Self-Acceptance for Mothers Who Have Children with Special Needs on Lower-Middle Socio-Economic Status in Bantul

Rosita Permatahati, Wahyu Widiantoro, Ayu Gigih Rizkia

Abstract


Children with special needs are children who experience developmental delays either physically, psychologically, socially, or emotionally, and who have above-average abilities so that they need help that suits their needs to improve their abilities and quality of life. This study aims to find out the description of self-acceptance and the stages of self-acceptance of a mother who has a child with special needs with socioeconomic status with a middle to lower social status. The research method used is qualitative with a case study approach with several subjects 3. The data analysis methods used are reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of interviews and observations show that the three subjects have different self-acceptance, the middle to lower economy being one of the causes of different self-acceptance. The first subject has shown good acceptance, although sometimes they still feel dissatisfied in their efforts to achieve the recovery of children with special needs and resigned to their economic conditions. The second subject has been accepted, but the time is more used for work, so it is not optimal in accompanying children with special needs. The third subject with an unstable economy is still convinced that their needs can be met but still have difficulties in dealing with children with special needs.

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan baik dari segi fisik, psikologis, sosial, atau emosional, dan yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata sehingga mereka memerlukan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri dan tahapan penerimaan diri seorang ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus dengan status sosial ekonomi dengan status sosial menengah ke bawah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan jumlah subjek 3. Adapun metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil dari wawancara dan observasi menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki penerimaan diri yang berbeda, ekonomi menengah ke bawah menjadi salah satu penyebab berbedanya penerimaan diri. Subjek pertama sudah menunjukkan penerimaan yang baik, walaupun terkadang masih merasa kurang puas dalam usaha mencapai kesembuhan anak berkebutuhan khususnya dan pasrah terhadap kondisi ekonominya. Subjek kedua sudah menerima, akan tetapi waktunya lebih banyak digunakan untuk bekerja, sehingga kurang maksimal dalam mendampingi anak berkebutuhan khususnya. Subjek ketiga dengan ekonomi belum stabil tetap yakin kebutuhannya bisa terpenuhi, tetapi masih kesulitan dalam menangani anak berkebutuhan khususnya.

Keywords


Children With Special Needs, Self-Acceptance, Middle to Lower Socioeconomic Status.

Full Text:

FULL TEXT

References


Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Alysia, N., & Laksmiwati, H. (2024). Gambaran penerimaan diri remaja yang mengalami perceraian orang tua. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(01), 121–135.

Devina, G., & Penny, H. (2016). Gambaran proses penerimaan diri ibu yang memiliki anak disleksia. Indonesian Journal of Disability Studies, 3(1), 44–52.

Dikpora. (2023). Data tahun 2023/2024. https://dikpora.jogjaprov.go.id/pklk/pkslb/data/tahun/10

Faradina, N. (2016). Dinamika penerimaan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(1), 18–23.

Fauzy, A. (2019). Metode sampling. In Universitas Terbuka (Vol. 9, Issue 1). Penerbit Universitas Terbuka. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com

Feist, J., Feist, G. J., & Roberts, T.-A. (2018). Theories of personality (9th ed.). Mc Graw-Hill Education.

Gani, M. L. A. (2022). Penerimaan diri pada tokoh utama film “Sound of Metal.” DESKOVI : Art and Design Journal, 5(1), 1. https://doi.org/10.51804/deskovi.v5i1.1527

Humas DIY. (2023). Rerata UMK 2024 DIY naik. https://jogjaprov.go.id/berita/rerata-umk-2024-diy-naik-diatas-7#:~:text=UMK Kabupaten Bantul tahun 2024,Rp 2.05 0.447%2C15

Islami, E., & Ansyah, E. H. (2020). Penerimaan diri ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Indonesian Journal of Cultural Adn Community Development, 7, 6–14.

Levi, E., & Sum, T. A. (2023). Penerimaan diri pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Desa Lante tahun 2022. Jurnal Montessori, 1(1), 42–49.

Maysa, P., & Khairiyah, U. (2019). Hardiness dan stres pengsuhan pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 10(1). https://doi.org/10.24036/rapun.v10i1.105017

Naufal, W. I., & Rahmandani, A. (2020). Pengalaman pengasuhan ibu yang memiliki anak disabilitas fisik berprestasi: Sebuah studi fenomenologis deskriptif. Jurnal EMPATI, 10(2), 122–133. https://doi.org/10.14710/empati.2020.27700

Nazihatunnisa, N., & Cahyanti, I. Y. (2022). Penerimaan diri pada ibu yang tidak menyusui secara eksklusif. Buletin Penelitian Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 220–229.

Normasari, E., Fitrianawati, M., & Rofiah, N. H. (2021). Akseptabilitas orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus di Kota Yogyakarta (Studi kasus pada lembaga federasi komunikasi keluarga penyandang disabilitas). WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(2), 133–139. https://doi.org/10.24176/wasis.v2i2.6927

Partini, P., Yuwono, S., Amini, S., Salma, A., & Sumarno, Y. P. (2023). Penerimaan diri ditinjau dari kebersyukuran dan kesabaran ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Psycho Idea, 21(1), 60. https://doi.org/10.30595/psychoidea.v21i1.15759

Prabowo, A. (2017). Gratitude dan psychological wellbeing pada remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 05(2), 92–105.

