Self-Concept and Perceived Social Support: Keys to Marital Adjustment Among Young Couples
DOI:
https://doi.org/10.30872/a9enza67Keywords:
Konsep Diri, Dukungan Sosial Yang Dirasakan, Penyesuaian PerkawinanAbstract
Marital adjustment is a crucial process in maintaining harmony within married life, particularly among young married couples who are still adapting to new roles and responsibilities. This study aimed to analyze the effects of self-concept and perceived social support on marital adjustment among young married couples. This study employed a quantitative correlational approach. The study population consisted of married individuals throughout Indonesia who were married before the age of 25 for males and before the age of 21 for females, with a maximum marriage duration of five years. A total of 374 individuals participated in the study. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that self-concept and perceived social support jointly accounted for 12.6% of the variance in marital adjustment, as indicated by the coefficient of determination (R²). The simultaneous test showed a significance value of p < 0.001, indicating that both variables had a significant combined effect on marital adjustment. In the partial tests, self-concept had a significant effect on marital adjustment (p = 0.027 < 0.05), while perceived social support also had a significant effect (p < 0.001). These findings indicate that a positive self-concept and perceived social support can help young married couples adapt to the dynamics of married life. Additional analyses revealed that self-concept and perceived social support did not differ significantly based on gender, age at marriage, or marriage duration. However, significant differences were found in marital adjustment based on gender and age at marriage. These findings indicate that marital adjustment is more sensitive to gender differences and individual readiness for marriage, such that gender and differences in age at marriage may be associated with different levels of marital adjustment.
Penyesuaian perkawinan menjadi tahapan krusial dalam menjaga harmonisnya kehidupan rumah tangga, terutama pada pasangan menikah di usia muda yang masih berada pada tahap adaptasi terhadap peran dan tanggung jawab baru. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsep diri dan perceived social support terhadap penyesuaian perkawinan pada pasangan usia muda. Pendekatan yang digunakan yaitu metode kuantitatif korelasional. Populasi penelitian yakni individu yang sudah menikah di seluruh Indonesia dengan usia menikah kurang dari 25 tahun bagi laki-laki dan perempuan kurang dari 21 tahun, dengan lama perkawinan maksimal 5 tahun. Jumlah partisipan yang terlibat sebanyak 374 individu. Analisis data dilaksanakan menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian memaparkan bahwa konsep diri dan perceived social support mempunyai koefisien determinasi (R²) sebesar 12,6% terhadap penyesuaian perkawinan. Hasil uji simultan menunjukkan nilai p < 0,001, artinya kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penyesuaian perkawinan. Pada uji parsial, konsep diri berpengaruh signifikan terhadap penyesuaian perkawinan (p = 0,027 < 0,05) dan perceived social support juga memberikan pengaruh yang signifikan (p < 0,001). Itu berarti, Konsep diri yang positif dan dukungan sosial yang dirasakan bisa membantu pasangan usia muda untuk menyesuaikan diri dalam dinamika kehidupan perkawinan. Analisis tambahan mendapatkan bahwa konsep diri dan perceived social support tidak memiliki perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, usia saat menikah, dan lama perkawinan. Namun, ada perpedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin dan usia saat menikah pada variabel penyesuaian perkawinan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyesuaian perkawinan lebih sensitif pada perbedaan gender dan kesiapan individu dalam menjalani perkawinan, sehingga jenis kelamin maupun perbedaan usia saat menikah bisa menunjukkan tingkat penyesuaian yang berbeda.
