Kematangan Emosi dan Religiusitas Terhadap Keharmonisan Keluarga Pada Dewasa Awal
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i2.5983Keywords:
Keharmonisan keluarga, Kematangan emosi, ReligiusitasAbstract
Penelitian ini berkaitan dengan tingginya angka perceraian di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur. Subjek penelitian ini adalah wanita dewasa awal di Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 100 subjek. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sample. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala keharmonisan keluarga, skala kematangan emosi dan skala religiusitas. Skala tersebut disusun dengan skala model likert dan teknik analisa data penelitian ini menggunakan uji regresi ganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS) 24.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kematangan emosi dan religiusitas terhadap keharmonisan kelaurga pada dewasa awal di Provinsi Kalimantan Timur dengan nilai signifikansi p = 0.000, F = 89.524 dan R2 = 0.649. Pada kematangan emosi terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keharmonisan keluarga dengan nilai beta = 0.374, t = 5.449 dan nilai p = 0.000. Pada religiusitas terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keharmonisan keluarga dengan nilai beta = 0.557, t = 8.116 dan nilai p = 0.000.References
Aprilia, L.R.G. (2018). Hubungan antara kebersyukuran dan religiusitas dengan hardiness ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Psikoborneo, 6(3), 650-659.
Aqsho, M. (2017). Kehamonisan dalam keluarga dan pengaruhnya terhadap pengalaman agama. Almufida, 2(1), 36-51
Bahnasi, M. (2008). Sholat sebagai terapi psikologi. Jakarta: PT. Mizan Pustaka.
Dariyo, A. (2004). Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Fauzi, R. (2014). Hubunan keharmonisan keluarga dengan perkembangan moral siswa kelas iv & v di MI darul falas ngrangkok klampisan kandangan kediri. Modelling: Jurnal Program Studi PGMI, 2(2), 76-93.
Fitriani, A. (2016). Peran religiusitas dalam meningkatkan psychological well-being. Al-AdYan, 11(1), 1-24.
Gunarsa, Y.S.D. & Gunarsa. (2004). Psikologi praktis: anak, remaja, keluarga. Jakarta: Gunung Mulia.
Harahap, E. (2017). Keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa dan implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1), 114-122.
Hasan, M. (2012). Konseling keluarga. Padang: UNP Press.
Hurlock, E.B. (2004). Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi 5). Jakarta: Erlangga.
Lestari, S. (2014). Psikologi keluarga: penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mappiare, A. (1983). Psikologi orang dewasa. Surabaya: Usaha Nasional.
Muchlisah. (2012). Perbedaan usia wanita ketika menikah (remaja dan dewasa) dalam hubungannya dengan penyesuaian pernikahan di kota makasar. Jurnal Psikologi, 8(2), 106-109.
Nataji, M.U. (2000). Psikologi dalam tinjauan hadits Nabi. Jakarta: Mustaqiim
Paloutzian, R.F. & Park, C.L. (2005). Handbook of the psychology of religion and spirituality. New York: The Guildford Press.
Puspita, D.R., Rostikawati, R. & Dharma, P. (2019). Profil perceraian di kecamatan majenang, kabupaten cilacap. Journal LPPM, 9(1), 1-9
Ratnawati, P. (2014). Keharmonisan keluarga antar suami istri ditinjau dari kematangan emosi pada pernikahan usia dini. Jurnal Psikologi Universitas Semarang, 155-165
Santrock, J.W. (2012). Menguasai statistik multivariat. Jakarta: Penerbit
Sari, A., Nirwana, H., & Afdal, A. (2020). Prospective bride interpersonal communicaion judging from the gender: are there any differences?. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(1), 1-11
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta
Surainah, R. (2019, Januari-04). Gugat cerai meningkat, janda bertambah. Pro Kaltim. Diakses dari https://kaltim.prokal.co/read/news/349160-gugat-cerai-meningkat-janda-pun-bertambah
Susilo, A.A.P. (2007). Hubungan religius dengan kepuasan perkawinan pada pasangan muslim. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Thouless, R.H. (2000). Pengantar psikologi agama (terjemahan). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Wijayanti, U.T. (2021). Analisis faktor penyebab perceraian pada masa pandemi covid-19 di kabupaten banyumas. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 14(1), 14-26
Yusuf, S. (2011). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.