KEPERCAYAAN DALAM MITOS BEO’ SUKU DAYAK PUNAN APUT KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA: KAJIAN FOLKLOR
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i1.4605Keywords:
Beo’, Suku Dayak Punan AputAbstract
Beo’ adalah salah satu kepercayaan Suku Dayak Punan Aput yang yang masih melekat di kehidupan penganutnya hingga masa kini. Beo’ bagi Suku Dayak Punan dipercayai sebagai utusan dari Sang Pencipta utuk menyampaikan pesan atau pedoman baik dan buruk dalam beraktivitas. Beo’ mempunyai arti penting bagi kehidupan suku dayak Punan Aput. Suku Dayak Punan Aput memercayai bahwa Beo’ adalah sejenis burung yang dinamai Lagehek. Burung ini memberi tanda dengan suaranya tentang baik dan buruknya suatau kegiatan atau aktivitas yang akan dilakukan oleh Suku Dayak Punan Aput. Dari suara burung inilah masyarakat akan memutuskan akan melanjutkan atau menunda, bahkan menghentikan aktivitasnya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menerapkan analisis pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan pendekatan tersebut untuk mendeskripisikan secara sistematis tentang Beo’ yang merupakan suatu kepercayaan suku Dayak Punan Aput. Langkah selanjutnya adalah dengan menganalisis dengan tiga tahapan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan hasil penelitian. Analisis awal menggunakan teori religi dan folklor untuk mendapatkan pembahasan mengenai Beo’. Teori selanjutnya yang digunakan adalah mitos. Teori tersebut digunakan untuk mendeskripsikan mitos Beo’ suku Dayak Punan Aput. Hasil penelitian menunjukkan mitos Beo’ suku Dayak Punan Aput memiliki arti yang sangat berpengaruh bagi kehidupan suku Dayak Punan Aput pada masa lampau hingga masa sekarang. Hal demikian dikarenakan suku Dayak Punan masih berpedoman kepada Beo’ sebagai simbol atas keberlangsungan aktivitas yang akan dilakukan.
References
Danandjaja, James. 1984. Folklor Indonesia: ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain Jakarta: Grafiti Pers.
Endraswara, Suwadi. 2009. Metodologi Penelitian Folklor. Yogyakarta: Media presindo.
Ghazali, Mutchar Adeng. 2011. Antropologi Agama. Bandung: Penerbit Alfabeta
Gunawan, Jupli. 2014.”Bungan Malan Peselung Luan Mitos Suku Dayak Kenyah ditinjau Dari Aspek Religius” Skripsi program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman.
Herusatoto, Budiono. 2011. Simbolisme Dalam Budaya jawa. Yogyakarta: Hanindita Graha Widia.
Istian, Irpan, Yusak Hudiyono, dan Alfian Rokhmansyah. 2017. “Bentuk, Fungsi, dan Nilai Tuturan dalam Upacara Adat Biduk Bebandung Suku Bulungan: Kajian Folklor”. Jurnal Ilmu Budaya, Vol. 1, No. 4, hal. 265-278.
Koentjaraningrat, 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Khadijah, Siti. 2014. “Analisis Cerita Rakyat Paser Telaga Danum Layong ditinjau Dari Mitos”. Skripsi program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman.
Pujileksono, Sugeng. 2016. Pengantar Antropologi. Malang: Intrans Publishing.
Ratna, Nyoman. 2011. Antropologi Sastra. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
Rosita, Arma. 2016. “Mitos dan Cerita Rakyat Kutai Ikan Baung Putih di Muara Kaman”. Skripsi program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman.
Rutter, Owen. 2017. Sejarah Kalimantan. Yogyakarta: Penerbit Indoliterasi Sulistyorini, Dwi. 2017. Sastra Lisan. Malang: Intrans Publishing.
Sugiarto, Eko.2015. Penelitian Kualitatif Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Suaka Media.
Sugiyono, 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: IKAPI
Sumerta, dkk, 2013. Fungsi dan Makna Upacara Gede Lanang Kapat. Yogyakarta: Penerbit Ombak Dua.
Syuhada, Akhmad Murtadlo, dan Alfian Rokhmansyah. 2018. “Nilai Dalam Cerita Rakyat Suku Dayak Tunjung Tulur Aji Jangkat Di Kutai Barat: Kajian Folklor”. Jurnal Ilmu Budaya, Vol. 2,No. 2, hal. 188-195.
Van Peursen, C.A. 1988. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).