Self-Acceptance for Mothers Who Have Children with Special Needs on Lower-Middle Socio-Economic Status in Bantul
Abstract
Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan baik dari segi fisik, psikologis, sosial, atau emosional, dan yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata sehingga mereka memerlukan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri dan tahapan penerimaan diri seorang ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus dengan status sosial ekonomi dengan status sosial menengah ke bawah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan jumlah subjek 3. Adapun metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil dari wawancara dan observasi menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki penerimaan diri yang berbeda, ekonomi menengah ke bawah menjadi salah satu penyebab berbedanya penerimaan diri. Subjek pertama sudah menunjukkan penerimaan yang baik, walaupun terkadang masih merasa kurang puas dalam usaha mencapai kesembuhan anak berkebutuhan khususnya dan pasrah terhadap kondisi ekonominya. Subjek kedua sudah menerima, akan tetapi waktunya lebih banyak digunakan untuk bekerja, sehingga kurang maksimal dalam mendampingi anak berkebutuhan khususnya. Subjek ketiga dengan ekonomi belum stabil tetap yakin kebutuhannya bisa terpenuhi, tetapi masih kesulitan dalam menangani anak berkebutuhan khususnya.
Keywords
Full Text:
FULL TEXTReferences
Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.
Alysia, N., & Laksmiwati, H. (2024). Gambaran penerimaan diri remaja yang mengalami perceraian orang tua. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(01), 121–135.
Devina, G., & Penny, H. (2016). Gambaran proses penerimaan diri ibu yang memiliki anak disleksia. Indonesian Journal of Disability Studies, 3(1), 44–52.
Dikpora. (2023). Data tahun 2023/2024. https://dikpora.jogjaprov.go.id/pklk/pkslb/data/tahun/10
Faradina, N. (2016). Dinamika penerimaan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(1), 18–23.
Fauzy, A. (2019). Metode sampling. In Universitas Terbuka (Vol. 9, Issue 1). Penerbit Universitas Terbuka. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com
Feist, J., Feist, G. J., & Roberts, T.-A. (2018). Theories of personality (9th ed.). Mc Graw-Hill Education.
Gani, M. L. A. (2022). Penerimaan diri pada tokoh utama film “Sound of Metal.” DESKOVI : Art and Design Journal, 5(1), 1. https://doi.org/10.51804/deskovi.v5i1.1527
Humas DIY. (2023). Rerata UMK 2024 DIY naik. https://jogjaprov.go.id/berita/rerata-umk-2024-diy-naik-diatas-7#:~:text=UMK Kabupaten Bantul tahun 2024,Rp 2.05 0.447%2C15
Islami, E., & Ansyah, E. H. (2020). Penerimaan diri ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Indonesian Journal of Cultural Adn Community Development, 7, 6–14.
Levi, E., & Sum, T. A. (2023). Penerimaan diri pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Desa Lante tahun 2022. Jurnal Montessori, 1(1), 42–49.
Maysa, P., & Khairiyah, U. (2019). Hardiness dan stres pengsuhan pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 10(1). https://doi.org/10.24036/rapun.v10i1.105017
Naufal, W. I., & Rahmandani, A. (2020). Pengalaman pengasuhan ibu yang memiliki anak disabilitas fisik berprestasi: Sebuah studi fenomenologis deskriptif. Jurnal EMPATI, 10(2), 122–133. https://doi.org/10.14710/empati.2020.27700
Nazihatunnisa, N., & Cahyanti, I. Y. (2022). Penerimaan diri pada ibu yang tidak menyusui secara eksklusif. Buletin Penelitian Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 220–229.
Normasari, E., Fitrianawati, M., & Rofiah, N. H. (2021). Akseptabilitas orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus di Kota Yogyakarta (Studi kasus pada lembaga federasi komunikasi keluarga penyandang disabilitas). WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(2), 133–139. https://doi.org/10.24176/wasis.v2i2.6927
Partini, P., Yuwono, S., Amini, S., Salma, A., & Sumarno, Y. P. (2023). Penerimaan diri ditinjau dari kebersyukuran dan kesabaran ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Psycho Idea, 21(1), 60. https://doi.org/10.30595/psychoidea.v21i1.15759
Prabowo, A. (2017). Gratitude dan psychological wellbeing pada remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 05(2), 92–105.
Praditia, M. D. (2022). Duh! 60% anak disabilitas di Wonogiri tak mengenyam pendidikan formal. Solopos.Espos.Id. https://solopos.espos.id/duh-60-anak-disabilitas-di-wonogiri-tak-mengenyam-pendidikan-formal-1502810/amp
Prasetyaningati, D., & Rohmah, A. (2023). Respon dan perawatan kehamilan dengan anak riwayat ADHD. Studi fenomenologi: Ibu di komunitas anak berkebutuhan khusus (ABK) di Desa Sidorejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Kesehatan Karya Husada, 11(2), 1–23.
