Inventarisasi Organisme Pengganggu Tumbuhan pada Tanaman Buah Naga (Hylocereus sp.) di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara

Karica Siwi, Sopialena Sopialena, Ni'matuljannah Akhsan, Yumardian Saleh

Abstract


Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki potensi lahan yang luas, iklim yang sesuai, serta antusiasme petani lokal sebagai daerah penghasil buah naga utama di Kalimantan Timur, bahkan secara nasional. Desa Batuah Kecamatan Loa Janan merupakan salah satu desa produsen buah naga yang cukup tinggi yang dikelola bersama gabungan kelompok tani. Pengolahan dan pemanfaatan buah naga kini dihadapkan dengan masalah budidaya serta hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan hasil panen serta menurunkan kualitas dan kuantitas laba, sehingga menjadi hambatan tersendiri dalam produksi buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang buah naga di Desa Batuah. Penelitian inventarisasi ini dilakukan selama 1 bulan di lima kebun buah naga yang berbeda. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada tanaman yang menunjukkan gejala serangan. Identifikasi patogen jamur dilakukan di laboratorium secara morfologi berdasarkan kultur dan pengamatan mikroskopis, sementara identifikasi hama dan nematoda dilakukan di lapangan dan laboratorium melalui pengamatan visual dan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman buah naga di Desa Batuah banyak terserang hama dan penyakit, yang sebagian besar oleh jamur, bakteri, dan lalat buah. Namun, untuk bakteri dapat dilihat hanya dengan gejala dan tanda, sementara nematoda yang ditemukan adalah non parasit. Beberapa tanaman yang diserang oleh jamur diantaranya Fusarium sp, Phytophthora sp. Pythium sp. Botryodiplodia sp. dan Bipolaris sp. Jamur yang banyak didapatkan dalam penelitian ini adalah Fusarium sp. Hama yang banyak ditemui dan merusak buah naga adalah larva lalat buah (Bactrocera sp). Nematoda non parasit yang ditemukan pada tanaman buah naga dalam penelitian ini adalah nematoda Rhabditis sp., Dorylaimus sp., dan Aphelenchus sp.

Keywords


Buah Naga, Hylocereus, Kalimantan Timur, Kukar

Full Text:

PDF

References


Agrios GN. 2005. Plant Pathology (5th ed.). Elsevier Academic Press.

Alexopoulus CJ, and Mims, CW. 1979. Introductory mycology. Library of congres cataloging in publication data.

Barnet & Hunter BB. 1998. Illustrated genera of imperfect fungi. American Phytopthological Society Press.

Brown SJ, & Williams PF. 2020. Pengaruh Kelembapan dan Drainase terhadap Perkembangan Penyakit Busuk Akar (Phytophthora sp.) pada Tanaman Hortikultura. Jurnal Proteksi Tanaman, 45(3), 201–215

Coyne DL, Nicol JM, & Claudius-Cole B. 2007. Practical Plant Nematology: A Field and Laboratory Guide. International Institute of Tropical Agriculture (IITA).

Domsch KH, Gams W, and Anderson H. 1980. Compendium of soil fungi. Academic Press.

Hortikultura DJ. 2021. Pandemi, Petani Buah Naga Kutai Kartanegara Kembali Berproduksi. Kementerian Pertanian RI. https://hortikultura.pertanian.go.id/pandemi-petani-buah-naga-kutai-kertanegara-kembali-berproduksi

Nurbaeti N, Yuliasmara F, & Yulifianti R. 2016. Pertumbuhan dan hasil buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) pada berbagai jenis pupuk organik. Jurnal Hortikultura, 26(2), 135–142. https://doi.org/10.21082/jhort.v26n2.2016.p135-142

Pedigo LP, & Rice ME. 2006. Entomology and Pest Management (5th ed.). Pearson Prentice Hall.

Putra DN, & Lestari S. 2021. Dampak Lingkungan sekitar Kebun terhadap Populasi Lalat Buah (Bactrocera sp.) di Sentra Produksi Buah Tropis. Jurnal Entomologi Indonesia, 18(1), 50–65

Putra NS. 1997. Hama Lalat Buah dan Pengendaliannya. Kanisius.

Samson RA, Hoekstra ES, dan Oorschot CAN. 1984. Introdution to food-borne fungi. Centraalbureau Voor Schimmelcultures.

Septiana R, Mufidah L, & Subekti R. 2020. Kandungan antioksidan dan aktivitas antibakteri ekstrak buah naga (Hylocereus spp.). Jurnal Gizi Dan Pangan, 15(1), 11–18. https://doi.org/10.25182/jgp.2020.15.1.11-18

Siwi SS. 1991. Kunci determinasi serangga. Kanisius.

Suwandi S. 2020. Identifikasi Penyakit Penting pada Tanaman Buah Naga di Sumatera Barat. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 16(4), 157–165.

Tarjan AC, Esser RP and Chang SL. 2007. Interactive diagnostic key to plant parasitic, freeliving and predaceaus nematodes.

Yuliasmara F & Ardiansyah R. 2020. Analisis kelayakan usaha budidaya buah naga di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Agribisnis, 8(1), 45–53. https://doi.org/10.29244/jai.8.1.45-53.




DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jatl.8.2.2026.20018.9-16

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.