Pemberdayaan Perempuan Dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga Melalui Pemanfaatan Limbah Tambang di Desa Bangunrejo
DOI:
https://doi.org/10.30872/plakat.v4i1.5888Keywords:
Pemberdayaan perempuan, limbah tambang, Desa Bangun RejoAbstract
Selama ini laki-laki mengambil peran sentral dalam pemenuhan ekonomi keluarga, namun seiring waktu perempuan mulai terlibat dalam membantu menunjang ekonomi keluarga. Perempuan yang terdidik dan memiliki skill mulai bekerja di instansi ataupun perusahaan. Namun lebih banyak perempuan yang berperan hanya sebagai ibu Rumah Tangga saja. Keberadaan ibu Rumah tangga ini kemudian menjadi penting untuk diberdayakan karena mereka memiliki cukup banyak waktu senggang di rumah apalagi ditengah kondisi pandemic Covid 19 yang mengharuskan kegiatan lebih banyak dirumah. Upaya pemberdayaan dilakukan dengan melihat potensi yang ada dilingkungan terdekat. Kondisi ini kemudian ditemukan pada ibu-ibu di Desa Bangun Rejo L3, dan terdapat kabel blasting yang selama ini terbuang sebagai limbah tambang. Melalui sosialisasi dan pelatihan yang diberikan kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa tersebut, mereka dapat menghasilkan kreasi dari daur ullang limbah tambang berupa keranjang belanja, piring buah, dan pot bunga. Hasil Kreasi ini tidak hanya dimanfaatkan secara mandiri oleh mereka tetapi juga telah dipasarkan walaupun masih dalam jumlah terbatas.
References
Asmana, A., Suryadiputra, I. N. N. and Najiati, S. (2005).Pemberdayaan Masyarakat di Lahan Gambut. Bogor: Wetland International-1PS. Available at: https://www.wetlands.or.id/PDF/buku/Buku Pemberdayaan Masyarakat di Lahan Gambut.pdf.
Budiani, S. R, Widiadi,W, Dellamanda,Y,Eline, K, Hendra,S.P, Heny,M, Heru,T.N.I, Mika, A, Novela,M, Rizka,F.F, dan Yanti,K.(2018). Analisis Potensi dan Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas di Kelurahan Sembungan, Wonosobo Jawa Tengah. Majalah Geografi Indonesia, 32(2), 170-176
Gandi, R., Sunito, S. and Kinseng, R. A. (2015). ‘Industrialisasi Pertambangan Dan Deagrarianisasi Masyarakat Desa (Studi Kasus Masyarakat Desa Embalut dan Desa Bangunrejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur)’, Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3(1). doi: 10.22500/sodality.v3i1.9431.
Hakim H. 2010. Alasan kenapa perempuan harus menjadi subjek dalam mengelola sampah
Hidayat, S., Djumena, I. and Darmawan, D. (2018). ‘Pemberdayaan Perempuan Berbasis Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Pembuatan Keset dari Limbah Kain’, Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 2(1). doi: https://doi.org/10.15294/pls.v2i1.23385.
Ife, Jim dan Tesoriero Frank. 2014. Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi “Community development”.Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Rahim Sukirman, Djotin,Mokoginta.(2017). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Kerajinan Tangan dalam Mengurangi Limbah Rumah Tangga (Sampah di Kelurahan Tohupo Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo.KKS Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Negeri Gorontalo: Gorontalo
Sofia, L. et al. (2020). ‘Mengelola Overthinking untuk Meraih Kebermaknaan Hidup’, PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat), 2(2), p. 118. doi: 10.30872/plakat.v2i2.4969.
Suharto, E. (2009).Analisis Kebijakan Publik: Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Bandung: Alfabeta.
Sulistiyani, A. T. (2004).Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media.