MAKNA MITOS CERITA BURUNG ENGGANG DI KALIMANTAN TIMUR

Authors

  • Irma Surayya Hanum Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman Jl. Pulau Flores No.1 Samarinda, Kalimantan Timur
  • Dahri Dahlan Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman Jl. Pulau Flores No.1 Samarinda, Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.30872/calls.v4i1.1276

Keywords:

national character, folklore, Dayak Kenyah

Abstract

This research will analyze the folklore of East Borneo in the form of myth about the hornbill descended down by Dayak Kenyah people associated with its relevance to the development of nation character. The theory used is the theory of 'layers of social reality'. The theory will reveal five layers of meaning contained in a system or symbol contained in culture and tradition. Starting from the meaning of layers of empirical meaning, to the meaning of the layer of world view at the level of ideas that store local wisdom. These findings will be formulated in the form of recommendations to specific parties, for example for the preparation of curriculum, especially local content subjects at the school level, and or for East Kalimantan Literature courses at the university level.

References

Ana, Mary. 2008. “Burung Enggang Rindu Matahari” dalam Rampan, Korrie Layun (ed.). Balikpapan dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Jaringan Seniman Independen Indonesia dan Araska.

Anggini dkk. 2006. Descover Kalimantan Genuineness. Tenggarong: Dinas Pariwisata dan Budaya Kutai Kartanegara.

Anwar, Ahyar. 2008. Semiotika (Semiotika Sastra). Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Budiman, Kris. 2005. Ikonisitas Semiotika Sastra dan Seni Visual. Yogyakarta: Buku Baik.

Dahlan, Dahri. 2009. “Sistem Produksi, Fungsi, dan Ide Penggunaan Mantra Nelayan Tradisional Perahu Sandeq di Sulawesi Barat.” Skripsi. Makassar: UNM. Tidak Diterbitkan.

Dahlan, Dahri. 2011. “Lima Lapis Makna ‘Bukkaweng’ pada Tradisi Khatam di Mandar.” Makalah. Semarang: Universitas Diponegoro. Tidak Diterbitkan.

Mardiastuti, Ani, dkk. 2008. Arahan Strategis Konservasi Spesies 2008-2018. Jakarta: Dirjen Perlindungan Hutan dan Konsevasi Alam, Kementerian Kehutanan RI.

Peursen, CA van. 1988. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Sedyawati, Edi. 1995. Konsep Tata Ruang Suku Bangsa Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Thohir, Mudjahirin. 2011. Bahan Ajar Teori Kebudayaan. Semarang: Universitas Diponegoro. Tidak Diterbitkan.

Downloads

Published

2018-06-25

Issue

Section

Articles