Dukungan Sosial dan Resiliensi Pada Pasien Kanker Payudara (Studi Kasus Pada Pasien Kanker Payudara yang Sedang Menjalani Kemoterapi)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i4.4238

Abstract

Kanker stadium lanjut stadium lanjut adalah penyakit yang sering kali tidak bisa disembuhkan. Dampak bagi wanita yang didiagnosis dengan kanker payudara adalah phsycal, mental, sosial dan spiritual. Beban mental yang dialami oleh pasien adalah syok, stres, sedih, dan takut mati pada setiap perkembangan. Itu dimulai ketika gejala pertama didiagnosis, selama penyembuhan dan setelah periode penyembuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dukungan sosial yang diberikan kepada pasien kanker payudara dan untuk memahami, mengeksplorasi dan menggambarkan dinamika ketahanan pada pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam dengan keempat subjek. Hasil penelitian menunjukkan keempat subjek mendapat dukungan dari keluarga dan teman sehingga mereka merasa dicintai dan diperhatikan. Namun dinamika pembentukan ketahanan pada setiap mata pelajaran berbeda. Ketahanan ini dipengaruhi oleh kemampuan subjek untuk timbul dan bertahan dari kanker payudara. Tiga dari empat subjek percaya bahwa mereka dapat disembuhkan sehingga mereka tidak harus menjalani kemoterapi lagi dan mereka dapat hidup lebih baik. Namun yang satu sepertinya pesimis tentang hal itu.

References

Adicondro, N., & Purnamasari, A. (2011). Efikasi Diri, Dukungan Sosial Keluarga Dan Self Regulated Learning Pada Siswa Kelas VIII. Jurnal Humanitas, 8(1).

Astuti, A., & Uyun, Q. (2005). Resiliensi Pada Remaja Ditin-jau Dari Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dan Status Sosial Ekonomi Orangtua. Skrip-si (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII.

Baron, R.A., & Byrne, D., (2000). Social psychology. (9th ed.) United Stated of America: Allyn and Bacon.

Bomar, P.J. (2004). Promoting Health in Families: Applying Family Research and Theory to Nursing Practice. Philadelphia: W.B Saunders Company.

Hartanti. (2002). Peran Sense of Humor dan Dukungan Sosial Pada Tingkat Depresi Penderita Dewasa Pasca Stroke. Anima: Indonesian Psychological Journal, 17(2), 107-119

Kiple, K. F. (2003). The Cambridge historical dictionary of disease. New York: Cambridge University Press.

Lisda, S., Fitriani, R., & Adriansyah, M. A. (2019). Hubungan Antara Empati Dengan Respect (Pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Angkatan 2016 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman). Jurnal Pikostudia, 8(1), 20-28.

Lubis, L. N. (2009). Depresi Tinjauan Psikologis, Penerbit Kencana Prenada Media Group.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2007). Qualitative Data Analysis (Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-metode Baru). Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The resilience factor: 7 essential skills for overcoming life's inevitable obstacles. Broadway Books. New York: Random House, Inc.

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health psychology: Biopsychosocial interactions. John Wiley & Sons. Fifth Edition. USA: John Wiley & Sons.

Schoon, I. (2006). Risk and resilience: Adaptations in changing times. Cambridge University Press.

Sukardja. (2000). Onkologi Klinik Edisi 2. Surabaya: Airlangga University Press.

Wain Wainrib, B. R. (2006). Healing crisis and trauma with mind, body, and spirit. Springer Pub. USA: Springer Publishing Company, Inc.

Downloads

Published

2016-12-15

How to Cite

Dukungan Sosial dan Resiliensi Pada Pasien Kanker Payudara (Studi Kasus Pada Pasien Kanker Payudara yang Sedang Menjalani Kemoterapi). (2016). Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(4). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i4.4238