Purnamasari, D. M. (2020). Orangtua yang malu jadi kendala utama penanganan anak berkebutuhan khusus. Kompas.Com. https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/07/29/10000141/orangtuayang-malu-jadi-kendala-utama-penanganan-anak-berkebutuhan-khusu
Rahayu, E. E., & Sugiarti, R. (2022). Pengaruh harga diri dan dukungan suami terhadap sikap penerimaan ibu yang memiliki anak autis di Rumah Bintang Yogaatma Palembang. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(1), 352–365. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/index
Ramadhani, A. F., & Rahmandani, A. (2019). Pengalaman pengasuhan single mother yang memiliki anak disabilitas intelektual (Studi interpretative phenomenological analysis). Jurnal EMPATI, 8(1), 151–160. https://doi.org/10.14710/empati.2019.23589
Ramadhani, A., & Sari, M. T. (2018). Penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak tunagrahita berat (severe). Motivasi, 6(1), 1–11. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21831/ap.v1i2.43145
Sesa, P. L., & Linda, Y. (2022). Penerimaan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Jorong Ladang Panjang Kecamatam Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351), 93–102. ps://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5118
Simamora, D. P. (2019). Penerimaan diri pada ibu dengan anak tunagrahita. Acta Psychologia, 1(2), 134–141. https://doi.org/10.21831/ap.v1i2.43145
Soetikno, N., Heng, P. H., Prinanda, N., & Ayu, I. (2021). Anak berkebutuhan khusus dalam mengatasi stres pengasuhan di masa pandemik Covid-19. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 4(2), 366–372.
Suharsiwi. (2017). Buku pendidikan anak berkebutuhan khusus. CV Prima Print.
Suyanti, S., & Faizah, K. (2019). Hubungan antara penerimaan diri dan dukungan sosial orang tua anak autis dengan interaksi sosial anak autis. Edupedia, 3(2), 1–8. https://doi.org/10.35316/edupedia.v3i2.246
Syaputri, E., & Afriza, R. (2022). Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (autisme). Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(2), 559–564. https://doi.org/10.56248/educativo.v1i2.78
Tarigan, E. (2022). Gambaran penerimaan diri orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Jurnal Christian Humaniora, 6(2), 127–136. https://doi.org/10.46965/jch.v6i2.1607
Wahyudi, R. M., Lubis, H., & Putri, E. T. (2021). Hubungan kebersyukuran dengan kesejahteraan psikologis ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kota Balikpapan. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(4), 820. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i4.6754
Wardani, I. K., & Artistin, A. R. (2023). Penerimaan diri orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Malahayati Nursing Journal, 5(12), 4174–4187. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i12.10145
Wiguna, R. (2022). Miris! Banyak orang tua di Aceh Tamiang malu punya anak disabilitas & tidak dimasukkan dalam KK. Tribunnews.Com. https://aceh.tribunnews.com/2022/07/18/miris-banyak-orang-tua-di-aceh-tamiang-malu-punya-anak-disabilitas-tidak-dimasukkan-dalam-kk
Wijaya, Y., & Prasetyo, E. (2021). Dinamika kebahagiaan (happiness) pada ibu yang memiliki anak down syndrome. Jurnal Experientia, 9(2), 71–80.
Wijayanti, D. (2015). Subjective well-being dan penerimaan diri ibu yang memiliki anak down syndrome. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(2). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i2.3774
Wijianto, W., & Ulfa, I. F. (2016). Pengaruh status sosial dan kondisi ekonomi keluarga terhadap motivasi bekerja bagi remaja awal (usia 12-16 tahun) di Kabupaten Ponorogo. Al Tijarah, 2(2), 190. https://doi.org/10.21111/tijarah.v2i2.742
Winarsih, M., Nasution, E., & Ori, D. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan penerimaan diri orang tua yang memiliki ABK di SLB cahaya pertiwi Kota Bekasi. Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 4(2), 73–81. https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/view/559
Winastuti, N., Pramesti, K., & Basri, H. (2021). Gambaran perkembangan anak berkebutuhan khusus yang diasuh oleh orang tua dengan ekonomi rendah. Happiness, Journal of Psychology and Islamic Science, 5(2), 27–47. https://doi.org/10.30762/happiness.v5i2.383
Yusuf, M. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan. In PT Fajar Interpratama Mandiri (Cetakan ke). Kencana.
DOI: http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v14i1.17360
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Rosita Permatahati, Wahyu Widiantoro, Ayu Gigih Rizkia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Indexing by :
_________________________________________
PSIKOSTUDIA: Jurnal Psikologi Published by Faculty of Social and Political Siences, University of Mulawarman, Samarinda, East Kalimantan and This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_________________________________________
PSIKOSTUDIA: Jurnal Psikologi
Department of Psychology
Faculty of Social and Political Siences, University of Mulawarman
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: psikostudia@fisip.unmul.ac.id