Pengaruh Antara Efikasi Diri dan Religiusitas Terhadap Kebahagiaan Penderita Diabetes Tipe II

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i4.3883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara efikasi diri dan religiusitas terhadap kebahagiaan penderita diabetes tipe 2 di RSUD. A.W Syahranie Samarinda. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel terikat yakni kebahagiaan dan variabel bebas yakni efikasi diri dan religiusitas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala efikasi diri, skala religiuistas dan skala kebahagiaan. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 RSUD AW. Syahranie Samarinda sebanyak 72 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji regresi ganda. Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang sangat signifikan anatara efikasi diri dan religiusitas terhadap kebahagiaan penderita diabetes dengan r = 0.806 dan p = 0.000. Besaran pengaruh prediktor efikasi diri dan religiusitas terhadap kebahagiaan adalah R² = 0.403 atau sebesar 40.3 persen.

References

Bandura, A., Freeman, W. H., & Lightsey, R. (1999). Self-efficacy: The exercise of control.

Bekhet, A. K., Zauszniewski, J. A., & Nakhla, W. E. (2008, January). Happiness: theoretical and empirical considerations. In Nursing Forum (Vol. 43, No. 1, pp. 12-23). Malden, USA: Blackwell Publishing Inc.

DEPKES RI. (2010). Tahun 2030 Prevalensi Diabetes Melitus Di Indonesia Mencapai 21,3 Juta Orang. http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/414-tahun-2030-prevalensi-diabetes-melitus-di-indonesia-mencapai-213-juta-orang.html (diunduh 20 Sepetember 2013)

Fisher, E. B., Delamater, A. M., Bertelson, A. D., & Kirkley, B. G. (1982). Psychological factors in diabetes and its treatment. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 50(6), 993.

Hadi, S. (2000). Analisis Regresi Edisi Enam. Yogyakarta: Andi Offset.

Kibuuka, H. (2005). Religiosity and attitudes on intimacy. Implications for HIV/AIDS pandemic in central Uganda. Master of Arts Thesis. McArully College and Graduate School of Liberal Arts, Duquesne University, USA.

Kott, K. B. (2008). Self-efficacy, outcome expectation, self-care behavior and glycosylated hemoglobin level in persons with type 2 diabetes. Marquette University.

Marks, J. B. (2007). Overview of diabetes mellitus. In Psychiatric Disorders and Diabetes Mellitus (pp. 11-26). CRC Press.

Rekam Medik RSUD Abdul Wahab Syahranie. (2015). Samarinda

Rusydi, T. E. F. (2007). Psikologi Kebahagiaan. Yogyakarta: Progresif Books.

Santrock, J. W. (2002). Life span development: Perkembangan masa hidup. Jakarta: Erlangga, 31.

Sudoyo, A. W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, M., & Setiati, S. (2006). Buku ajar ilmu penyakit dalam.

Selvia, G. C. (1993). Pengantar Metode Penelitian. Universitas Indonesia, Jakarta.

Soegondo, S., Soewondo, P., & Subekti, I. (2009). Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Soeharjono, L. B. (2002). Diabetes Mellitus Tergantung Insulin. ANIMA, Indonesian Psychological Journal, 17(2), 162-169.

Setiono, M. A. (2005). Hidup Sehat dan Normal Dengan Diabetes.

Smith-Temple, J. (2003). The Effects of Diabetes Self-management Education on Diabetes Self-care, Diabetes Self-efficacy, and Psychological Adjustment to Diabetes (Doctoral dissertation, Louisiana State University).

Downloads

Published

2015-10-30

How to Cite

Pengaruh Antara Efikasi Diri dan Religiusitas Terhadap Kebahagiaan Penderita Diabetes Tipe II. (2015). Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(4). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i4.3883