Adult Attachment in Early Adulthood with Divorced Parents

Amara Nezia, Cempaka Putrie Dimala, Dinda Aisha

Abstract


Individuals from divorced families have a higher risk compared to those from intact families when entering adulthood. These individuals tend to feel less secure in forming attachments with others during early adulthood. This study aims to examine the adult attachment patterns of early adults with divorced parents in Karawang Regency. This descriptive quantitative research involves 100 early adults in Karawang, using non-probability sampling. Data collection was conducted through an online questionnaire distribution. Adult attachment was measured using the Revised Adult Attachment Scale (RAAS) with a Likert scale from 1 to 5. The results show that the dominant attachment type is anxiety attachment, held by 51% of early adults with divorced parents, followed by depend on attachment (26%) and close attachment (23%). Hypothesis testing reveals no significant differences between gender and attachment patterns, but there are significant differences between the age groups of 20-25 years (transition from adolescence to adulthood) and 26-40 years (early adulthood), as well as between the age at which parents divorced, specifically early childhood (2-6 years) and late childhood (7-12 years). No significant differences were found based on relationship status (dating, engaged, or married). These findings suggest that anxiety attachment patterns are more prevalent in individuals who experienced parental divorce at a younger age, and both age and parental divorce experiences influence early adulthood attachment patterns.

Individu yang berasal dari keluarga yang bercerai memiliki resiko yang lebih besar dibanding individu dengan keluarga yang utuh ketika memasuki usia dewasa. Individu tersebut memiliki kecenderungan untuk merasa kurang aman dalam menjalin kelekatan dengan orang lain di saat dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran adult attachment pada dewasa awal dengan orang tua yang bercerai di Kabupaten Karawang. Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 100 dewasa awal di Karawang dengan menggunakan non-probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan penyebaran kuesioner secara daring. Pengukuran adult attachment menggunakan Revised Adult Attachment Scale (RAAS) dengan skala Likert 1 hingga 5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe anxiety attachment dominan dimiliki oleh dewasa awal dengan orang tua yang bercerai, dengan persentase sebesar 51%, diikuti dengan depend on attachment (26%) dan close attachment (23%). Uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin terhadap pola kelekatan, namun terdapat perbedaan signifikan antara kelompok usia 20-25 tahun (masa transisi remaja menuju dewasa) dan 26-40 tahun (dewasa awal), serta antara usia ketika orang tua bercerai, yakni masa kanak-kanak awal (2-6 tahun) dan masa kanak-kanak akhir (7-12 tahun). Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan status hubungan (berpacaran, tunangan, atau menikah). Temuan ini menunjukkan bahwa pola anxiety attachment lebih tinggi pada individu yang mengalami perceraian orang tua pada usia lebih muda, dan usia serta pengalaman perceraian orang tua mempengaruhi pola kelekatan dewasa awal.

Keywords


Divorce, Early Adulthood, Adult Attachment

Full Text:

FULL TEXT

References


Adristi, S. P. (2021). Peran Orang Tua pada Anak dari Latar Belakang Keluarga Broken Home. Lifelong Education Journal, 1(2).

Agusdwitanti, H., Retnaningsih, & Tambunan, S. M. (2015). Kelekatan Dan Intimasi Pada Dewasa Awal Handini. Jurnal Psikologi, 8(1).

Ainina, H., & Wulandari, P. Y. (2023). Dampak Psikologis terkait Relasi Individu Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orang Tua. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental, 3(1), 25–31. https://doi.org/10.20473/brpkm.v3i1.46965

Amalia, S. T., & Cahyanti, I. Y. (2021). Gambaran Resiliensi Pada Individu Dewasa Awal Terhadap Situasi Akibat Perceraian Orangtua. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental, 1(1), 268–279. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24754

Andriyani, F., & Novianti, L. E. (2022). Marital Horizon: Studi Komparatif pada Dewasa Awal dengan Orang Tua Bercerai dan Utuh. Psympathic, 8(2), 247–260. https://doi.org/10.15575/psy.v8i2.5819

Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi. Pustaka Pelajar.

Collins, N. L., & Read, S. J. (1990). Adult Attachment, Working Models, and Relationship Quality in Dating Couples. Journal of Personality and Social Psychology, 58(4), 644–663. https://doi.org/10.1037/0022-3514.58.4.644

Fernandasari, F. A., & Dewi, D. K. (2022). HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR BROKEN HOME Damajanti Kusuma Dewi. Character: Jurnal Psikologi Unesa, 9(2), 90–101.

Fiqrunnisa, A., Yuliadi, I., & Saniatuzzulfa, R. (2023a). Hubungan Persepsi Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Dengan Pemilihan Pasangan Pada Perempuan Dewasa Awal Fatherless. Psyche, 5(2), 152–167. https://doi.org/10.36269/psyche.v5i2.1396

Fiqrunnisa, A., Yuliadi, I., & Saniatuzzulfa, R. (2023b). Hubungan Persepsi Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Dengan Pemilihan Pasangan Pada Perempuan Dewasa Awal Fatherless. Psyche: Jurnal Psikologi, 5(2), 152–167. https://doi.org/10.36269/psyche.v5i2.1396

Fraley, R. C., & Roisman, G. I. (2019). The development of adult attachment styles: four lessons. Current Opinion in Psychology, 25, 26–30. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2018.02.008

Irdhanie, I., & Cahyanti, I. Y. (2013). Adult Romantic Attachment pada Dewasa Muda yang Mengalami Childhood Abuse. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 2(2), 112–124.

