Aplikasi Kombinasi Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dan Daun Eukaliptus (Eucalyptus pellita) Terhadap Fusarium sp. pada Tanaman Eucalyptus sp.
Abstract
Penyakit bercak daun pada tanaman Eucalyptus sp. disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Pada saat ini hanya menyerang daun tanaman yang berumur di atas satu tahun. Perlu dilakukan penelitian pengendalian penyakit tersebut apabila nantinya terjadi serangan yang di atas ambang ekonomi. Pengendalian dengan menggunakan pestisida sintetis akan berdampak negative terhadap lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian adalah memanfaatkan ekstrak nabati dari kombinasi ekstrak serai (Cymbopogon citratus) dan daun eukaliptus (Eucalyptus pellita). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi ekstrak tersebut menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. (in vitro) dan menentukan konsentrasi yang paling baik untuk mengendalikan penyakit bercak daun (green house). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Desember 2024, Uji efektivitas secara in vitro dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, dan aplikasi kombinasi ekstrak pada tanaman Eukaliptus dilaksanakan di green house, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu; tanpa pemberian kombinasi ekstrak, konsentrasi 50 mL.L-1, 100 mL.L-1, 150 mL.L-1, 200 mL.L-1, 250 mL.L-1, dan 300 mL.L-1. Analisis data menggunakan sidik ragam dan uji lanjut uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi ekstrak serai (Cymbopogon citratus) dan daun eukaliptus (Eucalyptus pellita) mampu menghambat pertumbuhan miselium jamur Fusarium sp. dan konsentrasi terbaik yaitu 300 mL.L-1 dengan daya hambat sebesar 15,62% (7 HSI) dan tidak berbeda dengan 200 mL.L-1 dan 250 mL.L-1. Konsentrasi terbaik kombinasi kedua ektrak nabati dapat mengendalikan penyakit bercak daun eukaliptus pada yaitu 300 mL/L dengan insidensi penyakit sebesar 8,33% dan severitas penyakit sebesar 0,09% (30 HSI).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aji, O. R dan Rohmawati, Y. 2020. In vitro antifungal activity of morinda citrifolia leaves extract against Fusarium oxysporum. Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity, 4(1): 20-26.
Akhsan, N., Ningsih, D. R., dan Sofian. 2021. Potensi jamur endofit pada tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) mengendalikan jamur Allternaria porri: studi kasus Desa Bendang Raya. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab. 4(1): 67-74.
Arsensi, I dan Mardji, D. 2018. Identifikasi patogen penyebab busuk batang pada bibit Eucalyptus pellita di persemaian. J Hut Trop, 2(1): 21-25.
Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Produksi Kehutanan. Badan Pusat Statistik. Jakarta.
Barnett, H. L and Hunter, B. B. 1998. Illustrated Genera of Imperfect Fungi, Fourth Edition. APS Press.
Campbell, C. K., Johnson, E. M., and Warnock, D. W. 2013. Identification of Pathogenic Fungi, Secound Edition. Wiley Blackwell.
Desyanti, D., Hadi, Y. S., Yusuf, S., dan Santoso, T. 2007. Keefektifan beberapa spesies cendawan entomopatogen untuk mengendalikan rayap tanah Coptotermes gestroi Wasmann (isoptera : Rhinotermitidae) dengan metode kontak dan umpan. Jurnal Ilmu & Teknologi Kayu Tropis, 5(2): 68-77.
Dewi, R. N., Sari, N., dan Santoso, U. 2024. Pengaruh aplikasi ekstrak limbah puntung rokok terhadap serangan hama pada pertanaman Edamame di Gunung Kupang, Banjarbaru. The Journal of Tropical Biology, 8(2): 22-34.
Gabriel, B. P dan Riyanto. 1989. Metarizium anisopliae (Metch) Sor: Taksonomi, Patologi, Produksi, dan Aplikasinya. Direktorat Perlindungan Tanaman Perkebunan. Jakarta.
Gakuubi, M. M., Maina, A. W., and Wagacha, J. M. 2017. Antifungal activity of Essential oil of Eucalyptus camaldulensis Dehnh. Against selected Fusarium spp. International Journal of Microbiology, 2017 (1).
Gangavarapu, Y dan Palwai, S. 2022. Antifungal activity of lemongrass oil against pathogenic fungi. International Journal of High School Research, 4(1): 34-38.
Kharisma, G., Retnaningsih, A., Nusantari, C. S., dan Al-kausar, R. 2024. Bioactive compounds from Eucalyptus pellita leaf extract using water solvent. Jurnal Analis Farmasi, 9(1): 40-48
Metboki, B. 2018. Identifikasi senyawa aktif kulit batang ampupu (Eucalyptus alba Reinw. Ex. Blume) dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium moniliforme. Savana Cendana Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering, 3(1): 11-13.
Miftahurrohma dan Wahyuni, W. S. 2022. Pengendalian penyakit layu (Fusarium oxysporum) pada tanaman bawang merah dengan air rebusan serai dapur (Cymbopogon citratus). Berkala Ilmu Pertanian, 5(2): 65-69.
Octavia, A dan Wantini, S. 2017. Perbandingan pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media PDA (potato dextrose agar) dan media alternatif dari singkong (Manihot esculenta Crantz). Jurnal Analisis Kesehatan. 6(2): 625-631.
Pasaribu, D. I., Mardhiansyah, M., dan Sulaeman, R. 2016. Kualitas perumbuhan Eucalyptus sp. dari perbanyakan vegetatif dan generatif. JomFaperta, 3(1).
Sari, P. P., Almasyah, Y., dan Kornialia. 2024. Daya hambat ekstak daun mangga (Mangifera indica I.) terhadap pertumbuhan Candida albicans: studi deskriptif. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 8(1).
Setianingsih, S., Kartika, R., dan Simanjuntak, P. 2017. Isolation and toxicity test of stigmastan-3,5- dien from Eucalyptus Deglupta Blume. Jurnal Kimia Mulawarman, 15(1):23-34.
Simorangkir, E. A. 2014. Karakterisasi Penyakit Daun pada Pembibitan Enam Klon Hibrid Turunan Eucalyptus grandis x Eucalyptus pellita di PT. Toba Pulp Lestari Tbk. Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Surendra, V., Zacharia, S., Reddy, K.R., Reddy, N.P.E dan Chowdappa, P. 2015. Effect of different media on growth anda sporulation of Cercospora arachidicola causing early leaf spot of ground nut. The Bioscan, 10(4):1825-1828.
Syaifudin, E. A., Akhsan, N., dan Aryubi, A. 2023. Efektivitas Ekstrak Gulma dalam Menghambat Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.). Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 5(2): 136-142.
Tawa, M. A. 2015. Efektivitas Pestisida Nabati untuk Pengendalian Jamur Sclerotium rolfsii Sacc Penyebab Penyakit Rebah Semai pada Tanaman Kedelai. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.
Watanabe, T. 2002. Pictorial Atlas of Soil Seed Fungi: Morphologies of Cultured Fungi and Key to Species. CRC Press LLC. Boca Raton.
DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jatl.8.2.2026.21537.1-8
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab





4.jpg)
.jpg)










