Respon Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill)Terhadap Pengapuran Dan Pemupukan Bioperforasi di Kampung Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau
DOI:
https://doi.org/10.35941/jatl.3.2.2021.4814.86-91Keywords:
Bioperforasi, Kedelai, Pengapuran dan PemupukanAbstract
Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui respon tanaman kedelai terhadap pengapuran dan pupuk bioperforasi, (ii)mendapatkan dosis pengapuran dan pupuk bioperforasi yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. (iii) mengetahui hubungan
antara pengapuran dan pupuk bioperforasi pada hasil tanaman kedelai.Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pemukiman Transmigrasi Sukan
Tengah III Desa Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial dengan dua faktor
yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pengapuran (P) yang terdiri dari lima
taraf, yaitu : p0 = 0 Mg ha-1
; p1 = 1 Mg ha-1-
; p2 = 2 Mg ha-1
; p3 = 3 Mg ha-1
; p4 = 4 Mg ha-1
. Sedangkan faktor kedua adalah Bioperforasi
(B) yang terdiri dari lima taraf yaitu : b0 = 0 L ha-1
; b1 = 1,5 Lha-1
; b2 = 3 L ha-1
; b3 = 4,5 L ha-1
; b4 = 6 L ha-1
.Hasil
percobaanmenunjukkanbahwa tanaman Kedelai tidak menunjukkanrespon positif terhadap interaksi perlakuan pengapuran x pemupukan
bioperforasi pada komponen produksi, respon positif hanya ditunjukkan pada tinggi tanaman umur 10 minggu setelah tanam. Perlakuan
Pengapuran memberikan respon positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Tanaman kedelai menunjukan respon positif
terhadap perlakuan pemupukan bioperforasi pada pertumbuhan hasil tanaman. Hasil analisis regresi dosis pemupukan bioperforasi 6 L ha-
1pada dosis kapur 1,94 Mg ha-1memberikan hasil maksimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.
Downloads
References
Cook, R.L dan Ellis, B.G. 1992. Soil Management. Krieger Publishing Company. Malabar. Florida.
Draper N dan Smith, H. 1992. Analisis Regresi Terapan. Edisi 2. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Gardner, F.P; R.B. Pearce dan R.L. Mitchel. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan Herawati Susilo. Universitas Indonesia. Jakarta.
Gaspersz, V. 1991. Teknik Analisis dalam Penelitian Percobaan 2. Tarsito. Bandung.
Gomez, K.A. dan A.A. Gomez. 1983. Statistical Prosedures for Agriculture Research. IIR, Los Banos.Philippines
Hanafiah, K.A. 2007. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Kuswandi. 1993. Pengapuran Tanah Pertanian. Kanisius. Jakarta
Mashar, A. 2000. Proses Pembuatan Pupuk Bioperforasi dan Komposisi Produk yang diperoleh dari Proses Tersebut. Paten Indonesia Jakarta.
Notohadiprawiro, T. 2006. Budidaya Organik : Suatu Sistem Pengusahaan Lahan Bagi Keberhasilan Program Transmigrasi Pola Pertanian Lahan Kering.
ILmu Tanah. Universitas Gadjah Mada. Jogjakarta.
Padmini, O.S dan Riyanti, R. 2003. Inokulasi Rhizobium dan Mikoriza pada Kedelai. Habitat Vol IV no 2 : 78 - 85
Salisbury, F.B dan Ross, C.W. 1992. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Terjemahan : Diah R. Lukman dan Sumaryono. ITB. Bandung.
Suryaman, M. 2003. Pengaruh Pupuk Hayati Mikoriza dan Rhizobium Terhadap Pertumbuhan Vegetatif, Kandungan Hara dan Hasil Kedelai.
Habitat. Jurnal Ilmiah.volume 2 halaman 85-92.
Wahyuni, P.T; Arham dan Yusrani, A. 2005. Pengaruh Kapur dan Pupuk Kandang Ayam terhadap pH dan Kejenuhan Al3+ di Lahan Reklamasi
PT. Anugerah Bara Kaltim dengan Tanaman Uji Rambutan ( Nephelium lappaceum, L.) Jurnal Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian
Unmul. 11:102-107
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.