Hubungan Antara Konflik Peran Ganda dan Dukungan Sosial Pasangan Dengan Motivasi Kerja Pada Karyawati
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v1i1.3277Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dan dukungan sosial pasangan dengan motivasi kerja pada karyawati di Rumah Sakit Abdul Rivai. Subjek penelitian ini adalah karyawati di Rumah Sakit Abdul Rivai sebanyak 70 karyawati. Data penelitian dikumpulkan dengan skala konflik peran ganda, skala dukungan sosial pasangan dan skala motivasi kerja. Teknik analisa data menggunakan korelasi product moment dengan bantuan program SPSS versi 16.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat korelasi negatif yang signifikan antara konflik peran ganda dengan motivasi kerja pada karyawati di Rumah Sakit Abdul Rivai dengan nilai R = -0.142 dan p = 0.028; (2) terdapat korelasi positif yang siginifikan antara dukungan sosial pasangan dengan motivasi kerja pada karyawati di Rumah Sakit Abdul Rivai dengan nilai R = 0.798 dan p = 0.000; (3) terdapat korelasi yang signifikan antara konflik peran ganda dan dukungan sosial pasangan dengan motivasi kerja pada karyawati di Rumah Sakit Abdul Rivai dengan nilai R=0.798 dan p= 0.000.References
Alderfer, C. P. (1969). An empirical test of a new theory of human needs. Organizational behavior and human performance, 4 (2), 142-175.
Arikunto, S. (2003). Prosedur penelitian suatu praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Beutell, N. J., & Greenhaus, J. H. (1983). Integration of home and nonhome roles: Women's conflict and coping behavior. Journal of Applied Psychology, 68 (1), 43.
Bobak, I. M., Lowdermilk, D. L., Jensen, M. D., & Perry, S. E. (2005). Buku ajar
keperawatan maternitas. Jakarta: EGC.
Djuwitawati, S., & Djalali, M. A. (2015). Percaya diri, dukungan sosial dan kecemasan siswa menghadapi seleksi perguruan tinggi, Jurnal Psikologi Indonesia, 4 (3), 296-303
Fibrianti, I. D. (2009). Hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa fakultas psikologi. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Diponegoro, Semarang.
Friedman, R., Kane, M., & Cornfield, D. B. (1998). Social support and career optimism: Examining the effectiveness of network groups among black managers. Human Relations, 51 (9), 1155-1177.
Frone, M. R., Russell, M., & Cooper, M. L. (1992). Antecedents and outcomes of work-family conflict: testing a model of the work-family interface. Journal of Applied Psychology, 77 (1), 65-78.
Ihromi, T. O. (1990). Para Ibu-Ibu yang Berperan Tunggal dan Berperan Ganda. Universitas Indonesia, Jakarta.
Irwanto, E. H., Hadisoepadma, A., Priyani, M. R., & Wismanto, Y. B. (1991). Psikologi umum. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Katz, D., & Kahn, R. L. (2000). The social psychology of organizations. New York: Wiley.
Munandar, A. S. (2001). Psikologi industri dan organisasi. Universitas Indonesia (UI-Press).
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2006). Perilaku organisasi (edisi ke-10). Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.
Sarafino, E. P. (2006). Health psychology, biopsychosocial interactions. John
willey & Sons’s. Inc, New York.
Smet, B. (1994). Psikologi kesehatan. Jakarta: PT. Grasindo
Triaryati, N. (2003). Pengaruh adaptasi kebijakan mengenai work family issue terhadap absen dan turnover. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 5 (1), 85-96.