References
Adam, A. (2020). Dinamika pernikahan dini. Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, 13(1), 1–12. https://doi.org/10.46339/al-wardah.v13i1.155
Ahmad, M., & Khan, A. (2018). Social Support And Marital Adjustment In Married Working Women. Education, Sustainability & Society (ESS), 1(2), 5–7. https://doi.org/10.26480/ess.02.2018.05.07
Aini, V. N. (2023). Hubungan dukungan sosial keluarga dengan penyesuaian diri pada remaja yang menikah dini di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim). http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/50798
Al-Muti’ah, B. K., Kristanto, A. A., & Putri, E. T. (2021). Pengaruh dukungan sosial dan penerimaan diri terhadap orientasi pernikahan pada individu yang melakukan pernikahan dini. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(4), 744–757. https://doi.org/10.30872/psikoborneo
Alexander, J. M. (1981). Length of Marriage as a Factor in Marital Satisfaction , Communication , and Performance on the Prisoner ’ s Dilemma Game. Electronic Theses and Dissertations, 2631. https://egrove.olemiss.edu/etd/2631%0AThis
Alfiroh, A. C., & Pramadi, A. (2023). Empty chair therapy untuk menurunkan gejala generalized anxiety disorder pada emerging adulthood. Jurnal Psikologi Tabularasa, 18(2), 85–96. https://doi.org/10.26905/jpt.v18i2.11190
Aman, J., Abbas, J., Lela, U., & Shi, G. (2021). Religious affiliation, daily spirituals, and private religious factors promote marital commitment among married couples: does religiosity help people amid the COVID-19 crisis? Frontiers in Psychology, 12, 657400. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.657400
Ariani, P., Ayu, P., Ariescha, Y., & Manalu, A. B. (2021). Impact of early marriage on re productive health. Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau, 1(3), 24–32. http://ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JPMPH
Azizah, F. (2020). Dukungan Sosial dan Kecerdasan Menghadapi Kesulitan Terhadap Kepuasan Perkawinan Pada Istri Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(3), 472–481. https://doi.org/10.30872/psikoborneo
Baran, D. M., & Körük, S. (2024). The predictive role of dyadic adjustment and perceived social support in explaining psychological help-seeking attitudes of married individuals. British Journal of Guidance and Counselling, 52(4), 676–684. https://doi.org/10.1080/03069885.2023.2292093
Cahyani, N. I., Maharani, A., Dewi, P., Zerlinda, P., & Fauzy, I. (2024). Penyesuaian perkawinan pada pasangan menikah usia dini. Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan, 4(1), 15–27. https://doi.org/10.26877/jsip.v4i1.21591
Campbell, J. D., Assanand, S., & Paula, A. Di. (2003). The Structure of the Self-Concept and Its Relation to Psychological Adjustment. Journal of Personality, 71(1), 115–140. https://doi.org/10.1111/1467-6494.t01-1-00002
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress , Social Support , and the Buffering Hypothesis. 98(2), 310. https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310
Damanik, R. U., & Pribadi, A. S. (2015). Penyesuaian Diri Menantu Perempuan Jawa Di Keluarga Batak Ditinjau Dari Konsep Diri Di Kota Semarang. Proyeksi, 10(2), 7–14.
Fitriyani, R. (2021). Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Perkawinan Pada Dewasa Awal. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(2), 278. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i2.5963
Goñi, E., Madariaga, J. M., Axpe, I., & Goñi, A. (2011). Structure of the Personal Self-Concept ( PSC ). International Journal of Psychology and Psychological Therapy, 11(3), 509–522. http://www.redalyc.org/articulo.oa?id=56019881006
Grover, L. E., Williamson, C., Burdett, H., Palmer, L., & Fear, N. T. (2024). Level of perceived social support, and associated factors, in combat-exposed (ex-)military personnel: a systematic review and meta-analysis. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 59(12), 2119–2143. https://doi.org/10.1007/s00127-024-02685-3
Hanan, A. F., Kusmawati, A., Putri, T. E., & Oktaviani, T. (2022). Psikologi Umum Dasar. Prenada Media. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3(1), 211–218. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/concept.v3i1.998
Hanifati, F., & Maimunah, S. (2026). Individual Psychological Factors Associated with Marital Adjustment : A Systematic Review. Jurnal Psikologi Wijaya Putra (Psoikowipa), 7(1), 121–133. https://doi.org/10.38156/psikowipa.v7i1.612
Hidayah, F. N. (2024). Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dengan Kepuasan Perkawinan Pada Individu Yang Menikah Muda Di Desa X Kabupaten Grobogan. 30702000081.
Indawati, Y., Said, S. U., Ismaniyah, M. R., Yuha, W., & Kusuma, F. D. (2024). Faktor dan Dampak Pernikahan Dini Dalam Perspektif Undang-Undang Perkawinan. Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, 4(1), 80–91. https://journal.publication-center.com/index.php/ijssh/article/view/1655
Junedi, J. (2024). Faktor Yang Mempengaruhi Kepala Rumah Tangga Menikahkan Anaka Perempuan Di Bawah Umur Di Provinsi Sulawesi Tenggara. (Doctoral Dissertation,Universitas Hasanuddin). https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/33865/
Kara, A., & Kulbaş, E. (2022). A Structural Model of Marriage Adjustment for Married Individuals. Educational Policy Analysis and Strategic Research, 17(3), 164–181. https://doi.org/10.29329/epasr.2022.461.8
Khan, M., Akram, F., & Afzal, S. (2025). Mediating Role of Social Support and Resilience in the Relationship between Emotional Intelligence and Marital Strain in Parents of Children with Autism Spectrum Disorder. Pakistan Social Sciences Review, 9(3), 760–774. https://doi.org/10.35484/pssr.2025(9-III)58
Koro, A. (2019). Perlindungan Anak Di Bawah Umur dalam Perkawinan Usia Muda dan Perkawinan Siri. 1–17.
