Kematangan Emosi dan Religiusitas Terhadap Keharmonisan Keluarga Pada Dewasa Awal

Ega Riana Putri, Lisda Sofia

Abstract


Penelitian ini berkaitan dengan tingginya angka perceraian di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur. Subjek penelitian ini adalah wanita dewasa awal di Provinsi Kalimantan  Timur sebanyak 100 subjek. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sample. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala keharmonisan keluarga, skala kematangan emosi dan skala religiusitas. Skala tersebut disusun dengan skala model likert dan teknik analisa data penelitian ini menggunakan uji regresi ganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS) 24.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kematangan emosi dan religiusitas terhadap keharmonisan kelaurga pada dewasa awal di Provinsi Kalimantan Timur dengan nilai signifikansi p = 0.000, F = 89.524 dan R2 = 0.649. Pada kematangan emosi terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keharmonisan keluarga dengan nilai beta = 0.374, t = 5.449 dan nilai p = 0.000. Pada religiusitas terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keharmonisan keluarga dengan nilai beta = 0.557, t = 8.116 dan nilai p = 0.000.

Keywords


Keharmonisan keluarga; Kematangan emosi; Religiusitas

Full Text:

PDF

References


Aprilia, L.R.G. (2018). Hubungan antara kebersyukuran dan religiusitas dengan hardiness ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Psikoborneo, 6(3), 650-659.

Aqsho, M. (2017). Kehamonisan dalam keluarga dan pengaruhnya terhadap pengalaman agama. Almufida, 2(1), 36-51

Bahnasi, M. (2008). Sholat sebagai terapi psikologi. Jakarta: PT. Mizan Pustaka.

Dariyo, A. (2004). Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Fauzi, R. (2014). Hubunan keharmonisan keluarga dengan perkembangan moral siswa kelas iv & v di MI darul falas ngrangkok klampisan kandangan kediri. Modelling: Jurnal Program Studi PGMI, 2(2), 76-93.

Fitriani, A. (2016). Peran religiusitas dalam meningkatkan psychological well-being. Al-AdYan, 11(1), 1-24.

Gunarsa, Y.S.D. & Gunarsa. (2004). Psikologi praktis: anak, remaja, keluarga. Jakarta: Gunung Mulia.

Harahap, E. (2017). Keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa dan implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1), 114-122.

Hasan, M. (2012). Konseling keluarga. Padang: UNP Press.

Hurlock, E.B. (2004). Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi 5). Jakarta: Erlangga.

Lestari, S. (2014). Psikologi keluarga: penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mappiare, A. (1983). Psikologi orang dewasa. Surabaya: Usaha Nasional.

Muchlisah. (2012). Perbedaan usia wanita ketika menikah (remaja dan dewasa) dalam hubungannya dengan penyesuaian pernikahan di kota makasar. Jurnal Psikologi, 8(2), 106-109.

Nataji, M.U. (2000). Psikologi dalam tinjauan hadits Nabi. Jakarta: Mustaqiim

Paloutzian, R.F. & Park, C.L. (2005). Handbook of the psychology of religion and spirituality. New York: The Guildford Press.

Puspita, D.R., Rostikawati, R. & Dharma, P. (2019). Profil perceraian di kecamatan majenang, kabupaten cilacap. Journal LPPM, 9(1), 1-9

Ratnawati, P. (2014). Keharmonisan keluarga antar suami istri ditinjau dari kematangan emosi pada pernikahan usia dini. Jurnal Psikologi Universitas Semarang, 155-165

Santrock, J.W. (2012). Menguasai statistik multivariat. Jakarta: Penerbit

Sari, A., Nirwana, H., & Afdal, A. (2020). Prospective bride interpersonal communicaion judging from the gender: are there any differences?. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(1), 1-11

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta

Surainah, R. (2019, Januari-04). Gugat cerai meningkat, janda bertambah. Pro Kaltim. Diakses dari https://kaltim.prokal.co/read/news/349160-gugat-cerai-meningkat-janda-pun-bertambah

Susilo, A.A.P. (2007). Hubungan religius dengan kepuasan perkawinan pada pasangan muslim. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Thouless, R.H. (2000). Pengantar psikologi agama (terjemahan). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wijayanti, U.T. (2021). Analisis faktor penyebab perceraian pada masa pandemi covid-19 di kabupaten banyumas. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 14(1), 14-26

Yusuf, S. (2011). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi

Department of Psychology
Faculty of Social and Political Siences
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: psikoborneo@fisip.unmul.ac.id

Creative Commons License
PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi by http://e-journals.unmul.ac.id/index.php is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License