Praditia, M. D. (2022). Duh! 60% anak disabilitas di Wonogiri tak mengenyam pendidikan formal. Solopos.Espos.Id. https://solopos.espos.id/duh-60-anak-disabilitas-di-wonogiri-tak-mengenyam-pendidikan-formal-1502810/amp

Prasetyaningati, D., & Rohmah, A. (2023). Respon dan perawatan kehamilan dengan anak riwayat ADHD. Studi fenomenologi: Ibu di komunitas anak berkebutuhan khusus (ABK) di Desa Sidorejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Kesehatan Karya Husada, 11(2), 1–23.

Purnamasari, D. M. (2020). Orangtua yang malu jadi kendala utama penanganan anak berkebutuhan khusus. Kompas.Com. https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/07/29/10000141/orangtuayang-malu-jadi-kendala-utama-penanganan-anak-berkebutuhan-khusu

Rahayu, E. E., & Sugiarti, R. (2022). Pengaruh harga diri dan dukungan suami terhadap sikap penerimaan ibu yang memiliki anak autis di Rumah Bintang Yogaatma Palembang. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(1), 352–365. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/index

Ramadhani, A. F., & Rahmandani, A. (2019). Pengalaman pengasuhan single mother yang memiliki anak disabilitas intelektual (Studi interpretative phenomenological analysis). Jurnal EMPATI, 8(1), 151–160. https://doi.org/10.14710/empati.2019.23589

Ramadhani, A., & Sari, M. T. (2018). Penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak tunagrahita berat (severe). Motivasi, 6(1), 1–11. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21831/ap.v1i2.43145

Sesa, P. L., & Linda, Y. (2022). Penerimaan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Jorong Ladang Panjang Kecamatam Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351), 93–102. ps://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5118

Simamora, D. P. (2019). Penerimaan diri pada ibu dengan anak tunagrahita. Acta Psychologia, 1(2), 134–141. https://doi.org/10.21831/ap.v1i2.43145

Soetikno, N., Heng, P. H., Prinanda, N., & Ayu, I. (2021). Anak berkebutuhan khusus dalam mengatasi stres pengasuhan di masa pandemik Covid-19. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 4(2), 366–372.

Suharsiwi. (2017). Buku pendidikan anak berkebutuhan khusus. CV Prima Print.

Suyanti, S., & Faizah, K. (2019). Hubungan antara penerimaan diri dan dukungan sosial orang tua anak autis dengan interaksi sosial anak autis. Edupedia, 3(2), 1–8. https://doi.org/10.35316/edupedia.v3i2.246

Syaputri, E., & Afriza, R. (2022). Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (autisme). Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(2), 559–564. https://doi.org/10.56248/educativo.v1i2.78

Tarigan, E. (2022). Gambaran penerimaan diri orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Jurnal Christian Humaniora, 6(2), 127–136. https://doi.org/10.46965/jch.v6i2.1607

Wahyudi, R. M., Lubis, H., & Putri, E. T. (2021). Hubungan kebersyukuran dengan kesejahteraan psikologis ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kota Balikpapan. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(4), 820. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i4.6754

Wardani, I. K., & Artistin, A. R. (2023). Penerimaan diri orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Malahayati Nursing Journal, 5(12), 4174–4187. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i12.10145

Wiguna, R. (2022). Miris! Banyak orang tua di Aceh Tamiang malu punya anak disabilitas & tidak dimasukkan dalam KK. Tribunnews.Com. https://aceh.tribunnews.com/2022/07/18/miris-banyak-orang-tua-di-aceh-tamiang-malu-punya-anak-disabilitas-tidak-dimasukkan-dalam-kk

Wijaya, Y., & Prasetyo, E. (2021). Dinamika kebahagiaan (happiness) pada ibu yang memiliki anak down syndrome. Jurnal Experientia, 9(2), 71–80.

Wijayanti, D. (2015). Subjective well-being dan penerimaan diri ibu yang memiliki anak down syndrome. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(2). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i2.3774

Wijianto, W., & Ulfa, I. F. (2016). Pengaruh status sosial dan kondisi ekonomi keluarga terhadap motivasi bekerja bagi remaja awal (usia 12-16 tahun) di Kabupaten Ponorogo. Al Tijarah, 2(2), 190. https://doi.org/10.21111/tijarah.v2i2.742

Winarsih, M., Nasution, E., & Ori, D. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan penerimaan diri orang tua yang memiliki ABK di SLB cahaya pertiwi Kota Bekasi. Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 4(2), 73–81. https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/view/559

Winastuti, N., Pramesti, K., & Basri, H. (2021). Gambaran perkembangan anak berkebutuhan khusus yang diasuh oleh orang tua dengan ekonomi rendah. Happiness, Journal of Psychology and Islamic Science, 5(2), 27–47. https://doi.org/10.30762/happiness.v5i2.383

Yusuf, M. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan. In PT Fajar Interpratama Mandiri (Cetakan ke). Kencana.




DOI: http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v14i1.17360

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Rosita Permatahati, Wahyu Widiantoro, Ayu Gigih Rizkia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexing by :

         

_________________________________________

PSIKOSTUDIA: Jurnal Psikologi Published by Faculty of Social and Political Siences, University of Mulawarman, Samarinda, East Kalimantan and This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 _________________________________________

PSIKOSTUDIA: Jurnal Psikologi

Department of Psychology
Faculty of Social and Political Siences, University of Mulawarman
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: psikostudia@fisip.unmul.ac.id