Krismonika, O., Noegroho, A., & Runtiko, A. G. (2023). Resiliensi Konsep Diri Perempuan Akibat Seks Pranikah. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 4351–4360.
Kurniawan, E. J., & Sutanto, S. H. (2025). “ Know Thyself !”: Kejelasan Konsep Diri Meningkatkan Hubungan Berkualitas Pada Dewasa. Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology, 12(1), 30–47. https://doi.org/10.24854/jpu955
Latassaqia, R. (2025). Cerai Gugat Pasangan Pernikahan Dini Atas Penelantaran Prespektif Gender. Jurnal Usm Law Review, 8(1), 282–303. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11654
Li, Q., Xun, M., Chen, Z., Li, Y., Zhao, C., Ju, X., Lan, J., & Fang, X. (2024). Bidirectional or unidirectional ? Longitudinal associations between external stressors , perceived spousal support , and marital instability. Family Process, 63(3), 1185–1200. https://doi.org/10.1111/famp.12898
Marwan, M. S. A. (2024). Konsep Diri, Kematangan Emosi, Dan Penyesuaian Diri Pada Individu Yang Menikah Di Usia Muda. Paedagogy : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 4(1), 38–43.
Mas’udah, H. Z., & Yoenanto, N. H. (2023). Penyesuaian Perkawinan Pada Periode Awal Pernikahan Pasangan Yang Menikah Melalui Proses Taaruf Marital Adjustment of Taaruf Married Couples in the Early Years of Marriage. Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan (SIKONTAN), 2(1), 87–96. https://doi.org/https://doi.org/10.47353/sikontan.v2i1.1145
Maulana, A. H., Dwi, I., Izzati, C., & Fitriani, A. (2025). Menjaga Keharmonisan Keluarga : Kematangan Emosi dan Dukungan Sosial Pada Individu yang Menikah Muda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 13(4), 715–723. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v13i3
Mayangsari, P. D., Prabowo, A., & Hijrianti, U. R. (2021). Kematangan emosi dan penyesuaian perkawinan pada pernikahan usia muda di Kabupaten Tulungagung. Cognicia, 9(2), 137–148. https://doi.org/10.22219/cognicia.v9i2.18168
Mert, A. (2018). The predictive role of values and perceived social support variables in marital adjustment. Universal Journal of Educational Research, 6(6), 1192–1198. https://doi.org/10.13189/ujer.2018.060609
Michael, K., & Ben-Zur, H. (2024). Couples ’ Psychological Resources and Marital Satisfaction : The Mediating Role of Marital Support. Europe’s Journal of Psychology, 20(4), 303. https://doi.org/10.5964/ejop.11769
Moneypenny, J. R. (1976). Marital Adjustment and Self-Concept In Married College Students. (Dissertations Anfd Theses, University of Northem Lowa). https://scholarworks.uni.edu/etd/1560
Muhammad, A., & Tony, D. (2023). Psychological stress and its relation to marital compatibility among early married couples. Journal of Sustainable Development in Social and Environmental Sciences, 2(1), 39–52. https://doi.org/10.21608/jsdses.2022.159800.1001
Pranatajaya, G. R. (2023). Hubungan Konsep Diri Dengan Penyesuaian Perkawinan Pada Pasangan Menikah Usia Muda Di Kelurahan Purwodadi. (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang), 2(4), 31–41.
Purba, N. N., Mariyanti, S., & Safitri, S. (2020). Perbedaan Jenis Komitmen Pernikahan Antara Suami Dan Istri Yang Telah Menjalani Pernikahan Di Atas Lima Tahun. JCA of Psychology, 1(2006), 140–146.
