Pengaruh Budaya Jawa dan Harga Diri Terhadap Asertivitas Pada Remaja Siswa Kelas X Di SMA Negeri 3 Ponorogo
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v2i3.3658Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh antara Budaya Jawa dan harga diri terhadap asertivitas pada remaja.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Negeri 3 Ponorogo sebanyak 80 siswa. Data ini dikumpulkan dengan skala Budaya Jawa, skala harga diri, dan skala aserivitas dengan model skala Likert. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 17.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat positif antara Budaya Jawa dan harga diri terhadap asertivitas pada remaja siswa kelas X di SMA Negeri 3 Ponorogo dengan nilai Fhitung > Ftabel = 27.214> 3.115, R2 = 0.414, dan p = 0.000. Kemudian dari hasil analisis regresi bertahap didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh positif antara Budaya Jawa terhadap asertivitas dengan Beta = 0.349, thitung > ttabel = 3.286 > 1.991, dan p = 0.002. Kemudian pada harga diri terhadap asertivitas memiliki pengaruh positif dengan Beta = 0.378, thitung > ttabel = 3.560 > 1.991, dan p = 0.001.References
Alberti, R., & Emmons, M. (2002). Your perfect right (terjemahan Buditjahya). Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Ali, F. (1986). Refleksi paham kekuasaan Jawa dalam Indonesia modern. Jakarta: Gramedia.
Atkinson, J. M. (1997). Pengantar opikologi (Edisi Kesebelas Jilid Satu). Batam: Interaksara.
Baron, R. A., Byrne, D. (2004). Psikologi sosial (terjemahan Ratna Djuwita). Jakarta: Erlangga.
Branden, N. (2005). Kekuatan harga diri. Batam: Interaksara.
Clemes, H., Bean, R., & Clark, A. (1995). Bagaimana meningkatkan harga diri remaja (terjemahan Meitasari Tjandrasa). Jakarta: Binarupa Aksara.
Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self esteem. San Francisco: Freeman and Company.
Fensterheim, H., & Baer, J. (2005). Jangan bilang ya bila anda akan mengatakan tidak (terjemahan Buditjahya). Jakarta: Gunung Jati.
Ghufron, M. N., & Risnawita, R. (2010). Teori-teori psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Hapsari, R. M., & Retnaningsih, R. (2011). Perilaku asertif dan harga diri pada karyawan. Jurnal psikologi, 1 (1).
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (terjemahan Istiwidayanti dan Soedjarwo). Jakarta: Erlangga.
Idrus, M. (2004). Kepercayaan Eksistensial Remaja Jawa. Jurnal Psikologi Islam, 1 (1), 73-86.
Koentjaraningrat. (2002). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Lioyd, S. (1991). Mengembangkan perilaku asertif yang positif (terjemahan Budiyanto). Jakarta: Binarupa Aksara.
Maran, R. R. (2000). Manusia dan kebudayaan dalam perspektif ilmu budaya dasar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Prasetyo, B., & Jannah, L. M. (2006). Metode penelitian kuantitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Rathus, S. A., & Nevid, J. S. (1995). Adjustment and growth: The challenges of life. Boston: Houghton Mifflin Harcourt.
Sarwono, S. W. (2011). Psikologi remaja (Edisi Revisi Cetakan 14). Jakarta: PT. Rajawali Grafindo Persada.
Setiono, V., & Pramadi, A. (2005). Pelatihan asertivitas dan peningkatan asertif pada siswa-siswi SMP. Anima Indonesian Psychology Journal, 20 (2), 149-168.
Suseno, F. M. (1985). Etika Jawa: sebuah analisis falsafi tentang kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia.
Stein, S. J., & Book, H. E. (2002). Ledakan EQ: 15 prinsip dasar kecerdasan emosional meraih sukses (terjemahan Trinanda Rainy Januarsari & Yudhi Murtanto). Bandung: Kaifa.
Yusuf, H. S. (2008.) Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.