Pengaruh Intensitas Penggunaan Jejaring Sosial dan Kematangan Emosi Terhadap Kepedulian Sosial
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i4.4465Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan jejaring sosial dan kematangan emosi terhadap kepedulian sosial pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 118 siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Samarinda yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepedulian sosial, intensitas penggunaan jejaring sosial, dan kematangan emosi. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis regresi linier berganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 20.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh negatif dan signifikan intensitas penggunaan jejaring sosial terhadap kepedulian sosial siswa dengan koefisien beta (β) = -0.412, dan nilai t hitung > t tabel (-4.685 > 1.980) dan nilai p = 0.000 (p < 0.05); (2) ada pengaruh positif dan signifikan kematangan emosi terhadap kepedulian sosial siswa dengan koefisien beta (β) = 0.185, dan nilai t hitung > t tabel (2.108 > 1.980) dan nilai p = 0.037 (p < 0.05); (3) ada pengaruh nyata dan signifikan intensitas penggunaan jejaring sosial dan kematangan emosi terhadap kepedulian sosial siswa dengan nilai F hitung > F tabel (21.002 > 3.07) dan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Serta kontribusi pengaruh (R2) intensitas penggunaan jejaring sosial dan kematangan emosi terhadap kepedulian sosial siswa adalah sebesar 0.268 atau 26.8 persen.References
Alma, B. (2010). Pembelajaran Studi Sosial. Bandung: CV. Alvabeta.
Asmaya, F. (2015). “Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook Terhadap Perilaku Prososial Remaja di Kenagarian Kota Bangun”. Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 (2):2-4.
Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi Sosial. Edisi kesepuluh: jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Boyatzis, R., & Annie, McKee. (2005). Resonant Leadership: Memperbarui Diri Anda dan Berhubungan dengan Orang Lain Melalui Kesadaran, Harapan, dan Kepedulian. Jakarta : Erlangga.
Firmansyah, A. (2010). “Situs Jejaring Sosial Menggunakan Elgg”. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. ITB. Bandung.
Frisnawati, A. (2012). “Hubungan Antara Intensitas menonton Reality Show Dengan Kecenderungan Perilaku Prososial Pada Remaja”. HUMANITAS. Jurnal Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Vol. 1. (1):49-53. eprints.ums.ac.id/37511/12/02.%20Naskah%20Publikasi.pdf. (diakses pada tanggal 14 juli 2017).
Goleman, D. (2007). Kecerdasan Emosional. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Hamidah. (2002). “Perbedaan Kepekaan Sosial ditinjau Berdasarkan Persepsi Remaja terhadap Pola Asuh Orang Tua pada Remaja di Jawa Timur”. INSAN. Jurnal Psikologi Universitas Airlangga. Vol. 4. No. 3 Desember 2002.
Hurlock, E. B. (2006). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi kelima) Alih bahasa Istiwidayanti dan Soedjarwo. Jakarta : Erlangga.
Kadir, A. (2003). Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.
Malik, H. L., Agus., & Puji L. P. (2008). Pendidikan Anak SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Noddings, N. (2002). Starting at Home : Caring and Social Policy. California : University of California Press.
Nurpratiwi, A. (2010). “Pengaruh Kematangan Emosi dan Usia Saat Menikah Terhadap Kepuasan Pernikahan Pada Dewasa Awal”. Skripsi: Jakarta. (di akses tanggal 14 Oktober 2016)
Phillips, J. (2007). Care : Key Concept. Polity Key Concept in The Social Sciences Series. UK : Polity Press.
Puspitasari., & Nuryoto. (2002). Emosi, Bagaimana Mengenal, Menerima dan Mengarahkannya. Yogyakarta: Kanisius.
Santrock, J. W. (2003). Adolescence : Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
Trifiana, R. (2015). “Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Perilaku Prososial Remaja Pengguna Gadget di SMP Negeri 2 Yogyakarta”. Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Zuchdi, D. (2011). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Teori dan Praktik. Yogyakarta: UNY Press.