Gambaran Resiliensi Seorang Ibu yang Memiliki Anak Dewasa Skizoprenia
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v6i2.4554Keywords:
ketahanan, skizofrenia, ibu dengan anak gangguan mental.Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran ketahanan seorang ibu yang memiliki anak kandung dengan gangguan jiwa skizofrenia. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan data dokumentasi yang berkaitan dengan 4 subjek, yaitu ibu yang memiliki anak skizofrenia dengan bukti rekam medis dari Rumah Sakit Jiwa Atma Husada Mahakam Samarinda. Pada Subjek JU, dapat dilihat dari aspek resiliensi dan kurangnya faktor pendukung yang mempengaruhi resiliensi subjek JU untuk memenuhi tahapan resiliensi yang berkembang. Subjek MA, mencapai tahap berkembang dari subjek MA selalu diberi saran dan dorongan oleh suami mereka sendiri, diberikan hal-hal positif dalam menghadapi masalah. Subjek MA memiliki pemikiran sendiri yang harus dapat menangani masalah di masa depan karena mereka belajar dari masalah sebelumnya. Subjek FA, mencapai tahap perkembangan pesat karena subjek FA memiliki pemikiran harus berani menghadapi masalah, dan merasakan ikatan batin dengan anak-anak mereka yang membuat subjek FA menjaga semangat merawat anak kandung mereka. Subjek IN, mencapai tahap yang berkembang pesat dari subjek IN memiliki rencana kehidupan masa depan sehingga anak-anak mereka selalu terpelihara dengan baik, kondisi IN subjek selalu tampak tersenyum kepada orang-orang ketika mereka bertemu.References
Anjaswari, A. (2003). Dampak perceraian pada pembentukan nilai pernikahan remaja akhir putri : suatu penelitian kualitatif terhadap remaja akhir putri dari keluarga bercerai dengan keluarga utuh. (Skripsi). Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Asyanti, S. (2013). Dinamika permasalahan pada orangtua yang memiliki anak dengan penyakit kronis dalam mengantarkan anak menjadi pribadi yang lebih sehat dan berkarakter tangguh. Diambil pada tanggal 25 Maret 2014.
World Health Organization. Diakses pada 17 Juli 2017.
Australian Institute of Health and Welfare. (2005). Chronic Kidney Disease in Australia. Canberra: AIHW Cat No PHE 68. Arif, I.S. (2006). Skizoprenia: Memahami Dinamika Keluarga Pasien, Bandung: PT. Rafika Aditama.
Azwar, S. (2007). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Andayani. B., & Koentjoro. (2007). Peran Ayah Menuju Coparenting. Sidoarjo: Laros.
Andreasen, N. C. (2008). The Broken Brain: The Biological Revolution in Psychiatry. New York: Harper & Row.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed Revisi VI, Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta.
Bungin, B. H. M. (2007); Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu social, Jakarta: Kencana Prenama Media Group.
Berk, L. E. (2012). Development through the life edisi kelima. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Connor K. M., & Davidson, J. R. T (2003). Development of a New Resilience Scale:
The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC)”. Depression and Anxiety. 18, 76-82.
Carpenter, W. T. (2010). Conceptualizing Schizophrenia Through Attenuated Symptoms in the Population, American Journal of Psychiatry, 167, 9.
Creswell W. J. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Coulson, R. (2006). Resilience and self-talk in. Thesis. University Students: University of Calgary.
Dewi, S. D. (2017). Diduga mengalami gangguan jiwa, ibu tega aniaya anak kandungnya sendiri. Diakses 31 Juli 2018
Direja, A. H. S. (2011). Buku Asuhan Keperawatan Jiwa. Nuha Medika, Yogyakarta.
Dwyer, N. (2007). Strengthening the human spirit: The road to resilience. The
Griffith Child Care Centre Inc.
Everall, R. (2006). Creating a Future: A Study of Resilience in Suicidal Female Adolescent. 84. 461-470.
Friedman, Marilyn M. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga : Riset, Teori dan Praktek. Jakarta: EGC
Feist & J. Feist, (2014). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika.
Gunarsa, S. D. (2004). Bunga rampai psikologi perkembangan dari anak sampai usia lanjut. Jakarta: BPK
Gunarsa, Y. S. D., & Gunarsa, S. D. (2000). Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta : PT. BPK Gunung Mulya.
Heiman., & Kariv. (2005). Task-Oriented versus Emotion-Oriented Coping Strategies: The Case of College Students. College Student Journal, 39 (1): 72-89.
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Ruang Kehidupan. Edisi 5. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Hawari, D. (2009). Penyalahgunaan dan Ketergantungan Napza. Balai Penerbitan FKUI, Jakarta
Idrus, M. (2009). Metode Penelitian Ilmu Sosial. Yogyakarta: Erlangga.
Kaplan, H. I., Sadock, B. J., & Grebb, J. A., (2010). Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Jilid Satu. Editor : Dr. I. Made Wiguna S. Jakarta: Bina Rupa Aksara: 113-129, 149-183.
Muhyi, A. (2015). Prevalensi penderita skizofrenia paranoid dengan gejala depresi di rumah sakit jiwa dr. Soehartoheerdjan jakarta. Thesis. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Muniroh, S. M. (2010). Dinamika Resiliensi Orang Tua Anak Autis. Jurnal penelitian, vol. 7. 2.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Mile, M., & Huberman, A. M. (2010). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tantang Metode-Metesode Baru. Jakarta:UI Press.
Murray, C. (2003). Risk Factors, Protective Factors, Vulnerability, and Resilience. A frame work for understanding and supporting the Adult Transition of Youth with High-Incident Disabilities. Jounal of remedial and Special education. 24;16.
Nancy, C., & Andreasen. (1984) The Broken Brain: The Biological Revolution in Psychiatry. Harper & Row.
Papalia, D. E., Old, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human Development (psikologi perkembangan). Jakarta: Kencana.
Papalia, D. E., Old, S.W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development (10 ed). Newyork: McGraw-Hill Companies, Inc.
Peeling, P., Dawson, B., (2007). Influence of caffeine ingestion on perceived mood states, concentration, and arousal levels during a 75-min university lecture. Advan in Physio Edu 31: 332-335.
Putra, N., & Ninin, D. (2012). Penelitian Kualitatif PAUD. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Purba., dkk. (2008). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Masalah Psikososial dan Gangguan jiwa. Medan : USU Press.
Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The Resilience Factor; 7 Essential Skill For Overcoming Life’s Inevitable Obstacle. New York, Broadway Books
Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi dalam praktik, Jakarta : EGC
Sadock, B. J., Sadock, V. A., Kaplan., & Sadock’s. (2007). Synopsis of Psychiatry. Behavior Sciences/Clinical Psychiatry. 10th 2. Wagner KD, Brent DA. Depressive Disorders and Suicide. In: Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan & Sadock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry. 9 ed. Lippincott Williams & Wilkins, p.527-30.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta.
Santoso, S. (2009). Kesehatan dan Gizi. Jakarta: PT. Asdi Masatya.
Wulandari, D. (2009). Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta: Mitra Cendika Press.
Webster’s Third New International Dictionary, (2005), Merriam Webster Inc., USA
Yosep, I, (2007), Keperawatan jiwa (Cetakan 1), Bandung: PT Refika Aditama
Wulandari, D. (2009). Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta: Mitra Cendika Press.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013.Diakses: 19 Oktober 2014
Wartakota. (2017). Diduga alami gangguan jiwa, ibu hampir bacok anak kandung. Diakses 31 Juli 2018