Kepercayaan (Trust) Masyarakat Suku Dayak Benuaq Pada Pengobatan Tradisional Belian
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i3.4429Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan upacara Belian secara komprehensif, dengan tujuan untuk mengetahui secara jelas gambaran serta kepercayaan pasien terhadap pembelian dalam proses penyembuhan. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Dayak Benuaq di Desa Resak, Kutai Barat, Kalimantan Timur yang berjumlah 3 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan masyarakat Dayak Benuaq adalah kepercayaan terhadap perlakuan suku Benuaq, hal ini bersumber dari faktor-faktor yang mempengaruhi keyakinan mereka dan aspek yang diperoleh masing-masing subjek. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepercayaan diri subjek dalam penelitian ini adalah adanya Reputasi dan Stereotipe yang sangat kuat dari masing-masing subjek, hal ini diperoleh dari pengalaman masa kanak-kanak yang pernah mengikuti pengobatan Belian, Kepribadian Predisposisi subjek dapat dihasilkan dengan Reputasi dan Stereotipe, yaitu kecenderungan untuk mempercayai sesuatu yang lebih berdasarkan pengalaman subjek ketika mereka masih kecil. Aspek-aspek yang mempengaruhi subjek agar lebih percaya juga memperkuat keyakinannya, seperti dukungan penuh dari warga sekitar saat diadakannya upacara pengobatan adat Belian, dan intensitas kerja sama dengan warga untuk memfasilitasi upacara adat Belian.References
Abas, N R. (2015). Rezim Medisdan Pengobatan Tradisional. (Online).http://kim.ung.ac.id/index.php/KIMFIS/article/download/6791/6687.
Adriansyah, M. A., Munawarah, R., Aini, N., Purwati, P., & Muhliansyah, M. (2017). Pendekatan Transpersonal Sebagai Tindakan Preventif “Domino Effect” Dari Gejala Fomo (Fear Of Missing Out) Pada Remaja Milenial. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 6(1), 33-40.
Chen, T. Y., Chen, Y. M., Lin, C. J. & Chen, P. Y. (2010). A Fuzzy Trust Evaluation Method for Knowledge Sharing in Virtual Enterprise. Computers Industrial Engineering. 59 (4).
Deutsch & Coleman. (2006). The handbook of conflict resolution: theory and practice.
Gonner, C. (2001). Pengelola Sumber daya Hutan Tropika Pada Masyarakat Dayak. Benuaq di Desa Lempunah.
Haug. M. (2007). Kemiskinandan Desentralisasi di Kutai Barat. Bogor Barat: Center for Internasional Forestry Research.
Johnson, D & Johnson, F. (2008). Joining Together. Group Theory and Group Skills 10th Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Muhaimin AG, (2001). Islam Dalam Bingkai Budaya Lokal: Potret Dari Cerebon, Terj. Suganda. Ciputat: PT. Logoswacanailmu.
Sanggenafa, N. (2002). Antropologi dan Konsep Kebudayaan. Jurnal Antropologi Papua Volume 1.No. 1, Agustus 2002.
Scarle, R, H., & Skinner, D. (2011). Trust and Human Resource Management. USA: Edward Elgar Publishing, inc.
Shetty, P. (2010). Integrating modern and traditional medicine: Facts and Figures. SciDev.Net.
WHO (World Health Organization)? (2008). Tradisional Medicine. WHO Geneva.