (2015). WHO global report on trends and prevalence of tobacco smoking. Artikel. Diakses dari http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/156262/1/9789241564922_eng.pdf
World Health Organization. (2016). Tobacco. Artikel. Diakses dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs339/en/
Wulan, D. K. (2012). Faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku merokok pada remaja. Jurnal Humaniora, 3(2), 504-511.