Hubungan Dukungan Sosial dan Kesadaran Diri dengan Motivasi Sembuh Pecandu Napza
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i2.4358Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan kesadaran diri dengan motivasi sembuh pecandu napza pada warga binaan Lapas Klas II A Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala motivasi sembuh, skala dukungan sosial, dan skala kesadaran diri dengan model skala likert. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji regresi dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 20.0 for Windows 7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dan kesadaran diri dengan motivasi sembuh pada warga binaan Lapas Klas II A Samarinda penyalahguna napza dengan nilai F = 31,223 R = 0,773 dan p = 0,000 (p < 0,05). Sebagai tambahan, berdasarkan uji regresi sederhana diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dan motivasi sembuh dengan nilai beta = 0,421 T = 2,892 dan p = 0,006 (p < 0,05). Kemudian, hasil uji regresi sederhana pada kesadaran diri dan motivasi sembuh memperlihatkan bahwa terdapat hubungan positif dengan nilai beta = 0,408 T = 2,806 dan p = 0,008 (p < 0,05).References
Baskara, A., Soetjipto, H. P., & Atamimi, N. (2015). Kecerdasan emosi ditinjau dari keikutsertaan dalam program meditasi. Jurnal Psikologi, 35(2), 101-115.
BNN. (2015). http://www.bnn.go.id/portal/index.php/konten/view/deputi- pemberantasan/data-kasus-narkoba/20/2/.
Chaplin, J. P. (2006). Kamus Lengkap Psikologi (terjemahan Kartono, K). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Cutrona, C. E. (2000). Social support principle for strengthening families, dalam family support, direction from diversity, diedit oleh John Canavan, Pat Dolan & John Pinkerton. London: Jessica Kingsley Publisher.
Goleman, D. (2002). Kecerdasan emosional (terjemahan). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Isnaini, Y., Hariyono, W., & ken Utami, I. (2011). Hubungan antara dukungan keluarga dengan keinginan untuk sembuh pada penyalahguna NAPZA di lembaga pemasyarakatan wirogunan kota yogyakarta. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Daulan, 5(2), 24856.
Kumalasari, F., & Ahyani, L. N. (2012). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja di panti asuhan. Jurnal Psikologi: PITUTUR, 1(1), 19-28.
Pastika, M. (2006). Kamus Narkoba. Jakarta: BNN RI.
Somar, L. (2001). Rehabilitasi Pecandu Narkoba. Jakarta: Grasindo.
Stein, S. J., & Book, H. E. (2003). Ledakan EQ: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional Meraih Sukses. terj. Trinanda Rainy Januarsari dan Yudhi Murtanto. Bandung: Kaifa.
Syasra, P. A. (2011). Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Motivasi Kesembuhan Pasien Tuberkulosis di Kota Pekanbaru. Skripsi Universitas Islam Riau Pekanbaru.
Taylor, S. E. (2006). Health psychology. Tata McGraw-Hill Education.
Uno Hamzah, B. (2007). Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Utami, N. M. S. N. (2013). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri individu yang mengalami asma. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 12-21.