Penggunaan Disfemisme pada Film “Yowis Ben Finale”
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v10i1.13626Keywords:
linguisticsAbstract
Jenis disfemisme yang digunakan dalam film "Yowis Ben Finale" adalah topik utama pada tulisan ini. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengandung disfemisme. Data untuk penelitian ini berasal dari film "Yowis Ben Finale", yang dirilis pada Desember 2021 lalu. Teknik pemerolehan data dilakukan dengan cara baca, simak, dan catat. Analisis data adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung, teknik lesap, dan teknik ganti. Hasil analisis data menunjukkan bahwa disfemisme digunakan dalam berbagai cara pada film "Yowis Ben Finale" yang dapat disebutkan sebagai berikut: 1) kata-kata umpatan dan pemanggilan nama yang tidak senonoh; 2) membandingkan manusia dengan binatang, yang secara tradisional dapat disimpulkan bahwa karakteristik tertentu dikaitkan dengannya; 3) makian atau julukan yang menggunakan istilah “abnormal”, sakit jiwa, atau gangguan jiwa; dan 4) istilah yang menghina atau tidak sopan yang bersifat menghina orang yang bersangkutan.
Kata kunci: disfemisme, film, Yowis Ben Finale
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
