Penerimaan Diri Pada Remaja Penyandang Tuna Daksa
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v6i1.4539Keywords:
Penerimaan Diri, penyandang cacat pasca-kecelakaan, remajaAbstract
Penelitian ini membahas tentang penerimaan diri remaja difabel pasca kecelakaan, bagaimana penerimaan diri remaja difabel pasca kecelakaan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif yang dipilih adalah deskriptif. Pemilihan responden dilakukan berdasarkan purposive sampling, artinya pemilihan subjek dan informan dalam penelitian didasarkan pada karakteristik yang telah memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, dengan tiga subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki penerimaan diri yang berbeda dalam menerima kondisi fisiknya. Untuk subjek pertama AK, mengalami self-accaptence yang positif karena subjek merasa ada pengaruh positif dalam hidupnya pasca kecelakaan dan banyak dukungan dari orang tua dan teman-temannya. Subjek kedua RA, memiliki penerimaan diri yang positif karena subjek merasa ikhlas dengan kondisi fisiknya sekarang dan merasa hal tersebut sudah menjadi takdirnya. Subjek ketiga EAB, memiliki penerimaan diri yang negatif karena subjek merasakan banyak pengaruh negatif pasca kecelakaan dan tidak adanya dukungan dari orang-orang disekitarnya.References
Arifin, Z. (2011). Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda.
Astati. (2010). “Sikap Kepala Sekolah dan Guru-Guru terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang belajar di SD Inklusi Puterako Bandung”. Jurnal Pendidikan. Vol.4 No.1.
Bandura, A. (1997). Self Efficacy The Exercise of Control. New York : W. H. Freeman and Company.
Creswell, J. W. (2014). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Darajat, Z. (2003). Penyesuaian Diri. Jakarta : Bulan Bintang.
Feist, J., &Feist, G. J. (2006). Theories of Personality. Edisi ke-5. Boston : McGraw-Hill.
Huber, A., & Runyon, R. P. (2004). Psychology of Adjustment. USA: The Dorsy Press.
Hurlock, E. B. (2009). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjan Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta :Erlangga.
Kartono, K. (1996). Psikoligi Anak( Psikologi Perkembangan). Bandung: Mandar Maju.
Rochman, K. L. (2010). Kesehatan Mental. Purwokerto: Fajar Media Press.
Lotze, G. M., Ravindran, N., & Myers, B. J. (2010). “Moral Emotions, Emotions Self-Regulation, Callous-Unemotional Traits, and Problem Behavior in Children of Incarcerted Mother”. Journal of Child and Family Studies. Vol 19. No 6. Hal 702-713.
Nuansa, A.W. 2014.“Kesetaraan Hak Pilih untuk Penyandang Disabilitas”. vol 9. Hal 11 – 13.
Santrock, J. W. 2003. Live span development. Edisi Kelima Jilid 2 (terjemahan Chusaeri). Jakarta: Erlangga
Sari, E. P. (2002). “Penerimaan Diri pada Lanjut Usia Ditinjau dari Kematangan Emosi”. Jurnal Psikologi. No. 2. Hal 73-88.
Somantri, S. (2006). Psikologi anak luar biasa. Bandung: PT Refika Aditama.
Sugiyono. (2010). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, & RND. Bandung: Alfabeta.
Sulistya, W. K. (2005). “Hubungan Penerimaan Diri dengan Kompetensi Intrapersonal pada Perawat RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta”. Jurnal Psikologi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Wangsa Manggala.
Tentama, F. (2010). Berpikir Positif dan Penerimaan Diri pada Remaja Penyandang Cacat Tubuh Akibat Kecelakaan. Jurnal Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.

