Hubungan Antara Identitas Sosial dan Konformitas dengan Perilaku Agresi pada Su-porter Sepakbola Persisam Putra Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v1i3.3324Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dan konformitas dengan agresi pendukung sepakbola Persisam Putra Samarinda. Sampel penelitian ini terdiri dari 75 pendukung sepakbola Persisam Putra Samarinda. Data dikumpulkan dengan skala identitas sosial, skala konformitas, dan skala aggresi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara identitas sosial dan konformitas dengan agresi pendukung sepak bola Persisam Putra Samarinda dengan F = 6,367, R2 = 0,150 dan p = 0,003. Kemudian hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara identitas sosial dan agresi dengan beta = -0,348, t = -3,039 dan p = 0,003. Tidak ada hubungan antara kesesuaian dan agresi dengan beta = -0,92, t = -0,806 dan p = 0,423.References
Abidin, Z. (2005). Penghakiman Masa. Jakarta: Er-langga.
Barker, C. (2005). Cultural Studies Teori dan Prak-tik. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka.
Baron, R. A., & Byrne, D. (2003). Psikologi Sosial. Jilid I Edisi Kesepuluh (terjemahan Djuwita R). Jakarta: Erlangga.
Brewer, M. B. (2004). Taking the social origins of human nature seriously: Toward a more im-peralist social psychology. Personality and social psychology review, 8,
– 113.
Brigham, J. C. (1991). Social Psychology. New York: Harper Collins Publisher, Inc.
Brown, C. (2006). Social Psychology. London: Sage Publications, Ltd.
Cialdini, R. B., & Goldstein, N. J. (2004). Social influence: Compliance and conformity. Annu. Review Psychology. 55, 591-621.
Dayakisni, T., & Hudainah. (2003). Psikologi So-sial. Malang: UMM Perss.
Deux, K., Dane, F. C., & Wrightsman, L. S. (1993). Social Psychologi in the'90s. California: Brooks.
Ibrahim. T. J. (2003). Sosiologi Pedesaan. Malang: UMM Pers.
Kartono, K. (2003). Patalogi Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Koeswara, E. (1998). Agresi Manusia. Bandung: PT Erasco.
Krahe, B. (2005). Perilaku Agresif. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Myers, D. G. (2005). Social Psychology. New York: McGraw Hill, Higher Education.
Nando, P. N. (2012). Hubungan antara perilaku menonton film kekerasan dengan perilaku agresi remaja. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6 (1), 18-35.
Pramana, A., & Suroso, D. E. S. (2010). Ikatan emosional terhadap tim sepakbola dan fanatisme suporter sepakbola. Jurnal Penelitian Psikologi. 1 (1), 23-27
Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkem-bangan Remaja. Edisi 6 (terjemahan Shinto B. Adelar & Sherly Saragih). Jakarta: Erlangga.
Sarwono, S. W. (2005). Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Terapan). Jakarta: Balai Pustaka.
Scheneiders, A. A. (1955). Personal Adjusment and Mental Healty. New York: Holt, Rinehart & Winston.
Sears, D. O., Freedman, J. L., & Peplau, L. A. (2005). Psikologi sosial edisi kelima (ter-jemahan Michael Ardiyanto dan Savitri Soekrisno). Jakarta: Erlangga.
Siswanti, Y. (2006). Analisis Pengaruh Stress Kerja Dalam Memediasi Hubungan Antara Politik Orgganisasi Dengan Perilaku Agresif (Studi Kasus Pada RS PKU Muhammadiyah dan DKT Di Yogyakarta). Jurnal Siasat Bisnis. 11 (2), 165-180.
Sukmawati, S., & Achmad, M. M. (2011). Konsep diri dengan konformitas terhadap kelompok teman sebaya pada aktivitas clubbing teman sebaya. Jurnal Psikologi.
Soekanto, S. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Ja-karta: Rajawali Press.
Tajfel, H. (1982). Human groups and social catego-ries. England: Cambrigde University Press.
Utomo, H. (2012). Hubungan antara frustasi dan konformitas dengan perilaku agresi pada su-porter bonek persebaya. Jurnal Penelitian Psikologi, 1 (2).
Vaughan, G., & Hogg, M. A. (2005). Introduction to Social Psychology. Edisi 4. Frenchs Forest, NSW: Pearson Education Australia.