Hubungan Antara Efikasi Diri dan Manajemen Waktu Terhadap Stres Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i2.3768Abstract
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik random sampling serta analisis data teknik regresi sederhana dan ganda. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Farmasi semester IV kelas A dan B Universitas Mulawarman sebanyak 78 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga alat ukur, yaitu skala stres (55 aitem valid, rix= 0,270-0,656, α= 0,882), skala efikasi diri (39 aitem valid, rix= 0,263-0,790, α= 0,884), dan skala manajemen waktu (46 aitem valid, rix= 0,265-0,727, α= 0,855). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara efikasi diri dengan stres (rx1y= -0,553, p= 0,000), terdapat hubungan negatif dan signifikan antara manajemen waktu dengan stres (rx2y= -0,767, p= 0,000) dan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara efikasi diri dan manajemen waktu terhadap stres (r x1x2.y= -0,785, p= 0,000). Artinya semakin tinggi efikasi diri dan manajemen waktu, maka semakin rendah tingkat stres mahasiswa. Sebaliknya, semakin rendah efikasi diri dan manajemen waktu, maka semakin tinggi tingkat stres mahasiswa.References
Azwar, S. 2004. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bandura, A. 2001. Social Cognitive Theory: An Agentic Perspective. Annual Review of Psychology, 52, 1-26. DOI. 10.1146/annurev. psych. 52. 1. 1. Diunduh pada tanggal 11 Januari 2015 dari http://www.annualreviews.org/doi/abs/10.1146/annurev.psych.52.1.1
Baron, R. A. & Byrne, D. 2004. Psikologi Sosial Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Davison, G. C., Neale, J. M., & Kring, A. M. 2010. Psikologi Abnormal Edisi ke-9. Jakarta: Rajawali Pers.
Feist, J. & Feist, G. 2010. Teori Kepribadian, buku 2 edisi 7. Jakarta: Salemba Humanika.
Friedman, H. S. & Schustack, M. W. 2008. Kepribadian (teori klasik dan riset modern) Edisi 3. Jakarta: Erlangga.
Govaerts, S. & Gregoire, J. 2004. Stressful academic situations: study on appraisal variables in adolescence. Revue Europenne De Psychologie Appliquee. 54, 261-271. DOI: 10.1016/j.erap.2004.05.001. Diunduh pada tanggal 18 Januari 2015 dari http://www.researchgate.net/profile/Jacques_Gregoire2/publication/247279830_Stressful_academic_situations_study__on_appraisal_variables_in_adolescence/links/5465bee10cf2052b509f47b5.pdf?inViewer=true&disableCoverPage=true&origin=publication_detail
Gunarsa, S. D. 2004. Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga. Diakses pada tanggal 23 Agustus 2015 di: http://books.google.co.id/books?id=fe1ELNdtTowC&pg=PA282&dq=psikologi+perkembangan&hl=id&sa=X&ved=OCCYQ6AEwA2oVChMI1YT_I-G – xwIVw3COCh1mzgDZ#v=snippet&q=tahap%20perkembangan%2018%20-&f=false
Hawari, D. 2011. Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.
Hadi, S. 2004. Metodologi Research (Jilid 1-4). Yogyakarta: Andi offset.
Idrus, M. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial, pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jakarta: Erlangga.
Maulana, A. M. 2008. 50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu. Jawa Timur: Motivasi Arief.co.cc
Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. 2005. Psikologi Abnormal (edisi kelima jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Nimran, U. 2009. Perilkaku Organisasi. Sidoarjo: Laros
Olejnik, S. N. & Holschuh, J. P. 2007. College Rules! Edition How Study, Survive, and Succeed. New york: Ten Speed Press. Diakses pada tanggal 9 Agustus 2015 di: http://books.google.co.id/books?id=h_cfDji4V6YC&pg=PA101&dq=stress+academic&hl=id&ei=5oezTK2CJse3cOiYtKwI&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=6&ved=0CD0Q6AEwBQ#v=onepage&q&f=false.
Ormrod, J. E. 2009. Psikologi Pendidikan.Jakarta: Erlangga.
Oswalt, S. B. & Riddock, C. C. 2007. What to do about being overwhelmed: Graduate students, stress and University Services. The College Student Affairs Journal.Volume 27. 24 - 44. Diunduh pada tanggal 18 Januari 2015 dari: http://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ899402.pdf
Priyanto, D. 2009. Mandiri Belajar SPSS. Yogyakarta: Mediakom.
Rahayu, D., & Adriansyah, M. A. (2014). Hubungan Antara Kemandirian dan Gaya Belajar Dengan Strategi Menyelesaikan Masalah Pada Mahasiswa Ditinjau Dari Jenis Kelamin. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 3(1), 1-11.
Reber, A. S. & Emily, R. 2010. Kamus Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Reksoatmoodjo, T. N. 2009. Statistika untuk Psikologi dan Pendidikan. Bandung: PT. Refika Aditama.
Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan, dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Robbins, S. P. & Judge, T. A. 2008. Perilaku Organisasi, Buku 1. Jakarta: Salemba 4.
Santrock, J. W. 2002. Life-Span Development (perkembangan masa hidup, jilid 1). Jakarta: Erlangga
Sarafino, E. P. & Smith, T. W. 2012. Health Psychology (Biopsychosocial Interactions). United States: Wiley.
Simbolon. 2004. Dasar-dasar Administrasi dan Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Siregar, C. J. P. & Kumolosaso, E. 2006. Farmasi Klinik, Teori dan Penerapan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Siswanto. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Taylor, L. Harold.1990. Manajemen Waktu : Suatu Pedoman Pengelolaan Waktu Yang Efektif dan Produktif. Jakarta: Binarupa Aksara
Wade, C. & Tavris, C. 2007. Psikologi (edisi kesembilan). Jakarta: Erlangga.
Wirawan. 2012. Menghadapi Stres dan Depresi (seni menikmati hidup agar bahagia). Jakarta: Platinum.
Yasmin, R., Asim, S. S., Ali, H., Quds, T., & Zafar, F. 2013. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research. 23 (2), 343-347. ISSN 0976-044x. Diunduh pada tanggal 18 Januari 2015 dari http://globalresearchonline.net/journalcontents/v23-2/55.pdf