Hubungan Identitas Sosial dengan Kematangan Beragama Pada Masyarakat Suku Toraja

Authors

  • Johansen Hani Koyong Universitas Mulawarman Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i4.4246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dengan kematangan agama. Penelitian ini dilakukan untuk orang Toraja di Kanaan, Kota Bontang. Penelitian ini didasarkan pada dua variabel yaitu variabel terikat yaitu kematangan agama dan variabel bebas yaitu identitas sosial. Teknik pengambilan sampel yang ditentukan adalah dengan menggunakan random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah orang Toraja yang tinggal di Kanaan, Kota Bontang yang dapat dikumpulkan 145 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis product moment dan uji parsial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara identitas sosial dan kematangan agama dengan R = 0,412 dan p = 0,000. Uji parsial menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara aspek persepsi antar kelompok, saling percaya, depersonalisasi seperti pada variabel aspek identitas sosial dengan aspek kemampuan membedakan dalam variabel kedewasaan beragama, terdapat korelasi antar aspek dalam daya tarik-kelompok dan depersonalisasi dalam aspek variabel identitas sosial dengan aspek karakter dinamis dalam variabel kedewasaan agama, ada korelasi antara aspek persepsi antara daya tarik dalam-kelompok, kepercayaan yang saling terkait dan depersonalisasi dalam aspek variabel identitas sosial dengan aspek konsistensi moral dalam variabel kedewasaan beragama, terdapat korelasi antara aspek in-group appeal dan depersonalisasi dalam variabel identitas sosial dengan aspek aspek komprehensif dalam menangani masalah pada variabel kedewasaan beragama, ada korelasi antara aspek persepsi antar kelompok, dalam kelompok banding dan depersonalisasi dalam variabel identitas sosial dengan aspek aspek integral melihat masalah dalam variabel kedewasaan agama dan yang terakhir, ada korelasi antara aspek persepsi antar kelompok, banding dalam kelompok dan depersonalisasi dalam variabel identitas sosial dengan aspek heuristik untuk melihat dan menghadapi masalah kehidupan beragama dalam variabel kedewasaan beragama.

References

Adriansyah, M. A., & Rahmi, M. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi moralitas remaja awal. Jurnal Psikostudia, 1 (1), 1-16.

Ahyadi, & Abdul, A. (2001). Psikologi Agama. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Anton. (2012). Nuansa Kehidupan Toraja, Yogyakarta: Jalasutra.

Arikunto. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: RinekaCipta.

Azwar., & Syaifuddin. (2004). Dasar-Dasar Psikometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Barker, C. (2005). Cultural Studies: TeoridanPraktek (Terjemahan). Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.

Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi Sosial. Jilid 2. Edisi Kesepuluh. Alih Bahasa: Ratna Djuwita. Jakarta: Erlangga.

Burke, P. J. (2006). Contemporary Social Psychological Theories. California: Stanford University Press.

Clark, W. H. (2003). Psychologi of Religion.New York: Perusahaan Macmillan.

Hadi, Sutrisno. 2004, Metodologi Research Jilid III. Yogyakarta: Penerbit Andi Suwarna.

Hogg, M. A., & Vaughan, G. M. (2002). Social Psychology (3rd edition). London: Prentice Hall.

Hogg, M. A., & Abrams, D. (2003). Social Identifications: A Social Psychology of Intergroup Relationship and Group Processes. London: Routledge.

Ibrahim, JabalTarik, 2003. Sosiologi Pedesaan, Malang: UMM Press

Indirawati. (2006). “Hubungan Kematangan Beragama dengan Kecenderungan Strategi Coping”. Jurnal Psikologi Volume 3, No. 2 Hal. 69-92.

Liliweri, Alo. (2005). PrasangkadanKonflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural, Yogyakarta: LKIS

Jalaludin. Rahmat. (2010). Psikologi Agama Edisi Refisi 2010. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Profil dan Data Statistik Kelurahan Kanaan, Kota Bontang, 2014.

Riduwan. (2005). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Sarwono, Sarlito Wirawan. (2002). Psikologi Sosial: Individudan Teori-teori Psikologi Sosial, Jakarta Balai Pustaka

Subandi, M. A. (2013). Psikologi Agama &Kesehatan Mental. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: PT. Salemba Empat

Sururin. (2004). Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Walgito, Bimo. 2002, Psikologi Sosial (SuatuPengantar). Yogyakarta: Andi.

Zakiah. (2000). Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung

Downloads

Published

2016-12-15

How to Cite

Hubungan Identitas Sosial dengan Kematangan Beragama Pada Masyarakat Suku Toraja. (2016). Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(4). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i4.4246