Qadir, F., Khalid, A., Haqqani, S., & Medhin, G. (2013). The association of marital relationship and perceived social support with mental health of women in Pakistan. BMC Public Health, 13(1), 1150. http://www.biomedcentral.com/1471-2458/13/1150
Ramadani, D., Bastiani, M. C., & Ghozi, A. (2019). Buku Panduan Terminologi Perlindungan Anak dari Eksploitasi. Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, 5. https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/f3ae0-buku-terminologi-2019.pdf
Rasyid, H. A. L., & Chusairi, A. (2021). Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Hubungan antara Dukungan Sosial dan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Universitas Airlangga. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM ), 1(2), 1306–1312. http://e-journal.unair.ac.id/index.php/BRPKM e-ISSN:
Ratnasari, D., Kartika, N. Y., & Normelani, E. (2021). Indikator Yang Mempengaruhi Pernikahan Dini Di Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah), 2(1), 35–42. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/jgp/index
Riansa, A. A., Rosita, A., Satriani, A. P., Amelia, D. F., & Azhar, F. M. J. (2023). Dinamika Psikologis Pada Individu Yang Sudah Menikah. Proceeding Conference On Psychology and Behavioral Sciences, 2(1), 334–344. https://doi.org/10.61994/cpbs.v2i1.82
Salis, L., & Heriyani, E. (2022). Dampak Perkawinan di Bawah Umur Terhadap Terjadinya Perceraian. Media of Law and Sharia, 4(1), 34–50. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.18196/mls.v4i1.17186
Saputro, Y. A., & Sugiarti, R. (2021). Pengaruh Dukungan sosial teman sebaya dan Konsep Diri terhadap Penyesuaian Diri pada Siswa SMA Kelas X. PHILANTHROPY: Journal of Psychology, 5(1), 59–72. https://doi.org/10.26623/philanthropy.v5i1.3270
Sari, M. (2018). Konsep Diri Pada PPerempuan Yang Menikah Muda. (Doctoral Dissertation, Universitas Medan Area). http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/17788
Shavelson, R. J., Hubner, J. J., & Stanton, G. C. (1976). Self-Concept: Validation of Construct Interpretations. Review of Educational Research, 46(3), 407–441. https://doi.org/10.3102/00346543046003407
Spanier, G. B. (1976). Measuring Dyadic Adjustment: New Scales for Assessing the Quality of Marriage and Similar Dyads. In Journa of Marriage and the Family (Vol. 38, Issue 1, pp. 15–28). https://www.jstor.org/stable/350547
Statistik, B. P. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, 0–44.
Sulistiani, W., Fajrianthi, F., & Kristiana, I. F. (2022). Validation of the Indonesian Version of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS): A Rasch Model Approach. Jurnal Psikologi, 21(1), 89–103. https://doi.org/10.14710/jp.21.1.89-103
Suyanti, S. (2023). Kematangan emosi dengan penyesuaian pernikahan pada pelaku perkawinan usia dini. PSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi, 3(1), 41–48. https://doi.org/10.35316/psycomedia.2023.v3i1.41-48
Tamalowu, P. C. A. (2020). Perbedaan Kesiapan Menikah Antara Laki-Laki Dan Perempuan Usia Emerging Adulthood (Studi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Di Kota Makassar). (Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin). https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/2367/
Tarigan, N., & Afdal. (2022). Kematangan Emosi, Dukungan Sosial Dan Penyesuaian Diri Pasangan Muda Pada Awal Pernikahan. Jurnal KOPASTA, 9(2), 102–111. https://doi.org/10.33373/kop.v9i2.4604
Tnos. (2023). Pernikahan Dini Jadi Kasus Penyebab Perceraian Paling Dominan, Mengapa? https://tnos.co.id/artikel/184/pernikahan-dini-jadi-kasus-penyebab-perceraian-paling-dominan,-mengapa
Triadhari, I., Afridah, M., & Salsabila, H. H. (2023). Dampak Psikologis Pernikahan Dini di KUA Kecamatan Kejaksaan Kota Cirebon. Spiritualita, 7(2), 89–100. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v7i2.1328
Ünal, Ö., & Akgün, S. (2022). Relationship of Conflict Resolution Styles in Marriage with Marital Adjustment and Satisfaction. Psikiyatride Guncel Yaklasimlar, 14(1), 322–330. https://doi.org/10.18863/pgy.1016806
Wulansari, O. D., & Setiawan, J. L. (2019). Hubungan antara Psychological Well-being dan Marital Adjustment pada Remaja. Psychopreneur Journal, 3(1), 36–46. https://doi.org/10.37715/psy.v3i1.906
Zimet, G. D., Dahlem, N. W., Zimet, S. G., & Farley, G. K. (1988). The Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Journal of Personality Assessment, 52(1), 30–41. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa5201_2
Zuliana, N., & Kumala, A. (2020). Efek Sabar dan Syukur Terhadap Penyesuaian Pernikahan. TAZKIYA: Journal of Psychology, 8(2), 105–113. https://doi.org/10.15408/tazkiya.v8i2.18106
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.