Pemodelan Lingkungan Pengendapan Singkapan Formasi Pulau Balang Berdasarkan Analisis Biostratigrafi di Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan lingkungan pengendapan Formasi Pulau Balang di Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, berdasarkan biostratigrafi makrofosil. Penelitian dilakukan pada satu singkapan utama melalui stratigrafi terukur, deskripsi litologi, struktur sedimen, pengambilan sampel batuan menggunakan stratified sampling dan pengambilan sampel makrofosil secara langsung (direct fossil collection) sebagai penentu umur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa singkapan tersusun atas lima lapisan utama, dengan pola fining upward dari batupasir menuju batulempung hingga shale, serta diselingi lapisan karbonatan berfosil. Struktur sedimen yang dominan berupa laminasi mengindikasikan kondisi pengendapan berenergi rendah. Analisis makrofosil mengidentifikasi keberadaan Anadara sp., Meretrix sp., dan Turritella sp., yang menunjukkan lingkungan perairan transisi hingga laut dangkal. Berdasarkan acuan biostratigrafi Morley (1991), fosil tersebut mengindikasikan rentang umur Miosen Awal - Miosen Akhir. Integrasi litologi, struktur sedimen, dan data fosil memperlihatkan lingkungan pengendapan transitional-lower delta plain dengan sub-fasies interdistributary bay hingga mencapai shallow marine. Berdasarkan sekuen stratigrafi, menunjukkan karakteristik Transgressive Systems Tract (TST), ditandai oleh pergeseran fasies ke arah laut (retrogradational stacking). Secara keseluruhan, penelitian ini memperlihatkan pengendapan yang dipengaruhi oleh kombinasi proses fluvial, pasang surut, dan transgresi laut, sehingga menghasilkan rekaman fasies khas lingkungan transisi hingga laut dangkal.G
Full Text:
PDFReferences
Afiati N. Kerang Darah Anadara granosa (L.) (Bivalvia: Arcidae) sebagai Bioindikator Lingkungan Akuatik dan Upaya Konservasinya. Pidato Pengukuhan Guru Besar, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro; 2010 Sep 29; Semarang.
Aga T, Setyawan ID, Widada S. Litofasies batulanau dan batupasir Formasi Pulau Balang pada Cekungan Kutai. J Ilm Geol Pangea. 2022.
Anwar AR, Abdurrokhim, Firmansyah Y, Gani RMG. Fasies dan lingkungan pengendapan batubara Formasi Muara Enim Lapangan “Bima”, Daerah Lubuk Betung, Sumatera Selatan. Jatinangor: Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran; 2021.
Bachri S, Harsolumakso A, Rustandi E. Pola fining upward pada endapan dataran pasang surut sebagai respon terhadap perubahan energi pengendapan. Prosiding Seminar Geologi Indonesia; 2010.
Hidayat A. Lingkungan pengendapan batubara pada sistem deltaik dan keterkaitannya dengan fasies rawa delta. Jurnal Kebumian. 2016.
Kurnio H, Rustandi E, Ramdhan A. Studi fasies delta Kapuas dan perubahan energi pengendapan pada interdistributary bay. Buletin Geologi Indonesia. 2009.
Maryanto S. Indikator lingkungan laut dangkal berdasarkan keberadaan fosil gastropoda Turritella pada sedimen Miosen. Jurnal Geologi Kelautan. 2016.
Mawardi AL, Yolanda F, Elfrida, Sarjani TM. Bivalvian distribution pattern based on habitat characteristics in the coastal area of Langsa City. J Trop Biodiv Biotechnol. 2018;3:26–9.
Morley CK. Developing Palaeogeographic Models. In: Morley CK, editor. Tectonic and Stratigraphic Evolution of Southeast Asian Basins. Cambridge: Cambridge University Press; 1991.
Nalendra S. Analisis lingkungan pengendapan batubara dan geoteknik di wilayah Loa Duri. Laporan Penelitian. Universitas Mulawarman; 2014.
Nichols G. Sedimentology and Stratigraphy. 2nd ed. Oxford: Wiley-Blackwell; 2009.
Nisa R, Fatimah S, Ardiansyah M. Perubahan muka air laut dan pengaruhnya terhadap fasies transisi Miosen–Plistosen di Kalimantan Timur. J Bumi Indonesia. 2024.
Nurani D, Prabowo H, Wijayanto A. Fosil moluska laut dangkal sebagai indikator lingkungan delta pasang surut Formasi Miosen di Kalimantan Timur. Jurnal Sedimentologi Indonesia. 2020.
Permana A, Nugroho S, Yuliana D. Fase transgresi tipis pada sekuen deltaik Cekungan Kutai dan keterkaitannya dengan sedimen karbonatan halus. J Geol Sumberdaya Mineral. 2023.
Pramumijoyo S, Husein S, Cahyadi A. Karakter endapan aluvial Holosen di wilayah delta Indonesia dan kaitannya dengan proses banjir. Prosiding PIT IAGI; 2017.
Purwaningsih R. Variasi habitat Meretrix sp. dan kaitannya dengan energi pengendapan di lingkungan estuarin–deltaik. J Perikanan dan Kelautan. 2019.
Putri A, Lestari F, Widyastuti R. Variasi fasies lokal pada Formasi Pulau Balang bagian Loa Duri dan pengaruh lingkungan neritik karbonatan. Jurnal Geosains Mulawarman. 2022.
Siregar H. Fosil moluska laut dangkal sebagai indikator transgresi pada urutan sedimen. Jurnal Geologi Regional. 2015.
Supriatna S. Peta Geologi Lembar Samarinda, Kalimantan Timur. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi; 1995.
Susilohadi S. Karakteristik pengendapan delta plain bagian bawah dan pola fining upward. Buletin Teknik Geologi. 2005.
Susilohadi S, Wibowo S, Ramadhan A. Fauna laut dangkal pada interdistributary bay sebagai indikator lingkungan transisi. Jurnal Stratigrafi Indonesia. 2005.
Tucker M.E. Sedimentary Rocks in the Field. 3rd ed. New York: John Wiley & Sons; 1996.
Wibowo S, Nurhadi M, Cahyono R. Pengendapan sedimen halus pada teluk antarsaluran delta modern Indonesia. J Sedimentologi Indonesia. 2018.
Widodo A. Transgressive Systems Tract (TST) dan ciri fasies laut dangkal pada urutan stratigrafi sedimen. Jurnal Geologi Kelautan. 2017.
Zaenudin A, Rifa’i M, Sudarsono D. Studi fasies batupasir dan batubara pada sistem delta bagian atas di Kalimantan Timur. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral. 2019.
DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jtgeo.v0i1.26818
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
