Resepsi Pernikahan Minimalis dalam Perspektif Islam: Antara Kesederhanaan dan Prestise Sosial
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v11i2.19995Keywords:
Kesederhanaan, Prestise Sosial, Resepsi PernikahanAbstract
Artikel ini mengkaji fenomena resepsi pernikahan minimalis dalam perspektif Islam, dengan menyoroti ketegangan antara nilai kesederhanaan yang dianjurkan dalam ajaran agama dan dorongan prestise sosial dalam masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis literatur keislaman, budaya, dan hukum pernikahan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak pasangan Muslim memilih resepsi mewah karena pengaruh adat, ekspektasi keluarga, dan tren sosial, meskipun hal tersebut sering kali menimbulkan beban ekonomi dan mengabaikan nilai spiritual pernikahan. Islam mengajarkan bahwa pernikahan yang paling berkah adalah yang paling ringan bebannya. Artikel ini menawarkan solusi seperti penyederhanaan mahar, edukasi masyarakat tentang makna walimah yang sesuai syariat, serta optimalisasi peran tokoh agama dalam membimbing umat. Dengan demikian, tercipta keseimbangan antara pelaksanaan ajaran Islam dan tuntutan sosial yang terus berkembang.References
Bakri, and Asafri Jaya. (1996). Konsep Maqashid Al-Syariah Menurut Al-Syatibi. Jakarta: Grafindo Persada.
Basyarahil, and Abdul Aziz Salim. (2004). Tuntunan Pernikahan Dan Perkawinan. Jakarta: Gema Insani.
Fiorentina, Wike, and Ikhwan. (2021). “Perubahan Dalam Penyelenggaraan Pesta Pernikahan.” Jurnal Pendidikan Tambusai 5(2):4547–53.
Ginting, Xaverius Franciscus and Yuni Priskila. (2022). “Sosialisasi Penyelenggaraan Resepsi Pernikahan Pada Masa Pandemi.” Journal of Character Education Society 5, No.3 563–570.
Handayani, Islamda; Imam Setyobudi; Sriati Dwiatmini; (2021). “Budaya Konsumtif Dalam Peristiwa Hajat Pernikahan Masyarakat Buruh Tani Di Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu.” Budaya Etnika 5(2):137–56.
Harijah, Danis. (2016). “Konsep Mahar Dalam Perspektif Fikih Dan Perundang-Undangan Kajian Putusan Nomor 23K/AG/2012.” Jurnal Yudisial Vol. 9
Hilman, Hadikusuma. (1992). Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandung: Mandar Maju.
Mansyur, and Cholil. (2008). Sosialisasi Masyarakat Kota Dan Desa. Surabaya: Usaha Nasional.
Mardani. (2011). Hukum Perkawinan Islam Di Dunia Islam Modern. Graha Ilmu Yogyakarta.
Maudhody, Achmad. (2018). “Bisnis Wedding Organizer Makin Ramai.” Banjarmasin Post.
Muttaqin, Muhammad Ngizzul. (2020). “RESEPSI PERNIKAHAN (Antara Sakralitas Agama, Hukum, Dan Tuntutan Adat).” Bilancia: Jurnal Studi Ilmu Syariah Dan Hukum 14(1):13–26. doi: 10.24239/blc.v14i1.514.
Nurjannah. (2003). Mahar Pernikahan. Yogyakarta: Yogyakarta: Prima Shopi.
Prodjodikoro, Wirjono. (2010). Hukum Perkawinan Di Indonesia. Sumur Bandung.
Rahman, Muhammad Ihsan Aulia, and Azmi Ali Yafie. (2023). “Analisis Transformasi Sosial-Budaya Dalam Tradisi Kondangan: Studi Kasus Di Desa Cilimus, Kuningan, Jawa Barat.” Asketik 7(2):173–90. doi: 10.30762/asketik.v7i2.1394.
Sabiq, Sayyid. (2006). Fiqhus Sunnah. Jakarta: Pena Pundi Aksara.
Samheri, Samheri. (2023). “The Review of Islamic Law in Showing off the Bride and Groom in Front of an Invitation.” Syura: Journal of Law 1(2):124–36. doi: 10.58223/syura.v1i2.93.
Slamet, Abidin, and Aminuddin. (1999). Fikih Munakahat 1. Bandung: Pustaka Setia.
Sumarna. (2022). “Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pasca Penyelenggaraan Resepsi Pernikahan Perspektif Hukum Islam Di Kabupaten Kuningan.”
Syaifudin, Azwar. (2001). Metode Penelitian, Edisi I, Cet. 3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yakan, Fathi. (2010). Problematik Dakwah Dan Para Dai. Solo: Era Intermedia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