Khumaini, M. A. (2024). Kasus perceraian di Karawang cukup tinggi. Antaranews.Com. https://jabar.antaranews.com/berita/526071/kasus-perceraian-di-karawang-cukup-tinggi

Lase, F. (2022). Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Layanan Konseling Format Kelasikal. Zadama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 120–136. https://doi.org/10.56248/zadama.v1i2.32

Levy, K. N., Kivity, Y., Johnson, B. N., & Gooch, C. V. (2018). Adult attachment as a predictor and moderator of psychotherapy outcome: A meta-analysis. Journal of Clinical Psychology, 74(11), 1996–2013. https://doi.org/10.1002/jclp.22685

Mawardah, M. (2019). Adiksi Internet pada Masa Dewasa Awal. Jurnal Ilmiah Psyche, 13(2), 108–119. https://doi.org/10.33557/jpsyche.v13i2.705

Maya, S. R., Pratiwi, A., & Rahmawati, I. (2014a). Persepsi Terhadap Konflik Perkawinan Orangtua Sebagai Prediktor Dari Rasa Percaya / Trust Kepada Pasangan ( Studi Pada Wanita Dewasa Awal ). Universitas Brawijawa.

Maya, S. R., Pratiwi, A., & Rahmawati, I. (2014b). Persepsi Terhadap Konflik Perkawinan Orangtua Sebagai Prediktor Dari Rasa Percaya / Trust Kepada Pasangan ( Studi Pada Wanita Dewasa Awal ). Doctoral Disertation, Universitas Brawijawa, 1–16.

Melen, E. (2017). The Impact of Parental Divorce on Orthodox Jewish Marital Relationships. Walden University.

Mufidah, A. (2022). Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Menari Tahun 2022. Uin Syarif Hidayatullah Jakarta.

Nathalie, G. G., & Sugianto, D. (2024). DEWASA AWAL DARI KELUARGA YANG BERCERAI. 11, 169–187. https://doi.org/10.24854/jpu617

Pradipta, Y. L., & Desiningrum, D. R. (2017). Pengalaman Menjalin Hubungan dengan Lawan Jenis pada Anak Korban Perceraian (Studi Kualitatif Fenomenologis Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orangtua). Jurnal EMPATI, 6(1), 442–447. https://doi.org/10.14710/empati.2017.15187

Prameswari, N. (2023). Perbedaan Kesejahteraan Subjektif Berdasarkan Tipe Adult Attachment Pada Individu Usia Dewasa Awal Dengan Orang Tua Bercerai. Universitas Airlangga.

Puspitasari, E. I., & Syafiq, M. (2022). Gaya Kelekatan Romantis Pada Laki-Laki Dewasa Awal Penyintas Kekerasan Di Masa Anak-Anak. Jurnal Penelitian Psikologi, 9(3).

Ramba, L. G. (2022). Gambaran Gaya Kelekatan di Masa Dewasa pada Individu yang Pernah Mengalami Kekerasan Emosional dari Primary Caregiver. Journal Psikologi Talenta Mahasiswa, 1(4), 104–118.

Ratnawaty, L. (2017). Perceraian di Bawah Tangan Dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif. Syari’Ah & Hukum (Jsyh), 4(1), 112–118.

Riza, W. L. (2021). Gambaran Keluarga Dalam Perkembangan Anak Ditinjauh Dari Latar Belakang Pekerjaan Dan Pendidikan Orang Tua Di Desa Sukaharja Kecamatan Teluk Jambe Timu. Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Dan Pengabdian Universitas Buana Perjuangan Karawang, 1, 1.

Rizka, C. M., & Danahfatin, A. (2024). Pengaruh Attachment Styles Terhadap Ketergantungan Emosional Remaja Berpacaran. Jurnal Ilmiah Psikologi, 15(01). https://doi.org/10.51353/inquiry.v15i01.974

Selinda, D. S. (2024). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Fear of Intimacy pada Remaja Akhir yang Sedang Menjalin Hubungan Romantis.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta.

Syahputra, R. (2019). Strategi Pemasaran Dalam Alquran Tentang Promosi Penjualan. Ecobisma (Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Manajemen), 6(2), 83–88. https://doi.org/10.36987/ecobi.v6i2.8

Tiyas, D. P. A., & Andriani, F. (2024). Persepsi Hubungan Romantis pada Wanita Dewasa Awal. Universitas Airlangga.




DOI: http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v14i1.14828

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Amara Nezia, Cempaka Putrie Dimala, Dinda Aisha

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexing by :

         

_________________________________________

PSIKOSTUDIA: Jurnal Psikologi Published by Faculty of Social and Political Siences, University of Mulawarman, Samarinda, East Kalimantan and This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 _________________________________________

PSIKOSTUDIA: Jurnal Psikologi

Department of Psychology
Faculty of Social and Political Siences, University of Mulawarman
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: psikostudia@fisip.unmul.ac.id