Self Construal Masyarakat Daerah Aliran Sungai Karang Mumus Dalam Memprediksi Sikap Peduli Lingkungan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/psikostudia.v7i2.2401

Keywords:

self construal, sikap peduli lingkungan, sungai karang mumus

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self-construal masyarakat daerah aliran Sungai Karang Mumus dalam memprediksi sikap kepedulian akan lingkungan. Jenis penelitian ini adalah kuali-tatif. Subjek penelitian berjumlah 10 orang yang memiliki ciri mengetahui tentang permasalahan di Sungai Karang Mumus serta tinggal dan menetap di Daerah Aliran Sungai Mahakam. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisa dilaksanakan dengan cara reduksi data, penyajian data, melakuan kesimpulan dan verivikasi. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat yang tinggal di pinggir Sungai Karang Mumus umumnya tingkat perekonomiannya rendah, dan tinggal dirumah-rumah sederhana. Masyarakat yang tinggal di pinggir Sungai karang Mumus tidak peduli dengan lingkungan tempat tinggalnya walaupun mereka menggunakan air sungai untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus, serta masak dan minum. Hal ini dibuk-tikan dengan sikap masyarakat yang membuang sampah dan tinja langsung ke sungai.

References

Agung, Iskandar. 2012. Panduan Penelitian Tinda-kan Kelas bagi Guru. Jakarta: Bestari Buana Murni.

Azwar, Saifuddin. 2002. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Brewer, M. B., & Gardner, W. 1996. Who is this "we"? Levels of collective identity and self rep-resentations. Journal of Personality and Social Psychology, 71, 83-93.

Depdikbud, 1989. Sistem Pendidikan Nasional UU RI no.2 tahun 1989. Jakarta: Armas Duta Jaya.

Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Kon-servasi Alam, Departemen Kehutanan. 2008. In-formation of Conservation Areas in Indonesia. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan. Ja-karta.

Here, S. V., & Priyanto, P. H. 2014. Subjective well-bing pada remaja ditinjau dari kesadaran ling-kungan. Psikodimensia, 13(1), 10–21.

Iskandar. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta: Referensi.

Kartodihardjo H, MurtilaksonoK & Sudadi U. 2004. Institusi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai: Konsep dan Pengantar Analisis Kebijakan. Bo-gor: Fakultas Kehutanan IPB.

Manan S. 1976. Silvikultur. Bogor: Fakultas Kehu-tanan IPB.

Markus, H.R., & Kitayama, Y. 1991. Culture and the self: Implicationscognition, Emotion, and Moti-vation. Psychological Review, 98, 224-250.

Masruri, Siasah, Muhsinatun. 2002. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Yogya-karta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Mursi, S. M. 2001. Seni Mendidik Anak. Jakarta: Ar-royan.

Narwanti, Sri. 2011. Pendidikan Karakter Penginte-grasian 18 Nilai Dalam Mata Pelajaran. Yogya-karta: Familia.

Priza, 2005. Pola hubungan variabilitas Budaya, so-sialisasi individual, ldentitas Budaya dan peru-bahan generasi dengan self construal individu (Kasus Mahasiswa dari cohort Human Capital Generation pada konteks generasi budaya kolek-tivis). Tesis. Universitas Indonesia.

Salim, Emil, 1986, Pembangunan Berwawasan Ling-kungan. Jakarta: LP3ES.

Samani, Muchlas, Hariyanto. 2012. Pendidikan karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sue, Bowler. 2003. Bumi yang Gelisah. Jakarta: Erlangga.

Tim penyusun kamus. pusat bahasa. 2002. Kamus BesarBahasa Indonesia, Edisi ke-3, Cetakan ke-2. Jakarta: Balai Pustaka.

______ 2006. Peraturan Menteri Kehutanan No. P.56/Menhut-II/2006 tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional. Jakarta: Departemen Kehu-tanan.

Downloads

Published

2018-12-15