Dinamika Id, Ego, Superego Dalam Konteks Kebutuhan Intimasi
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i1.3976Abstract
Masa dewasa muda identik dengan menjalin relasi yang dekat dengan lawan jenis yang disebut dengan intimasi. Intimasi adalah merupakan suatu kebutuhan, setiap kebutuhan pada dasarnya menuntut suatu pemenuhan. Aktivis dakwah kampus dikenal sebagai kelompok yang memiliki prinsip yang kuat dalam menjaga hubungan antar lawan jenis. Seorang aktivis dakwah juga memiliki kebutuhan intimasi terhadap lawan jenis. Walaupun intimasi tersebut adalah suatu naluri, namun di sisi lain juga kebutuhan tersebut terkadang tidak sesuai dengan prinsip seorang aktivis dakwah kampus. Atas dasar itu peneliti ingin mengetahui lebih dalam mengenai dinamika id, ego dan superego dalam konteks kebutuhan intimasi seorang aktivis dakwah. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan empat subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keempat subjek memiliki kebutuhan intimasi dan memiliki bentuk kedekatan yang berbeda-beda terhadap lawan jenisnya. Subjek dalam penelitian ini memiliki hasrat atau dorongan untuk memenuhi keinginannya untuk dekat dengan lawan jenisnya dari segi emosional, seperti rasa rindu, cinta, sayang dan ingin diperhatikan terhadap lawan jenisnya. Secara umum proses yang dialami sebagian besar subjek penelitian dalam mengatasi dorongan yang dirasakannya, yaitu dengan cara ego menggunakan mekanisme pertahanan diri dalam bentuk sublimasi, yang mana menurut keempat subjek mekanisme pertahanan diri tersebut yang mereka rasa efektif dalam mengatasi dorongan yang dirasakan, dengan cara sublimasi tersebut dorongan yang dirasa tidak sesuai dengan prinsip seorang aktivis dakwah dapat disalurkan dalam bentuk hal yang dapat diterima oleh masyarakat.References
Adriansyah, M. A., & Hidayat, K. (2013). Pengaruh harga diri dan penalaran moral terhadap perilaku seksual remaja berpacaran. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 2(1), 1-9.
Adriansyah, M. A., & Rahmi, M. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Moralitas Remaja Awal. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 1(1), 1-16.
Al-Quran Terjemah. Departemen Agama RI. Penerbit Al-Huda
Alwisol. 2007. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
Atwater, E. 1991. Psychology of Adjustment. 2nd Ed. Englewood Cliffs. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Azwar. S., 2003. Metode Penelitian. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Calhoun, J.F. dan Acocella, J.R. 1990. Psychology of Adjustment and Human Relation. New York: Mc Graw-Hill Book Company.
Creswell. J. W., 1994. Research Design Quantitative & Qualitative Approaches. London. New Delhi: Sage
Dariyo, A, 2003. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.
Dariyo, A. 2004. Psikologi Perkembangan Remaja. Ciawi: Ghalia Indonesia
Daley. D. C & Salloum. I. M., 2001. Clinician’s Guide to Mental Illness. Singapore: McGraw-Hill Companies.
Denzin, N. K & Lincoln, Y. S., 1998. Handbook of Qualitative Research. London. New Delhi: Sage
Hall, C. S. dan Lindzey, G. 1993. Dalam A. Supratiknya (Ed) Teori-teori Holistik (Organismik-Fenomenologis). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Hurlock, B.E. 2004. Psikologi Perembangan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Idrus, M. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Edisi kedua. Jakarta: Erlangga.
Miles, B.M., & Huberman, A.M., 1986. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. Beverly Hills: Sage Publications.
Moleong. J. L., 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Monks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R, 1996. Psikologi perkembangan (pengantar dalam berbagai bagiannya), Gajah Mada University Press: Yogyakarta.
Nazir. M., 2001. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D, 2004. Human development. (9th ed.). McGraw-Hill, Boston.
Poerwandari. E. K. 1998. Pendekatan Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: LPSP3
Steinberg, Laurence. 2002. Adolescence. The McGraw Hill Compenies.
Turner, J. S. & Helms, D. B, 1995. Lifespan development, (5th ed.), Fort Worth, Harcourt Brace College Publishers, TX.
Yudistriana, K., Basuki, A. M. H., Harsanti, I., 2010. Intimasi Pada Pria Dewasa Awal Yang Berpacaran Jarak Jauh Beda Kota. Jurnal Psikologi Universitas Gunadarma. Vol. 3. No. 2. 195-202.