Kepuasan Kerja Pada Terapis Dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i3.4102Abstract
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan kerja pada terapis dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Dimana pekerjaan sosial sperti ini tentunya dituntut memiliki ilmu pengetahuan, keperibadian yang baik dan memiliki jiwa kemanusiannya yang tinggi. Profesi terapis selalu dihadapkan dengan berbagai macam persoalan yang ada di lingkungan pekerjaan sebagai terapis. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan teknik snowball sampling, metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan ke empat terapis. dimana penelitian ini menggunakan subjek yang telah lama bekerja selama empat tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ke empat subjek pada dasarnya menginginkan gaji yang lebih sesuai lagi karena pekerjaan dibidang sosial seperti ini menguras banyak energi dan dituntut selalu sabar dalam setiap sesi terapinya, kondisi kerja juga cukup berpengaruh terhadap keempat subjek dimana pada saat kondisi lampu padam merasakan ketidaknyamanan pada saat bekerja ini berdampak pada kinerja yang kurang stabil, selain itu disaat keempat subjek memiliki konflik di lingkungan pekerjaan dukungan datang dari rekan kerja seperti memberikan dukungan dalam bentuk motivasi, kesesuaian kepribadian yang membuat keempat subjek dalam penelitian ini yaitu DK,YK,PY dan DH dapat bertahan hingga saat ini dan menjalankan profesinya sebagai terapis anak berkebutuhan khusus.References
Aritkunto, S. 2001. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Edisi RevisiV). Cet. Kedua belas. Jakarta: PT Rineka Cipta.
As’ad, M. 2001. Psikologi Industri: Seri Ilmu Sumber Daya Manusia edisi keempat cetakan keenam. Yogyakarta: Liberty
Asfiati, 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Kepala sekolah Kantor Departemen Agama Kabupaten Tapanuli. Tesis, Padang: PPS UNP Padang.
Aditya, Risky. 2011, Kepuasan Kerja Guru: Studi Deskriptif Pada Guru SLB Kota Medan, Medan: USU Press.
Delphie, B. 2004. Pembelajaran Anak Tunagrahita. Bandung: PT Refika Aditama.
Handoko, T. Hani.2007. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Penerbit Andi.
Handojo, Y. 2003. Petunjuk Praktis dan Pedoman Menteri untuk Meneger Anak Normal, Autis dan Perilaku Lain. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer
Gibson, Invancevich. 2001. Organizations (erjemahan), Cetakan Keempat, Jakarta; PT.Gelora Aksara Pratama.
Kusuma, A. R., Adriansyah, M. A., & Prastika, N. D. (2013). Pengaruh Daya Juang, Kecerdasan Emosional, dan Modal Sosial Terhadap Organizational Citizenship Behavior Dengan Persepsi Keadilan Organisasi Sebagai Variabel Moderasi. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 2(2), 100-116.
Mangunsong, F, 2009. Psikolog Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Depok: LPSP3 Universitas Indonesia
Malthis. 2006. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
Robbinss Stephen P. 2001. Organizational Behavior (Terjemahan) Jilid 1, Edisi Kedelapan, PT. Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.
Robbinss Stephen P. 2003. Organizational Behavior (Terjemahan) Jilid 2, Edisi Ketujuh, PT. Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.
Wether & Davis. 2002. Pengaruh Kepuasan Gaji, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional Terhadap Intensi Keluar. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Vol. 3. No.1. hal. 335-352.